Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
MENGENAL DUNIA MAFIA


__ADS_3

Seorang pria tampan dengan tatto yang terlihat di lengan kanannya bergerak mendekat ke arah Aryan. Ia menggerakkan jari telunjuknya ke mulut mengisyaratkan agar Aryan diam.


Aryan melihat ke arah pria itu dengan tatapan amarah penuh kebencian.


..."Sssuuutttt. Dia tidak akan kembali bangun meski kau menghabiskan suara mu."...


Pria bertato itu berkata dengan nada yang rendah namun tegas.


..."Siapa kalian? Apa mau kalian?"...


..."Baiklah, sepertinya kau memiliki kesamaan denganku, tidak suka basa basi dan langsung pada intinya."...


Pria itu dengan santai berjalan memutar arah sambil memainkan senjata api di tangannya.


..."Cepat katakan B*jingan!"...


..."Haaah!"...


Pria bertato itu menghembuskan nafas kasar lalu dengan gerakan cepat menodongkan pistolnya ke kepala Aryan.


..."Dimana Dion?"...


..."Dion? Siapa kamu? Apa urusanmu dengan Dion?"...


..."Aku tidak ada urusan dengan dia. Tapi dia adalah kunci untukku saat ini."...


..."Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."...


..."Dion adalah satu-satunya orang yang bisa menunjukkan padaku dimana Mark berada."...


Kali ini Pria bertato tidak lagi bisa menahan emosinya dan hampir menarik pelatuk senjatanya.


..."Mark? Siapa lagi dia?"...


..."Kau juga tidak tahu siapa Mark?"...


Pria tampan bertato itu tertawa terbahak-bahak.


..."Lantas apa yang kau tahu tentang Dion? Sehingga kau bersedia menolong dan menampungnya? Apa kau juga tidak tahu bahwa Dion adalah anak buah dari Seorang Bos Mafia?"...


..."Aku tahu tentang itu, dia pernah mengatakannya."...


..."Bagus, dengar! Mark adalah Bos mafia dari Klan Kamora. Dia melakukan perdagangan gadis-gadis kecil di bawah umur mengatasnamakan jaringan ku.!"...


..."Sekarang, aku menjadi buronan Internasional karna ulahnya. Dan aku harus segera menangkapnya untuk mem-pertanggung jawabkan perbuatannya....


..."Jadi, katakan padaku, dimana Dion? Atau, aku tidak segan-segan akan menghabisi satu-persatu semua orang yang ada di dekatmu."...


Lagi, Pria tampan bertato itu menyodorkan senjatanya ke leher Aryan.


Drrrtttt drrttt drrrrttt.....


Ponsel Aryan di saku celananya bergetar. Pria bertato itu segera mengambilnya.


...Dion...


...Calling,,,...


..."Uuuhhh, Keledai penunjuk jalan kita memanggil.!"...


Pria bertato itu menggeser panel hijau menerima panggilan dari Dion. Ia menekan loudspeaker.


..."Halo, tuan Aryan! Untunglah kau mengangkatnya, aku fikir telah terjadi sesuatu, aku menghubungi Nyonya Ayla, tapi dia tidak menjawab. Halo, Tuan Aryan? Kau disana?"...


..."Dion. Dion!"...


Aryan berteriak mencoba berbicara pada Dion.


..."Iya Tuan Aryan, saya disini.!"...

__ADS_1


..."Dion, cepatlah kembali.! Dan selamatkan keluargaku."...


..."Tuan Aryan, aku tengah dalam perjalanan kembali ke rumah. Tapi aku mengalami masalah tuan. Beberapa mobil mengejar ku di belakang. Mereka anak buah Mark, Bos ku di dunia Mafia dulu Tuan!"...


..."Apa?"...


..."Tuan, aku tidak peduli dengan nyawaku, tapi Ineke bersama ku Tuan. Tuan, apa yang kau katakan tadi, selamatkan keluargamu? Apa yang terjadi Tuan?"...


..."Dion."...


..."Siapa kau?"...


..."Jangan membuang waktu Dion. Dimana kau? Aku akan datang menyelamatkan mu."...


..."Aku, sedang berada di jalur utama masuk kota."...


Panggilan di akhiri sepihak oleh Pria bertato.


..."Hubungi orang kita yang paling dekat dari tempat itu."...


..."Baik Tuan!"...


Kurang dari 5 menit salah satu anak buah Pria bertato mendapat telepon.


..."Tuan Rain. Mereka sudah siap."...


..."Nyalakan Drone."...


..."Baik Tuan!"...


Anak buah yang memegang ponsel tadi mengatakan pada temannya di ponsel sesuai perintah Bosnya yang ternyata bernama Rain.


Tidak lama kemudian Seorang pengawal mengeluarkan laptop yang di bawa di tas punggungnya. Dan di layar nampak mobil yang di tumpangi Dion dan Ineke tengah di kejar beberapa mobil lain di belakang. Dan dari arah depan datang beberapa mobil lainya, menghadang mobil yang ingin menyerang mobil Dion.


Dion melajukan mobilnya sekencang mungkin meninggalkan mereka. Dan Dion tidak tahu lagi apa yang terjadi disana.


..."Ikuti mobil Dion."...


Dion akhirnya berada di tengah kota. Hari sudah pagi. Ia terus melajukan mobilnya menuju rumah seakan rasa lelah itu tidak ia rasa.


Sesampainya di rumah dengan gerakan cepat, Dion dan Ineke memasuki rumah.


Ayla tengah menikmati sarapan bersama anak-anak.


..."Ayla!"...


Ineke lari berhambur kepelukan Ayla.


..."Hey, kalian sudah pulang? Ada apa?"...


Ineke tidak mampu menjawab, dia hanya menangis begitu kencang.


..."Aunty, ada apa?"...


Arend dan Zico pun ikut merasakan cemas.


Dion masuk rumah dan langsung menanyakan keberadaan Aryan. Ayla menjelaskan jika Aryan semalam pergi ke kantor.


Dion mengusap kepalanya gusar.


..."Ada apa?"...


Ayla bertanya pada Ineke dan Dion yang belum juga memberikan jawaban.


Tak lama kemudian, Bu Nana datang.


..."Permisi Nyonya, ada seorang pria datang, dia bilang, tuan Aryan meminta Dion untuk segera ke kantor. Ada pekerjaan yang harus di selesaikan."...


Tanpa berpikir panjang, Dion langsung berlari keluar. Dia menemui pria yang di maksud Bu Nana.

__ADS_1


..."Dion!"...


Ineke mengikutinya. Mendengar teriakan Ineke, Dion menghentikan langkahnya. Dengan tatapannya yang penuh kesedihan dan kecemasan.


Terlihat air mata Dion dan Ineke yang telah jatuh membasahi pipi.


..."Dion?"...


..."Terimakasih telah mencintaiku."...


Hanya itu kalimat yang Dion ucapkan sebelum akhirnya ia masuk kedalam mobil Pria yang menjemputnya.


..."Dion!"...


Ayla dan Arend mengikuti langkah Ineke ke teras depan dengan tatapan bingung dan cemas.


Ineke kembali memeluk Ayla dan tangisnya semakin keras.


..."Ada apa sebenarnya ke? Jelaskan.!"...


...****************...


Dion sampai di sebuah gedung, ia sendiri tidak tahu dimana kini ia berada. Saat berangkat matanya di tutup dan tangannya di ikat.


Rupanya Rain dan anak buahnya pindah lokasi dari kantor Aryan ke gedung lain. Entah itu markas mereka atau bukan. Meninggalkan kantor Aryan dengan kekacauan semalam.


Meninggalkan 2 mayat tergeletak di ruangan Aryan.


CCTV yang sudah di hancurkan. Dan sisa rekaman yang di hapus.


Dion memasuki gedung itu berjalan tertatih karna matanya yang tertutup. Ia di bawa kedalam suatu ruangan. Aryan juga berada disana. Duduk terikat di sebuah kursi dengan matanya yang juga tertutup.


..."Aaaah.!"...


Dion jatuh tersungkur karna dorongan seorang pria.


..."Dion.!"...


..."Tuan Aryan?"...


Mereka saling teriak dengan keadaan mata yang sama-sama tertutup.


..."Waktu ku tidak banyak, jadi jangan membuangnya....


..."Dion, cepat katakan dimana Mark berada.? Hanya Kau dan teman-temanmu waktu itu yang pernah Mark bawa ke pulau terpencilnya. Tunjukkan padaku dimana pulau itu berada?"...


..."Aku akan mengatakannya, tapi setelah kau mengatakan padaku siapa kau sebenarnya? Dan apa tujuanmu?"...


Rain dengan kasar membuka penutup mata Dion.


..."Rain.?"...


..."Kau masih mengingatku Dion?"...


..."Kau?"...


...****************...


Rain adalah Bos Mafia musuh dari Bos Mafia Dion yang bernama Mark.


Rain juga sama kotornya seperti halnya mafia lain. Tapi ia tidak memperdagangkan manusia. Wanita, apalagi gadis yang masih kanak-kanak.


Rain melakukan perdagangan gelap seperti Senjata Ilegal, Obat, Berlian, Dan Suap Menyuap.


Mark dan Rain adalah 2 Klan mafia yang saling bertentangan dan bermusuhan. Mark selalu di bawah Rain dalam segala urusan.


Sampai pada suatu hari, Mark yang melakukan perdagangan gadis-gadis di bawah umur itu mengatas namakan semua kejahatannya atas nama Rain dan Klan mafia Rain Cosa.


Dion yang mencoba menyelamatkan, membawa gadis-gadis itu kabur dari pulau menggunakan Kapal Boat. Akhirnya tertangkap ketika kapal Boat itu tengah hampir mencapai tepi lautan.

__ADS_1


Dion akhirnya di hajar dan di buang sembarang sampai terseret ke tepi laut dan di tolong oleh Aryan.


__ADS_2