Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
INEKE AKAN MENIKAH


__ADS_3

Rain berpamitan pada Ayla dan anak-anak, Ia juga menyampaikan salam untuk Aryan. Ineke mengantarnya sampai depan pintu.


..."Aku ada sesuatu untukmu."...


Ineke hanya diam memperhatikan. Rain mengeluarkan sebuah benda dari kantong saku jas nya.


..."Itu?"...


..."Tadinya aku berencana akan memberikan ini saat tahun baru di Seoul. Tapi? Sudahlah, sekarang lebih baik."...


Rain memberi Ineke hadiah kecil sebuah kalung mainan yang Ineke lihat waktu itu di Myeongdong Street. Sebuah kalung yang talinya berwarna hitam berbandulkan giok bulan sabit warna hijau.


Ineke menerimanya. Bahkan terlihat seutas senyum di bibirnya kala melihat benda itu, tapi saat ia hendak meraih benda itu, Rain menggenggamnya lagi. Ineke melihat ke arah Rain dengan tatapan bingung.


..."Boleh saya pakaikan, Nona Ineke?"...


Rain meminta izin untuk memasangkannya di leher Ineke.


Ineke membalikkan badan. Mengangkat rambut panjangnya ke arah depan. Hingga memudahkan Rain untuk memasang kalung itu di lehernya.


Setelah selesai. Ineke menghadap ke arah Rain.


..."Cantik."...


...****************...


...'Berdosakah aku saat ini ya Allah? Aku telah mempermainkan hati seorang pria, aku memang tidak yakin jika dia benar mencintaiku, tapi aku yakin dengan hatiku jika tak ada sedikitpun menyimpan perasaan cinta untuknya. Seluruh hatiku di penuhi oleh satu nama. Hanya satu nama. Aku berharap, kau hanya menginginkanku sesaat Tuan Rain. Dengan begitu, aku pun tak akan merasa bersalah padamu.'...


Ineke memang tidak mencintai Rain, dalam pikirannya setiap saat hanyalah Dion. Ia tersiksa, ia nelangsa, hampa. Tapi ia sendiri tak tahu bagaimana cara menyembuhkannya.


...****************...


Setelah mendengar keputusan Ineke. Aryan dengan terpaksa menyetujui. Ia tidak lagi bisa melarang Ineke. Karna ini memang hidupnya.


Dengan perjuangan keras Aryan mendapatkan maaf dari Ayla istrinya. Ayla juga menyadari jika Aryan melakukan itu karna rasa bersalahnya pada Dion dan rasa bertanggung jawabnya pada Ineke sepeninggalnya Dion.


Hal pertama yang harus dilakukan adalah Rain Cosa menjadi seorang Mualaf. Prosesi itu di laksanakan di sebuah masjid pada hari Jum'at. Hingga baru nantinya dia bisa melakukan proses selanjutnya, yakni ijab qobul untuk mengesahkan Ineke sebagai istrinya.


Dua kalimat syahadat dengan lancar, lantang dan benar Rain ucapkan. Pak Kiyai menyarankan agar Rain menerima bimbingan kilat dari Ustadz untuk mengenal Islam dengan benar.


..."Saya yang akan mengajarinya pelan-pelan pak."...


Ineke memberikan jawaban. Pak Kiyai senang mendengarnya.


Aryan berbicara bersama Pak Kiyai di dalam masjid. Ayla, Zico dan Ineke juga di dalam. Sedangkan Rain berada di luar masjid bicara dengan Cen.


..."Apa aku bisa bicara denganmu?"...


Arend menemui Rain.

__ADS_1


..."Kau ingin mengatakan sesuatu?"...


Rain menyadari jika Arend sama halnya dengan papahnya Aryan, yang kurang suka dengan dirinya.


..."Tinggalkan kami Cen.!"...


..."Tidak perlu, dia bisa mendengarkan semuanya."...


Rain memasukkan tangan kanannya kedalam saku celana. Ia lantas menghadap ke arah Arend. Mereka berdua terlihat gagah dengan 2 versi berbeda.


..."Katakan!."...


..."Dia bukan hanya sekedar aunty bagiku, bahkan kedekatan ku dengannya melebihi kedekatan ku dengan papah ku. Setelah kau menikahinya. Kau akan menjadi segalanya untuknya. Kau bukan hanya teman hidupnya di dunia. Tapi kau juga akan menjadi syurganya di akhirat. Jika kau sampai melukainya. Ingatlah, aku, Arendra Putra Aryan. Tidak akan pernah takut dengan darah dan senjata mu. Kau pasti mengerti maksudku, Tuan Rain."...


Arend lekas meninggalkan Rain setelah mengatakan isi hatinya. Ia memang sangat menyayangi aunty nya itu, Ineke adalah ibu ke dua baginya. Dan Arend akan selalu menjaga orang-orang yang disayanginya.


..."Kau mulai menyukai anak ini bos? Aku menyukainya."...


Cen berpendapat. Untuk sejenak Rain hanya diam saja. Ada satu kalimat yang tak bisa ia mengerti.


..."Apa kau tahu apa itu yang di maksud dengan Syurganya di Akhirat Cen?"...


Cen hanya bisa menggeleng dan mengendikkan bahu.


...****************...


..."Sayang,! Apa kau masih lama?"...


Aryan terus berteriak memanggil istrinya yang tengah berada di dalam kamar mandi.


..."Apa sih? Kamu mau pakai kamar mandi?"...


Ayla keluar sambil menata baju tidurnya dengan benar.


..."Tidak, tapi aku mau pakai kamu."...


Aryan dengan nakal meraih tubuh Ayla. Ia melingkarkan tangannya pada pinggang Ayla memeluk bagian perut lalu menarik tubuh Ayla hingga jatuh terjerembab di atas kasur.


..."Aaaahh, Mas Aryan!"...


Aryan seperti tak bisa menahan ia mulai menciumi ceruk leher Ayla yang sontak membuat Ayla tertawa ngakak karna kegelian.


..."Mas Aryan hentikan. Mas Aryan.? Mas Aryan dengar. Ayla lagi dapet."...


Sontak Aryan menghentikan tingkah nakalnya.


..."Kok bisa?"...


..."Lah, kan Ayla perempuan Mas.?"...

__ADS_1


..."Tapi kan tiap hari udah Mas Tanemin benihnya!"...


..."Iiihh Mas?"...


..."Kok gak jadi sih Ay?, harusnya jadi dong Ay, aku kan pengen ada bayi lagi."...


..."Ya emang belum di kasih Mas, gimana sih?"...


..."Aaah, kita bikin kita bikin kita bikin."...


Aryan kembali merangkul tubuh Ayla dan menindihnya di bawah tubuhnya.


..."Mas Aryan?!"...


Ayla mendorong dada Aryan. Menahan aksi nakal suaminya. Aryan melihat manik Ayla dalam.


..."Ya gak bisa sekarang Mas! Gak boleh.! Ya Allah,, kenapa engkau memberikan otak pada suami hamba hanya setengah!"...


..."Apa? Otak ku? Setengah?"...


Aryan tidak terima, ia menggelitik perut Ayla sebagai balasan, tawa mereka sangat kencang, sampai terdengar menggema di seluruh ruang kamar. Senangnya jika suami dan istri bisa akur dan bahagia.


...****************...


Hari libur sekolah tinggal beberapa hari lagi. Setelah tahun baru, tanggal 3 Januari sekolah Arend dan Zico akan kembali aktif.


Dan hari ini, Ineke yang di temani Arend berziarah ke makam Dion. Ia melafalkan doa-doa, membacakan ayat suci Al-Quran. Lalu menabur kelopak-kelopak bunga dengan harapan semoga tempatnya saat ini pun sangat indah.


..."Aku akan menikah, aku akan menjadi pengantin Dion. Aku akan menjadi milik orang lain. Kau tahu? Tak sedetik pun kau lepas dari benakku. Kau selalu hadir dalam mimpi-mimpiku, Tapi itu justru sangat menyakitiku Dion. Aku sangat menderita. Kenapa kau hadir hanya untuk menorehkan sakitnya rindu yang tak akan terobati? Aku tahu mungkin ini salah. Tapi maaf."...


Ineke menangis mengatakan isi hatinya. Entah itu salah atau benar, tapi Ineke benar-benar ingin mengungkapkannya. Mengurangi sedikit beban berat yang terasa sesak di dada.


Arend memberikan Ineke sapu tangannya. Lalu mereka keluar dari Tempat Pemakaman itu.


Saat hendak memasuki mobil. Sebuah mobil Sport mewah berhenti di dekat mobil mereka. Pintunya di buka. Itu Rain yang datang.


Rain sebelumnya mencari Ineke di rumah. Dan mendapat informasi dari orang rumah jika Ineke tengah berziarah ke makam Dion.


..."Boleh kah aku meminta sedikit waktu?"...


Arend mengikuti kemana mereka pergi. Begitupun dengan 4 Bodyguard yang menemani.


Rain membawa Ineke ke sebuah tempat, seperti Boutique baju pengantin. Tapi ini terlalu mewah. Ini adalah Mall miliknya Rain Cosa yang tidak di ketahui banyak orang.


Karna selain dunia Mafia. Rain juga bergerak di dunia bisnis dan industri. Meski ia hanya menggunakan tangan kanan sebagai pelaksananya. Dan menyembunyikan identitas aslinya.


..."Aku tidak menginginkan ini semua Tuan Rain. Aku hanya ingin memakai gaun sederhana."...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2