
Saat Arend sampai di dalam rumah. Dia menggelengkan kepala.
..."Kita tunggu sebentar lagi."...
Seluruh pintu dan jendela rumah di kunci. Bahkan Penjaga gerbang utama juga di minta Arend untuk masuk.
Dalam benak Arend, jika malam itu ada mobil yang mengejar dan ada yang datang menyelamatkan. Berarti juga akan ada dua kubu yang datang menargetkan mereka.
Tapi, Orang-orang yang barusan datang itu mencari aunty nya Ineke, itu artinya, target utama mereka adalah Dion. Dan mereka datang dari kubu yang mengejar.
Aunty nya Ineke adalah orang yang paling penting saat ini dalam hidup Dion. Orang yang sangat di cintai Dion, itu artinya mereka mencari Ineke hanya untuk di jadikan sebagai umpan agar Dion datang pada mereka.
Dan orang-orang bertatto huruf C yang di maksud Papahnya adalah pasti mereka yang malam itu datang menghadang mobil yang mengejar Dion.
..."Apa semua baik Arend?"...
..."Iya Mah, mereka akan menyelesaikannya di luar. Kita tunggu saja."...
Prediksi Arend saat ini adalah. Orang-orang yang di maksud Papahnya pasti akan segera tiba. Dan mereka berdua akan saling berhadapan.
Siapa yang memenangkan pertarungan itu, dia lah yang akan dapat membawa mereka. Arend berharap jika orang-orang yang bertatto huruf C lah yang akan memenangkan pertarungan itu.
..."Mah, boleh Arend pinjam ponsel mamah?"...
Ayla memberikan ponselnya pada Arend. Arend melihat berita utama di internet.
Berita pembunuhan di kantor Papahnya menjadi Topik Utama. Ternyata benar kata Papahnya jika semua itu sudah di selesaikan dengan baik.
Dalam Headline itu di beritakan. Jika Tuan David kolega Tuan Aryan telah mempunyai Affair kepada sekretaris Tuan Aryan yakni Ibu Gita.
Mereka melakukan pertemuan di kantor Tuan Aryan dan terjadi perdebatan. Perkelahian antara mereka menyulut emosi Tuan David sehingga menembakkan peluruh ke kepala Ibu Gita, dan Tuan David melakukan bunuh diri setelahnya.
Bahkan ada foto mayat mereka yang tergeletak di lantai dalam Wacana Berita itu. Dimana dalam gambar di tangan kanan Tuan David terdapat senjata api. Dan itu peluruh yang sama yang di gunakan Tuan David untuk membunuh Gita dan melakukan bunuh diri.
Arend memberikan Ponsel Ayla yang berisi berita itu pada Mamahnya. Lalu Ayla memberikannya pada Ineke. Zico masih sibuk membaca buku yang di berikan Arend padanya. Ia tidak menyadari situasi mencekam yang terjadi.
Selama setengah jam mereka menunggu. Arend melihat keadaan diluar depan gerbang dari kamar lantai atas. Benar saja. Terjadi pertarungan di sana.
Lokasi rumah Aryan jauh dari jalan Raya. Bahkan jauh dari tetangga. Katakan saja tidak punya tetangga.
Rumahnya yang besar, mewah dan halaman luas. Mempunyai jalan yang di bangun pribadi hanya untuk menuju rumahnya dari jalan raya. Gerbang utama nya tidak bisa di lihat dari jalan raya.
__ADS_1
(Bayangkan saja Designe rumahnya kurang lebih seperti itu.)
Arend memperhatikan pertarungan itu, salah satu kubu telah menang. Arend tidak yakin siapa kah pemenang pertarungan itu, karna dari penglihatannya dengan jarak pandang yang jauh, bagi arend mereka semua terlihat sama, memakai setelan celana dan jas hitam.
Terlihat seseorang menembak Gerbang utama hingga terbuka. Dan mereka masuk menuju pintu utama.
Arend sangat cemas. Ia sebenarnya merasa takut jika yang masuk itu bukanlah Orang-orang Papahnya.
Arend langsung berlari keluar. Dia menyuruh Mamanya, Aunty dan Zico masuk kedalam kamar Zico. Menguncinya dari dalam. Dan Arend akan memastikan dulu siapakah mereka yang datang.
Zico mulai heran. Ada apa? Kenapa? Di tambah Ayla yang sudah menangis dan Aunty Ineke yang panik.
..."Tidak Arend, jangan keluar, biar mama yang menemui mereka."...
..."Mah, tidak ada perdebatan. Dengar. Jangan bersuara. Jika mereka bukan Orang nya Papah, yang di carinya hanyalah Aunty. Arend akan memastikan mereka jika Aunty telah pergi dari rumah."...
..."Mamah, Arend, ada apa?"...
..."Diamlah Zico! Dan menurutlah."...
Ayla memeluk Zico mencoba memberikan ketenangan. Sedangkan hatinya sendiri dalam situasi tegang. Putra nya yang pemberani telah membahayakan dirinya untuk melindungi keluarga.
..."Kita harus berangkat sekarang."...
Salah seorang pria berbicara pada Arend. Arend langsung berlari mengetuk pintu kamar. Ayla dan Ineke sangat kaget.
..."Mah, ini Arend. Mereka datang Mah. Ayo cepat."...
Ayla mencari Bu Nana yang ayla suruh untuk berdiam diri di kamar. Ia berpamitan. Dan meminta agar di doakan semoga di beri keselamatan.
Dengan tatapan cemas dan penuh kebingungan Bu Nana melepas kepergian Nyonya nya dan keluarga yang katanya akan pergi liburan.
...****************...
...FLASH BACK ON...
..."Aku akan membantu mu Rain, tapi kau harus memenuhi syarat ku."...
..."Apa kau sedang bercanda Dion?"...
__ADS_1
Rain tertawa terbahak-bahak.
..."Aku serius Rain."...
..."Apa kau tidak lihat posisimu saat ini Dion?"...
Rain mengarahkan senjatanya ke kepala Dion.
..."Kau tidak akan melakukannya Rain. Kau tidak akan mendapat keuntungan. Jika kau membunuhku sekarang, kau tidak akan bisa menemukan pulau itu, dan kau tetap menjadi Buronan internasional."...
Rain menarik kembali senjatanya.
..."Okay, apa syaratnya!"...
..."Kau harus berjanji untuk melindungi keluarga Tuan Aryan. Dan mengumpulkan kembali mereka bersama."...
..."Dion!"...
Aryan berteriak pada Dion yang seakan telah menyerahkan hidupnya pada Rain untuk menggantinya dengan kehidupan dirinya bersama keluarga.
..."Kau orang yang terkenal sangat menepati janji dan sangat membenci penghianat bukan? Buktikan itu Rain."...
..."Baik, Akan aku penuhi permintaanmu. Cen?!"...
Rain memanggil Orang yang di percaya sebagai tangan kanannya yang bernama Cen.
..."Iya Tuan."...
..."Segera bawa Tuan Aryan ke rumah. Dan berikan perlindungan pada keluarganya."...
..."Baik Tuan."...
..."Tidak, aku tidak akan kemana-mana, aku tidak akan meninggalkanmu Dion. Dan tentang penjagaan. Apa kau lupa siapa aku? Aku bisa menempatkan Polisi TNI Agen untuk menjaga dan mengawal ku juga keluarga ku. Jika semuanya tidak secepat ini, dan aku tidak sedang dalam posisi sekarang ini."...
(Dalam hati Aryan ini sebagai pelajaran untuk kedepannya agar menempatkan pengawalan yang ketat dan bodyguard bagi dirinya dan keluarganya. Dia lengah merasa selama ini hidup tanpa musuh, dan hanya mempekerjakan pengawal sewaan ketika sedang dalam perjalanan saja.)
..."Tuan Aryan, tidak ada perdebatan. Bagaimana dengan Nyonya Ayla dan anak-anak?"...
..."Dan menurutmu bagaimana pandangan mereka terhadapku yang pulang seorang diri meninggalkanmu Dion? Kau akan menjadi seorang pengantin Dion. Ineke menantimu, kau tahu betapa besar ikatan antara Ayla dengan Ineke. Dan jika aku pulang tanpamu, bagaimana aku akan menghadapi Ayla, Arend, dan Zico? Bahkan putraku Zico menganggapmu lebih dari seorang pengawal. Aku tidak akan sanggup untuk itu. Aku sudah memutuskan. Akan ikut bersama kalian."...
Rain sempat merasakan sesuatu di hatinya. Kesetiaan antara Dion dan Aryan yang begitu dalam. Yang belum tentu bisa ia dapatkan dari orang-orangnya.
__ADS_1
...FLASH BACK OFF...