
Sadar jika tangannya kini tengah di genggam erat oleh Aryan. Arend segera menariknya. Di dalam hatinya ia masih merasakan penolakan.
Arend Lalu berjalan menjauh. Mendekat ke arah mamanya.
..."Apa dia baik-baik saja mah?"...
..."Arend, dia sudah lebih baik sekarang sayang, suhu nya sudah menurun. Ini sudah malam, tidurlah. Besok Zico pasti sudah bangun."...
Arend yang sudah mengantuk menurut apa kata mamanya. Saat ia melewati Papanya, ia menatapnya sebentar dengan tatapan tajam lalu memalingkan pandangannya kembali lurus memasuki kamar.
..."Tuan Dion, anda bisa istirahat di ruang tengah. Kami tidak punya cukup kamar."...
..."Iya, baik, terimakasih nona Ineke."...
Ineke pergi ke kamarnya, ia juga merasa jika dirinya sudah keterlaluan dalam hal ini, biar pun dia yang menemani Ayla sepenuhnya saat berada di titik terendah, tetap saja, Aryan adalah suaminya, dan Ayla mencintainya.
Ineke pergi meninggalkan Ayla dan Aryan berdua di ruangan itu, yang sedang menemani Zico. Ineke ingin memberikan kesempatan bagaimana Aryan bisa memperbaiki semua kesalahannya.
Ineke juga penasaran dengan cerita hidup Aryan dan Zico. Tadinya Ineke berpikir jika Zico anak Aryan dengan penampilan bule seperti itu, artinya Aryan mempunyai wanita lain dari negara luar.
Tapi Zico mengatakan jika dia bukanlah putranya Aryan, jadi siapa Zico? Dan bagaimana dengan Nesa? Bukankah usia Zico yang sama dengan usia Arend juga seharusnya seusia dengan anaknya Nesa?
..."Ataukah mungkin anak yang di kandung Nesa keguguran? Atau mati? Lalu mengadopsi Zico? Aaaaahh, apa yang kupikirkan, tapi, dimana Nesa sekarang?"...
...****************...
Bagaimana menggambarkan hati yang sedang bahagia karna telah bertemu dengan cintanya, bertemu dengan belahan jiwanya.
Sebuah Perasaan yang mampu membuat seseorang menggila. Sebuah rasa yang mampu membuat orang begitu sedih, ataupun bahagia.
Aryan mendekat ke arah Ayla, di lihatnya wanita cantik yang sangat di rindukannya itu dengan tatapan penuh cinta, Ia ingin teriak bahagia, namun air matanya juga lolos dengan begitu mudahnya.
Aryan membelai lembut kening Zico yang terlelap, ia merapikan rambut depan putranya yang sedikit berantakan.
Ingin sekali rasanya tangannya itu kini berpindah untuk menjamah Ayla sang belahan jiwa. Namun Aryan terpaku takut jika hal itu akan menjadi salah. Hingga kembali menjauhkan dirinya dari Ayla.
..."Tidurlah, biar aku yang menjaga Zico."...
Aryan melihat ke sekeliling yang sepi dan lengang.
__ADS_1
..."Kami tak mempunyai cukup kamar, kamu bisa tidur di sofa."...
Ayla beranjak, tatapan mata Aryan mengikutinya, Ayla masuk ke kamar lalu kembali keluar dengan membawa satu bantal dan selimut.
Ia meletakkan ke dua benda itu di atas sofa menatanya dengan rapi.
..."Aku akan ikut menjaga Zico, dia adalah putraku, bagaimana aku bisa membiarkan kamu yang malah lelah menjaganya."...
..."Seorang ibu tidak pernah merasa lelah menjaga anak-anaknya. Dia memang bukan putraku, tapi dia sangat mendambakan kasih sayang dari seorang ibu. Dan aku ingin memberikannya."...
...'Kau wanita yang sangat baik Ayla, apa aku pantas jika kembali ke dalam hidupmu dan bersanding denganmu? Aku bahkan tidak pantas untuk sekedar menjadi temanmu, atau pun menerima kebaikan hatimu ayla'...
..."Ayla, Arend?"...
..."Kamu bisa melihatnya sendiri dengan jelas."...
Kini Aryan menunduk berusaha menyembunyikan tangisnya.
..."Maaf. Maaf...
..."Kenapa kamu pergi Ayla? Kenapa kamu meninggalkanku, apalagi kamu sedang mengandung Arend anak kita?...
..."Aku sangat kehilangan dirimu, saat kau pergi aku pun serasa kehilangan arah hidupku. Aku seperti patung yang hidup....
..."Aku mencoba mencari mu Kemana-mana Ayla, setiap saat. Aku berusaha begitu keras agar bisa kembali bertemu denganmu, aku berharap begitu sangat agar bisa menemukanmu."...
..."Untuk apa kamu melakukan itu Mas? Untuk apa? Kenapa kamu ingin mengikatku dalam lingkaran yang begitu menyakitkan dan menyiksa....
..."Kenapa kamu tidak melepaskan dan membiarkan aku melanjutkan hidup ku tanpa menjadi bayang-bayang hubungan mu dengan Nesa?...
..."Untuk apa lagi kamu mencari ku, jika hidup dan cintamu adalah wanita lain?...
..."Apa kau ingin aku kembali agar bisa menjadi Istri Partner Ranjang mu Mas? Apa itu yang kau inginkan? Hanya menjadikan ku sebagai pelampiasan hasrat mu?"...
Mereka berdua berargumen dalam tangis yang terasa menyesakkan dada.
..."Tidak, kumohon jangan bicara begitu. Aku tidak menganggap mu atau pun menginginkanmu seperti itu."...
..."Hah, apa mas lupa dengan apa yang mas katakan pada ku waktu itu? Aku memang istri sah mu, tapi kau tidak memandangku dengan cinta, Kau hanya menganggap ku sebagai Istri Partner Ranjang."...
__ADS_1
Tangis Ayla benar-benar tidak bisa lagi di bendung. Ineke yang sedari tadi menguping akhirnya tidak tahan, dia berhambur memeluk sahabatnya, ia juga ikut terisak.
Dion hanya terdiam dari kejauhan, meski ia bisa mendengar semua isi percakapan mereka.
..."Maaf. Maaf."...
..."Seandainya kata maaf itu cukup untuk mengobati semua sayatan luka yang telah kau beri Mas. Aku pun akan menerimanya."...
..."Bagaimana caranya aku bisa memperbaiki semua kesalahanku Ayla? Tolong katakan padaku bagaimana aku bisa menyembuhkan luka di hatimu?"...
..."Tidak Mas, tidak ada yang aku inginkan, kau bisa kembali pulang esok setelah Zico sadar."...
..."Kau tidak mau memberikanku kesempatan Ayla? Kau tidak ingin memberikan kesempatan padaku untuk bisa memperbaiki semua kesalahan-kesalahan ku. Kau tidak mau memaafkan ku Ayla?"...
..."Aku sudah memaafkan mu Mas. Tapi itu tidak cukup untuk mengobati dan menyembuhkan lukaku."...
..."Baiklah, berikan aku kesempatan untuk bisa mengobati semua luka-luka itu Ayla."...
..."Kamu sangat egois Aryan, bagaimana kamu ingin membawa Ayla kedalam situasi yang sama? Dengan menjadikannya salah satu dari istri-istri mu?"...
..."Apa maksudmu ke?"...
..."Kau memiliki Nesa dalam hidupmu, apa kau lupa itu? Dan kau masih ingin membawa Ayla juga?"...
..."Nesa sudah tiada ke, dia sudah meninggal."...
Sontak kalimat Aryan membuat Ayla dan ineke terkejut secara bersamaan.
..."Meninggal?"...
..."Nesa meninggal sesaat setelah melahirkan Zico."...
..."Zico? Tapi dia anak bule? kau ingin mengarang cerita?"...
..."Iya, Zico berdarah luar, Nesa mencurangi ku ketika ia berada di Paris. Tapi percayalah, jauh sebelum aku mengetahui Nesa mencurangi ku, aku sudah jatuh cinta padamu Ayla, kamu ingat hari-hari yang kita lalui bersama? Aku sendiri tidak yakin dengan pasti kapan perasaan itu tumbuh. Tapi sungguh Ayla aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Kumohon percayalah."...
..."Maaf Mas, Maaf."...
..."Selain Ayla, ada satu hati lagi yang harus anda taklukkan tuan Aryan. Putramu, Arend.!"...
__ADS_1
Sejujurnya, Ineke juga ingin melihat sahabat dan keponakannya itu agar bisa hidup bahagia. Hanya saja dia sendiri bingung bagaimana caranya, dia takut jika Aryan belum berubah. Dan akan kembali melukai perasaan sahabatnya itu, apa lagi keponakannya, Arend. Ineke tidak mau jika sampai hal itu terjadi.