Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
PENJELASAN RAIN


__ADS_3

Ineke mencoba menenangkan pikirannya, ia sadar ada Arend dan Zico yang masih di bawah umur. Akhirnya Ineke menghentikan tangisannya.


Arend memberikan segelas air putih pada aunty nya.


..."Ke, sebenarnya ada apa? Ayo ceritakan?!"...


..."Iya Aunty, ada apa? Kenapa Aunty datang sambil menangis?"...


..."Tidak Zico, Ay, aunty hanya sedih karna Dion."...


Sesaat Ineke menghentikan ucapannya. Air matanya kembali menganak sungai.


..."Dion kenapa?"...


Arend benar-benar sudah tidak sabar.


..."Dion, dia, dia tidak bisa menikahi Aunty dalam waktu dekat ini Ay?"...


Ineke berbohong tidak ingin jika kedua keponakannya merasa cemas terlebih takut.


Ayla dan Zico mempercayainya. Beda hal nya dengan Arend. Ia terus mencoba mencari kejujuran dari mata Ineke yang tak kunjung ia temukan.


..."Kenapa Aunty? Kenapa Dion tidak bisa menikahi aunty?"...


..."Dia sangat sibuk dengan pekerjaannya saat ini Zico, Kamu lihat sendiri kan? Baru datang langsung di ajak Papah mu bekerja?"...


Arend meminta Zico untuk beristirahat agar kakinya lekas sembuh. Arend menyuruh Zico agar menggunakan kamar bawah saja. Mengingat betapa repotnya tadi pagi menyuruh penjaga rumah mengangkatnya turun ke bawah.


Ayla masuk ke kamar. Ineke juga ke kamarnya, ia menbersihkan diri. Tangisnya pecah saat di dalam kamar.


Terdengar suara ketukan pintu kamar Ineke.


..."Arend?"...


..."Boleh Arend masuk aunty?"...


Arend melangkah masuk meski belum mendapatkan izin.


..."Aunty tahu? Aunty bukanlah orang yang profesional untuk berbohong, aunty harus lebih banyak berlatih."...


..."Arend?"...


..."Ceritakan dengan jelas."...


Ineke paham kemampuan keponakannya yang cepat tanggap dengan situasi. Ineke akhirnya menceritakan yang sebenarnya pada Arend.


Tanpa mereka sadari Ayla tengah berada di depan pintu hendak menemui Ineke dan mendengar semuanya.


Ayla masuk dengan cepat, menangis memeluk Ineke.


Belum juga reda suasana, Bu Nana sudah datang mengetuk pintu.


..."Nyonya! Apa Nyonya Ayla di dalam?"...


Arend membuka pintu.

__ADS_1


..."Nyonya, ada polisi datang mencari Tuan Aryan."...


..."Polisi?"...


..."Iya Nyonya."...


..."Baik Bu Nana, suruh tunggu sebentar, saya datang."...


Ayla hendak bangkit. Otak Arend yang bergerak cepat menghentikan langkah Ayla.


..."Tunggu mah.!"...


..."Iya Arend?"...


..."Jika mereka menanyakan tentang Papah sekarang, katakan Papah sedang keluar kota, dan kita tidak tahu kapan Papah akan kembali"...


..."Tapi?"...


..."Percaya sama Arend ma!"...


Ayla pun keluar, di ikuti Ineke dan Arend.


..."Maaf mengganggu, dengan Ibu Ayla?"...


..."Iya Pak, saya yang bernama Ayla, ada apa pak?"...


..."Kami sedang mencari Tuan Aryan Bu, untuk kami tanyai sebagai saksi. Atas terjadinya pembunuhan di kantornya tadi malam."...


..."Apa? Pembunuhan?"...


..."Papah sedang tidak di rumah Pak."...


..."Dimana dia?"...


..."Dia tengah melakukan perjalanan ke luar kota untuk bisnis. Bapak bisa kembali lagi setelah Papah kami datang."...


..."Kapan Tuan Aryan akan kembali,?"...


..."Kami tidak tahu pak, Papah tidak mengatakannya. Kenapa Bapak tidak coba tanya pada sekretaris Papah atau orang kantornya? Kami anggota keluarga tidak begitu mengerti tentang urusan kantor Papah."...


Arend menjawab sebisa mungkin untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan lanjutan dari polisi.


..."Baiklah, berikan kami nomor telponnya."...


Arend memberikan nomor papahnya pada Polisi.


..."Baik, kami permisi dulu."...


..."Tunggu pak, siapa korban dalam pembunuhan ini?"...


..."Ada dua korban Bu Ayla. Tuan David, dan Ibu Gita. Jika kalian mempunyai informasi yang dapat membantu. Tolong segera informasikan kepada kami. Kami permisi dulu."...


Ayla hendak mengatakan sesuatu kembali namun tangan Arend yang terasa dingin memegang tangan Ayla menghentikannya.


..."Arend?"...

__ADS_1


..."Tenang mah, kita tidak akan dapat memecahkan Masalah apapun jika kita panik sekarang."...


Padahal hatinya sendiri sedang bergemuruh. Namun Arend sebisa mungkin mencoba untuk tenang.


..."Arend merasa ada yang tidak beres ketika papah menerima telepon itu dan pergi ke kantor. Itu sebabnya Arend berbohong pada mereka mah, jika kita mengatakan pada mereka papah semalam kekantor. Maka Papah akan menjadi terduga tersangka. Arend yakin bukan papah pelakunya."...


..."Apa ini ada hubungannya dengan Dion dan jaringan mafianya?"...


..."Aku juga memikirkan hal yang sama Aunty.! Tapi, jika semalam mereka sudah menemukan Dion, untuk apa mereka menemui papah? Dan menghabisi Tuan David dan Gita?...


..."Satu lagi,aunty bilang, beberapa mobil tiba-tiba datang menghadang mobil yang mengikuti mobil kalian kan?"...


Arend tampak berpikir, menyusun pecahan-pecahan puzzel yang berserakan.


...'Siapa mereka,?'...


...****************...


Setelah membuka mata Dion, Rain juga membuka penutup mata Aryan.


..."Apa yang sebenarnya terjadi Rain? Aku tidak mengerti. Aku sudah tidak ada hubungannya dengan dunia gelap itu lagi. Kenapa kau mencariku?"...


..."Mark telah menggunakan nama ku atas kejahatannya memperdagangkan gadis-gadis kecil itu. Kau tahu apa yang terjadi setelah kau di lempar dari Kapal?...


..."Polisi Laut yang berpatroli melihatnya. Dan mengejar Kapal Boat yang terdapat gadis-gadis kecil itu berada. Teman-teman mu mati atas baku tembak yang terjadi disana. Kau berhasil menyelamatkan mereka Dion, gadis-gadis kecil itu di kembalikan ke keluarga mereka masing-masing dengan selamat....


..."Tapi sialnya, Nama yang terdapat dalam daftar itu adalah namaku. Rain Costa. Br*ngs*k!"...


Rain kembali tersulut emosi.


..."Tapi apa alasanmu sampai kau membunuh Tuan David dan Gita?"...


Kini Aryan membuka suara.


..."Mereka? Ooohh, hampir aku melupakan tentang mereka."...


Rain mengembangkan senyumnya.


..."Kau tahu siapa Tuan David, Tuan Aryan? Dia adalah salah satu bandit Perjudian Ilegal, dia bekerja sama dengan Mark. Itulah awalnya Mark menemukanmu Dion. Karna melihat kalian yang sedang meeting bekerja sama dengan David....


..."Kau ingat saat David menghubungi kalian yang berada di desa untuk segera pulang? Itu semua hanyalah permainan Mark, ia hanya ingin memastikan sekali lagi jika itu memang benar kau Dion."...


..."Dari mana kau tahu semua itu? Atau kau hanya mengarang cerita?"...


..."Pengawal pribadi David Adalah orang ku, Saat kau kembali ke desa. Mark sudah siap dengan penyerangannya pada kalian. Tapi dia terhenti karna di desa tiba-tiba Tuan Aryan membawa begitu banyak TNI, Polisi dan semuanya. Aku salut padamu tuan Aryan. Kau bisa melakukan semua itu....


..."Karna itulah, aku membunuh David, yang bisa menjadi ancaman bagiku suatu saat."...


..."Lantas, kenapa kau juga membunuh Gita?"...


..."Karna dia menerima uang dari David untuk memata-matai kalian. Bukan kah sudah seharusnya dia ikut David pergi, Tuan Aryan?"...


Aryan mencoba mencerna semua yang di katakan Rain, ini semua terjadi secara tiba-tiba. Di luar akal sehatnya.


Aryan tidak pernah menyangka, menolong Dion yang sekarat pada waktu itu bisa membawa mereka pada situasi yang sulit dan rumit seperti saat ini. Meski begitu, Aryan tidak pernah menyesali dirinya yang sudah menolong Dion. Aryan hanya bingung dengan semua yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2