Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
DERITA HATI


__ADS_3

Meski hubungan nya kini sering mengalami pertengkaran, Nesa tetap akan kembali luluh kedalam pelukannya Aryan, mungkin karna rasa cinta Nesa yang begitu besar, hingga Nesa tidak sanggup jika harus berlama lama marahan sama Aryan.


Malam ini, Nesa akan datang ke pesta pernikahan teman lamanya, Aryan sudah berjanji akan menemani. Dan tibalah Aryan dan Nesa di sebuah hotel tempat acara berlangsung. Di sebuah gedung dengan ruangan VVIP.


Saat menyalami pasangan pengantin, Aryan kaget, karna mempelai pria adalah Aaron, mantan kekasih Ayla.


Aaron tampak enggan untuk menerima jabatan tangan dari Aryan, apalagi dilihatnya Aryan yang datang bersama dengan Nesa, bukan dengan Ayla, Aaron tidak merasa mengundang salah satu dari mereka, namun melihat Nesa yang tampak akrab dengan mempelai wanita yang telah sah menjadi istrinya kini, itu ber arti jelas bahwa mereka datang karna undangan dari istri nya kepada Nesa yang ternyata adalah teman lama.


Setelah beberapa saat, Aaron datang menghampiri Aryan yang tengah berdiri sendiri sambil memberikan segelas minuman kepadanya, entah dimana Nesa yang pergi meninggalkan Aryan sendirian.


..."Dunia ini ternyata memang sempit, kita hanya berputar-putar di sini-sini saja."...


Aaron membuka percakapan.


Aryan hanya menenggak seteguk minuman yang di berikan Aaron tadi, tanpa berniat membalas obrolan dari Aaron.


..."Bagaimana kabar Ayla?, lama aku tidak pernah melihatnya, bahkan nomornya juga tidak bisa ku hubungi."...


Aryan tetap sibuk menenggak minumannya tanpa ingin membalas obrolan Aaron.


..."Jika kamu memang begitu tidak menginginkan Ayla, kenapa tidak kamu lepaskan dia, biarkan dia melanjutkan hidupnya yang lebih baik,."...


..."Apa yang kau tahu tentang diriku dan Ayla? Diamlah jika kau tidak tahu apa-apa."...


Balas Aryan dengan nada suara nya yah tegas.


..."Cih, lihat lah dirimu, Pria Munafik yang Egois."...


Tiba-tiba terdengar suara musik dari alat piano yang di mainkan dengan sangat lembut oleh seseorang, semua orang tampak menoleh ke arah stage, lampu-lampu yang menerangi gedung di redup kan, dan ada sebuah lampu yang menyorot tajam ke arah stage tempat beradanya piano di mainkan.


...'Nesa,'...


Aaron menyunggingkan senyum sinisnya.


..."Seperti nya, kekasihmu akan mempersembahkan sebuah lagu untuk mu."...


Aaron berbicara dengan nada yang terdengar seperti cibiran.


Nesa mulai memainkan alat piano di depannya dengan jari jemarinya yang lentik. ia membawakan sebuah lagu berjudul:


*Gambaran hati."


"Sebuah kisah,,,, ku tuliskan dalam lagu,,,,


Ku ceritakan gambaran hatiku


Sungguh sakit, aku tak mampu


Saat dirimu pergi, tinggalkan ku


(Aryan mulai jalan mendekat)

__ADS_1


Hancur semua, tiada lagi yang tersisa


Dirimu berubah dan kini berpaling muka


Saat sayang-sayangnya, kau telah mendua


kau berikan hatimu untuknya


(Nesa menatap mata Aryan dengan air mata yang sudah menganak sungai, begitupun Aryan , yang juga mulai sedih karna menyakiti perasaan kedua wanitanya.)


Perih, Luka yang engkau berikan,


Namun ku bersabar,,,, walau ku tak bisa,,,


Sakit, Ku terima kenyataan Diriku engkau sisihkan


Dirimu tak setia".


......................


..."Kamu percaya dengan karma Aryan? Aku percaya bahwa karma itu ada, dan kamu pasti akan menerimanya suatu saat nanti."...


Aaron pergi meninggalkan Aryan setelah mengucapkan kalimat itu.


...****************...


..."Tidak tidaaaak Aryaaann Aryan jangan ARYAAANNN....."...


Ayla memeluk erat Ineke dengan rasa ketakutan.


..."Tenang, tenanglah, itu hanya mimpi, kamu mimpi buruk Ayla."...


Ayla menangis sesenggukan, ia benar-benar takut jika mimpi nya itu adalah sebua kenyataan.


..."Kamu mimpi apa Ayla? Ceritakan padaku."...


Ayla hanya menggelengkan kepalanya pelan.


..."Baiklah, jika tidak ingin cerita tidak apa-apa, sekarang tidurlah lagi, ini masih malam, baru jam 1."...


Ayla menoleh ke arah jam dinding, iya benar saja baru jam 1 malam.


Ayla mengusap kasar mukanya dengan kedua tangannya, lalu ber anjak ke kamar mandi, setelah keluar ia mengenakan mukena ingin melakukan shalat malam. Dan Ineke karna mengantuk ia kembali tidur.


...****************...


Beberapa bulan telah berlalu, kini perut Ayla nampak sudah besar membulat, terlihat lucu dengan postur tubuhnya yang kecil mungil.


Sejak memasuki bulan ke 9, Ineke melarang Ayla untuk ikut datang ke kios, mereka juga mempunyai seseorang berjasa membantu bantu di kios. Tapi Ayla masih bisa melakukan aktifitasnya mengajar les bahasa Inggris untuk anak-anak sekitar.


...****************...

__ADS_1


Di tempat lain.


Aryan sedang terlihat cemas mondar mandir di depan pintu ruang operasi. Ia tengah menunggu dengan cemas Nesa yang sebentar lagi akan melahirkan. Karna posisi bayi sungsang dan Nesa juga mengalami pendarahan maka di putuskan untuk melahirkan secara caesar.


Setelah kurang lebih satu jam. Dokter dan beberapa suster keluar dari ruangan. Aryan lekas berhambur menghampiri sang dokter.


..."Bagaimana dok,?"...


Aryan langsung menghampiri Dokter yang baru saja keluar dari ruangan operasi.


..."Bayinya sudah lahir dengan selamat pak, tapi, kondisi ibu Nesa sedikit sulit, dia terlalu banyak kehilangan darah, sekarang masih belum sadar, sebaiknya bapak menemui ibu Nesa nanti setelah siuman."...


..."Anak saya dok?"...


Untuk sesaat dokter dengan pandangan yang sulit di artikan menoleh ke arah suster, begitu pula ekspresi suster yang kurang bisa di mengerti.


..."Bapak bisa menemui bayi nya di ruang NICU, biar suster yang mengantar anda ke sana, sekarang, saya harus permisi dulu."...


...----------------...


Di kios INELA.


ponsel Ineke bergetar.


Drrrtttt,,,,, drrrtttt,,,,,, drrrttt,,,,,,


Tanda panggilan masuk.


...*Ayla...


...Calling,,,,,,,...


"Iya ay, Assalamu'alaikum"


^^^"Wa'alaikum salam, Ke, pulang sekarang ya, sepertinya aku akan segera melahirkan, aku merasa perutku sebentar sebentar sakit, ini namanya kontraksi deh ke, ada cairan juga yang keluar meski sedikit."^^^


..."Ya Allah, iya Ay, iya, langsung otw sekarang, aduh, keadaan kamu sekarang gimana? Kamu baik saja kan? Aduh, Ay, kamu tunggu aku bentar ya, eh, aku telfon mobil sehat desa aja ya buat nganterin kita ke bidan nantinya. kamu siap siap ya."...


Ineke terdengar panik tapi juga ada rasa gembira yang menyelimuti, lalu ia bergegas meninggalkan kios hanya dengan berteriak tidak jelas pada mbak yang membantu di kios.


..."Aku pulang dulu Akak, Ayla akan segera melahirkan, aku titip kios dulu Akak."...


Teriak Ineke pada mbak yang di panggil nya Akak itu sambil berlalu mengendarai motor nya.


Singkat cerita, kini mereka sudah berada di suatu ruangan di tempat bidan dengan nuansa serba putih, dan di tembok terpasang beberapa poster ibu dan bayi, serta tulisan-tulisan tentang ibu dan bayi.


...'Ya Allah, sakit.'...


Ayla menahan rasa sakit kontraksi orang yang akan melahirkan.


..."Ya Allah ya Tuhanku, permudahkan lah, dan Jagan kau Sukarkan, karna engkaulah yang maha memudahkan, segala yang susah adalah mudah bagi-Mu, Ya Allah,,, sempurnakanlah dengan kebaikan, dengan Rahmat mu, Ya Ar-hamar raahimiin."...

__ADS_1


__ADS_2