
Belut Adalah Jenis hewan air yang tidak bisa bertahan hidup di darat, karna itu dalam hukum Islam belut itu halal.
Belut juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, Menjaga kesehatan tulang. Meningkatkan kesehatan kulit, untuk turunkan risiko stroke. Mencegah anemia. Membantu meningkatkan konsentrasi. Meningkatkan kekebalan tubuh. Dan masih banyak lagi.
Selain itu Belut juga rasanya sangat enak, dan gurih.
Ini pertama kalinya Zico mencoba makanan itu, ia sempat ragu sebelum akhirnya memasukkan sepotong kecil belut oseng bumbu pedas buatan Ayla, dan Zico langsung suka, dia sampai nambah nasinya.
Saat tengah asyik makan sambil ngobrol, ponsel Ineke berdering. Sebuah panggilan video WA.
..."Nomor baru?"...
..."Angkat aja Ke, siapa tahu itu penting."...
Sesuai saran Ayla, Ineke menggeser panel hijau ke atas. Langsung nampak wajah Aryan memenuhi layar.
..."Allah!"...
Ineke kaget.
..."Ada apa?"...
Ayla, Arend dan Zico serentak bertanya. Lalu Ineke menunjukkan layar ponselnya ke semua.
..."Papah.?"...
..."Zico."...
Arend dan Ayla hanya diam.
..."Arend, apa kabar!"...
Aryan berusaha mengajak putra dinginnya itu berkomunikasi.
..."Baik."...
Jawab Arend sambil menunduk dan kembali menyuapkan nasi dari piringnya.
..."Wah, kalian sedang makan?"...
..."Iya Pah, lauk nya sangat aneh, tapi sangat enak Pah, kalau papah pulang, papah harus cobain menu ini, ini yang masak Tante Ayla sendiri lho Pah."...
'Kalau papah pulang?'
..."Iya Zico, Papah masih harus di sini untuk beberapa hari, ada sedikit masalah, kamu jadi anak yang baik ya, jangan nakal."...
..."Siap pah, Zico senang sekali disini pah."...
Zico terlihat sangat bahagia.
..."Ayla, bisa kita bicara?"...
Alih-alih menjawab Ayla malah balik bertanya.
..."Dari mana kamu punya nomornya Ineke?"...
..."Oh, aku minta sama Dion."...
Ineke membulatkan matanya sambil menggeleng ke arah Ayla yang menatapnya.
__ADS_1
..."Kalau kamu mau ngobrol, ngobrol saja sama anak-anak, aku mau istirahat."...
Ayla pergi meninggalkan meja makan.
..."Jadi sudah saling tukar nomor?"...
Bisik Ayla di telinga Ineke saat berlalu.
..."Sudah, tutup telfon mu, kalau kamu mau bicara sama Zico, telfon saja ke hp nya, Zico kan juga punya hp."...
..."Sebentar, itu juga yang mau aku tanyakan, Zico, kenapa ponsel kamu tidak bisa di hubungi?"...
..."Oh iya, Maaf pah, Zico lupa tidak nyalain hp Zico sama sekali hari ini. Nanti Zico telfon papah ya."...
Seusai makan, Zico yang melihat Arend membantu Ineke membersihkan meja makan, dan merapikan dapur pun ikut gabung. Ia benar-benar tidak menyangka, Arend anak laki-laki yang pendiam tapi bersikap begitu peduli.
Ayla merasa sedikit gelisah malam ini, pikirannya berkecamuk. Aryan tidak dapat lepas dari isi kepalanya.
Meski ia sudah menunaikan shalat, mengaji, tapi hatinya masih merasa kurang nyaman.
..."Sebenarnya ada apa denganku?, Kemarin saat dia disini, aku ingin dia pergi, sekarang dia pergi aku merasa kesal."...
Zico melakukan panggilan video Dengan Aryan di kamar Arend. Zico dan Arend tidur sekamar.
..."Pah, aku sudah ngantuk, aku tidur dulu ya? Badan Zico juga terasa pegal semua. Tadi Zico berjalan ber meter meter. Zico juga berkali kali terpeleset jatuh saat di sawah, jalanya licin dan berlumpur semua. Huuuaaaaahh, Zico menguap lalu menaruh ponselnya di atas meja dekat ranjang tidur."...
Dalam sekejap Zico sudah mendengkur, sepertinya dia benar-benar lelah. Arend menghampirinya, menyelimuti tubuh Zico dengan benar, lalu dia duduk di samping Zico di atas ranjang, ia memijit pelan kaki, dan betis Zico.
..."Arend, kamu tidak perlu melakukan itu,"...
Arend terkaget, ternyata panggilan video di ponsel Zico masih on.
..."Arend, apa kamu mau memaafkan papah? Papah akan melakukan apapun untuk memperbaiki kesalahan papah."...
..."Arend, mau kah kamu memanggilku papah?...
Arend meraih ponsel itu dan mematikannya. Lalu ia pun berbaring memejamkan mata di samping Zico.
Hari hari berlalu dengan tenang, meski terkadang sedikit risih karna harus menjawab dan meladeni para tetangga atau warga desa yang bertanya.
Jika Ayla, dia masih bisa berusaha sabar meladeni ibu-ibu yang bertanya padanya. Tapi Ineke, ia lebih sering terpancing emosi.
Seperti pagi ini saat ia baru pulang dari pasar, ia membanting belanjaan sayur, bumbu dan barang-barang lain dengan keras dan kasar.
Ayla melihatnya dengan tatapan bingung.
..."Kenapa?"...
..."Itu, ibu Salimah, yang jualan ikan di pasar, ghibah mulu kerjaannya. Sebentar bertanya, Sudah saya jawab, eh sebentar lagi mengeluarkan pendapatnya yang tidak-tidak. Dasar penggosip."...
..."Husss, jangan sembarangan, nanti di denger anak-anak....
..."Memangnya Bu Salimah ngomong apa?"...
..."Dia bilang kalau katanya kamu itu pembantu nya Aryan, dan akhirnya hamil sama majikan mu, dan sekarang majikan mu si Aryan datang mau mengambil Arend anak nya. kan gak masuk akal. Dasar mulut ember."...
..."Ya udah lah, biarin aja, lagian orang yang dekat dengan kita kan yang tahu kita."...
..."Aku juga masih ingat, dulu dia yang lemes banget mulutnya ngatain aku perawan tua, anaknya sendiri saja malah pacaran sama suami orang. Dasar."...
__ADS_1
..."Makanya, nanti kalau Dion sudah melamar, langsung di terima. Biar mulut Bu Salimah gak lemes lagi."...
Ayla tertawa.
..."Apa an sih, aku sama Dion gak ada apa-apa kok."...
Ayla malah tertawa lebih keras.
...****************...
..."Dion, apa semuanya sudah siap?...
..."Sudah tuan."...
..."Dion, aku ingin kamu segera mencari tanah yang mau di jual. Beli seluas yang kita butuhkan untuk mendaratkan heli, sepertinya, aku akan lebih sering untuk bolak balik datang dan pergi ke tempat itu."...
..."E', baik tuan."...
..."Jam berapa kira-kira kita bisa sampai disana?"...
Aryan berada di dalam mobil sedang melakukan perjalanan menuju rumah Ayla.
..."Sepertinya Tenga malam tuan."...
..."Baiklah, aku akan tidur dulu sekarang, bangunkan aku jika kita sudah sampai."...
...****************...
Pukul 01:15. Suasana desa sangat sepi dan lengang. Udara juga terasa sangat dingin, suara-suara binatang malam khas pedesaan terdengar jelas di telinga. Aryan hanya datang berdua dengan Dion.
Dion mulai mengeluarkan barang-barang dari mobil, Aryan mengetuk pintu, cukup lama, sepertinya semuanya sudah terlelap.
..."Apa belum ada jawaban tuan?"...
..."Sepertinya mereka semua sudah terlelap Dion, sekarang juga sudah jam 1 malam lebih."...
..."Kalau kita tidak di bukakan pintu, kita bisa mati kedinginan di luar sini tuan."...
Tiba-tiba pintu di buka, Ayla keluar sambil mengucek mata, setelah mendengar ketukan pintu yang sempat di abaikan, ia mendengar seperti ada orang yang berisik di luar.
Ayla menggunakan baju tidur terusan polos bahan satin warna pink muda, baju itu tanpa lengan, ia juga tidak memakai kerudung, rambut hitam, panjang dan bergelombang ya terlihat sangat indah memanjakan mata kaum pria.
Dengan body nya yang sekarang lebih berisi tapi pas. Sungguh pemandangan menggoda yang bisa membuat gila pria yang melihatnya.
..."Siapa?"...
Suaranya serak khas orang baru bangun tidur, dan meski matanya sudah bisa melihat sekelilingnya, ia masih belum sadar akan penampilannya.
Aryan dengan gerakan cepat merangkul tubuh Ayla kembali masuk rumah, menutup pintu dan meninggalkan Dion yang masih di luar menenteng 2 koper besar.
..."Aaaaahh"...
Teriak Ayla kaget.
..."Apa yang kamu lakukan? Aryan?"...
..."Diamlah, kau memperlihatkan aurat mu, ada Dion diluar."...
Seketika Ayla baru sadar, ia melihat penampilan dirinya sendiri sekarang.
__ADS_1
Ineke keluar kamar karena mendengar Ayla berteriak. Ia kaget dan hampir teriak sebelum akhirnya kedua tangannya refleks menutup mulutnya sendiri.
Pemandangan yang horor.