
Satu malam di Kota Seoul Korea Selatan telah terlewati dengan bahagia. Kini agenda liburan mereka mulai di jalankan.
Tempat pertama yang akan mereka kunjungi adalah Istana Gyeongbokgung, sebuah Istana yang sangat indah dan keren. Istana terbesar dari 5 Istana yang di bangun di dinasti Joseon.
Ayla, Ineke, Arend dan Zico di arahkan untuk mengenakan pakaian tradisional negara ginseng ini terlebih dahulu, HANBOK.
Ayla dan terlebih Ineke sangat senang memakainya. Mereka tidak henti-henti nya tertawa dan terus meminta salah seorang Bodyguard untuk mengambil gambar mereka.
Zico terlihat sangat lucu. Ia seperti pangeran Inggris dengan jubah kerajaan Korea. Dan tingkahnya semakin lucu dengan memerankan adegan seakan dia adalah pangeran muda yang gagah dan pemberani.
Beda halnya dengan Arend. Sepertinya dia sedikit merasa menyesal telah memboyong keluarganya ke negri ini. Ekspresinya jelas terlihat jika ia tertekan.
Arend hanya bisa berekspresi masam. Dan tambah Bad mood ketika Elis sang pemandu wisata memaksanya untuk mengenakan HANBOK juga.
Ineke dan Ayla bertingkah seperti seorang ratu dan selir Istana, Ayla hanya bisa tertawa melihat Ineke yang begitu menghayati lakonnya.
Tapi saat melihat aunty nya yang kembali ceria, Arend akhirnya merasa lega. Tidak sia-sia pengorbanannya menggunakan HANBOK yang menurutnya aneh ini di banding dengan kebahagiaan aunty nya yang telah kembali.
Mereka mengelilingi Istana, mempelajari sejarah, sesekali Ineke menunjuk antusias ke arah titik-titik tempat yang pernah di lihatnya dalam serial Drakor.
...****************...
Jam menunjukkan pukul 2 siang hari waktu Korea Selatan. Setelah menunaikan kewajiban mereka kini tengah menyantap makan siang.
Tak henti-henti nya mereka membahas kembali keseruan dan kekonyolan yang tadi mereka lakukan.
..."Andai Dion masih ada, dan kami menikah, dia juga pasti akan membawa ku keliling dunia."...
Ineke berbicara sambil tersenyum seakan ia tengah membayangkan hal yang bahagia itu.
Arend dan Zico menghentikan makannya, Ayla menatap Ineke dengan tatapan sendu dan hampa.
Sadar dengan suasana yang tiba-tiba berubah, Ineke kembali tertawa.
..."Ooohhh, ayolah, aku tidak apa-apa, aku tidak akan menangis, aku hanya sedang merindukannya. Tidak masalah kan?"...
Ineke melebarkan senyum mencoba kembali mencairkan suasana.
..."Iya, kita semua juga merindukannya."...
Ayla mengelus tangan sahabatnya. Ineke membuang nafas kasar, seakan melepas beban di dadanya yang terasa berat. Lalu kembali tersenyum.
Setelah makan siang usai. Mereka kembali melanjutkan ke destinasi wisata tempat-tempat yang lainnya. Hingga malam pun tiba. Kembali ke hotel untuk mengistirahatkan tubuh.
Ineke sudah terlelap. Ayla belum juga bisa tidur. Meski ia sudah mendarus ngajinya, membaca 2 bab novel kesukaannya. Ia masih tetap tidak merasa mengantuk.
Benda pipih itu tiba-tiba setia dalam genggamannya. Hingga jam menunjukkan pukul 12 malam. Aryan belum juga ada tanda-tanda membalas pesan singkat nya yang di kirimnya sejak siang tadi.
...*TING,,,...
1 Notif. *Aryan
"Ay, sudah tidur? Mas baru sempat pegang hp"
^^^"Belum Mas, mana bisa tidur, gak ada partner ranjangnya."^^^
__ADS_1
^^^✓✓^^^
"Maafin Mas ya, nanti kalo udah ketemu terserah kamu deh mau apain ranjangnya, Mas ikhlas."
^^^"Iiihh, pikirannya"^^^
^^^✓✓^^^
"Kamu cantik banget, pakek pakaian itu tadi di foto, kaya ibu hamil."
^^^"Ya Allah,,, bilang aja istrinya gendut."^^^
^^^✓✓^^^
Tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul 2, Ayla baru tertidur sambil melakukan panggilan video Dengan Aryan.
...****************...
Pagi ini mereka terlambat dari yang sudah di jadwalkan. Seharusnya mereka sarapan pagi dan bisa melanjutkan wisatanya saat pukul 8, tapi ini sudah jam 9. Dan mereka baru selesai sarapan. Mereka tengah berada di Parkiran Hotel. Menunggu Driver mengambil mobil.
Tiba-tiba sebuah mobil Sport jenis Rolls Roys warna hitam berhenti di depan mereka. Kaca mobilnya terbuka. Nampak seorang pria tampan tengah berada di jok kemudi.
..."Tuan Rain?"...
Rain membuka pintu, keluar dari mobilnya, Sepatu pantofel hitam yang mengkilap, dengan setelan jas hitam dan kaca mata hitam. Rambut yang Tertata rapi dan klimis. Pria Cassanova sang Bos Mafia Klan Rain Cosa.
..."Selamat pagi."...
..."Selamat pagi Tuan Rain. Kau masih menginap disini? Aku fikir kau sudah pergi."...
Lagi, mata dengan tatapan tajam itu tak pernah lepas dari Ineke, yang sukses di buat salah tingkah olehnya.
Arend melihatnya dengan tatapan kurang suka.
..."Apa kau ada urusan dengan kami Tuan Rain? Jika tidak, kami harus segera permisi."...
Arend pasang badan.
..."Ehmm, aku merasa bosan berdiam diri di hotel. Bolehkah aku ikut jalan bersama kalian?"...
..."Apa kau bercanda?"...
Arend mengeluarkan senyum Smirk nya.
..."Apakah boleh, Nyonya Ayla?"...
Kini Rain mencoba meminta izin pada Ayla.
..."Sebenarnya, ini liburan keluarga Tuan Rain. Ha ha ha. Tapi, jika kau memaksa. Silahkan."...
Rain tersenyum senang mendengarnya. Arend melihat ke arah mamanya Ayla. Ayla hanya mengendikkan bahu.
..."Nona Ineke? Mau kah kau menemaniku dalam perjalanan?"...
..."Mobil Limousine kita cukup luas, Tuan Rain."...
__ADS_1
..."Kalau begitu, biar aku yang menumpang pada mobil kalian, tidak masalah kan Tuan muda Zico?"...
..."Kurasa tidak. Masih cukup."...
Rain semakin mengembangkan senyumnya.
..."Mobil mu Tuan Rain?"...
1001 cara Arend lakukan agar Rain tidak ikut serta dalam acara keluarganya ini.
..."Biar Cen yang mengurusnya."...
Rain membuka pintu, mempersilahkan mereka untuk masuk menaiki mobil. Atau sebenarnya ingin membukakan pintu untuk Ineke.
..."Terimakasih Tuan Rain."...
..."Sama-sama Nyonya Ayla."...
Mobil yang mereka naiki pun mulai membelah jalan kota Seoul. Elis akan membawa mereka ke tempat *Myeongdong Street.
Myeongdong Street* adalah sebuah permukiman yang menjadi salah satu tempat wisata terbaik di Seoul, tempat ini merupakan tempat belanja favorit, terdapat berbagai macam toko, perusahaan terkemuka, dan kantor-kantor pemerintahan.
3 buah mobil mewah yang mereka naiki berhenti di area parkir, itu sedikit mengundang perhatian.
Ayla menggandeng tangan Ineke melihat keindahan tempat ini, semua wanita pasti akan suka jika sudah membahas tentang belanja.
Zico menyeret tangan Arend kesebuah toko yang menjual karya seperti robot. Tapi tradisional. Arend mulai menyukainya. 4 pengawal mengikutinya.
Ayla dan Ineke ke arah lain melihat-lihat Aksesoris yang asli di buat dari kerajinan tangan. Tuan Rain terus mengekor pada mereka.
Ayla mengambil sepasang gelang yang jika di sandingkan akan mengeluarkan Cahya biru yang sangat indah saat di kegelapan.
..."Aku akan membeli ini. Aku akan memakainya bersama Aryan."...
Ayla terlihat sangat senang, seperti ABG yang baru jatuh cinta. Isi kepalanya hanyalah Aryan Aryan dan Aryan.
Ineke tersenyum senang melihatnya.
..."Kau tidak ambil?"...
Ineke hanya menggeleng sambil tersenyum.
..."Kalau kau mau, aku akan membelikannya untukmu."...
Rain menawarkan. Yang justru membuat kecanggungan di antara mereka. Ayla yang sempat terdiam akhirnya tersenyum kembali. Ia mulai yakin sekarang.
..."Tidak, terimakasih."...
Mereka berpindah ke toko yang lain. Ineke melihat sebuah kalung mainan. Kalung berwarna hitam dengan bandul giok hijau, berbentuk bulan sabit.
Ia memegangnya sebentar, dengan senyum yang mengembang, lalu melepaskannya lagi.
..."Jika belanjanya sudah selesai. Kita akan melanjutkan perjalanan untuk trip malam kita Nyonya Ayla."...
Elis memberi instruksi. Trip Malam pertama di kota Seoul.
__ADS_1