Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
DATANG KE RUMAH SEBELAH


__ADS_3

...*My Love My Life...


...Calling,,,...


Ineke menelpon.


Rain menghirup nafas dalam mencoba kembali tenang. Cassandra marah, ia berusaha merebut ponsel Rain.


..."Hentikan, Cassy! Atau aku tidak akan bersabar lagi."...


Cassandra dengan nafasnya yang memburu terpaksa menghentikan kelakuannya. Rain melangkah ke luar. Mereka tengah berada di Kapal Boat saat ini. Rain berada di Out Door dengan View hamparan laut luas. Ia menggeser panel hijau.


..."Halo, sayang?"...


"Rain? Pulau mu sangat indah, aku tengah bersama Cen saat ini. Dia bahkan membawaku melihat tempat-tempat lain. Ini luar biasa."


Suara Ineke terdengar sangat antusias.


..."Apa kau senang, sayang?"...


"Tentu saja, Rain. Ini luar biasa. Andai saat ini kamu yang menemani aku, aku pasti lebih bahagia lagi, aku ingin naik ke mercusuar, ingin melihat sekitar dari ketinggian."


..."Aku akan menemanimu lain kali."...


Cassandra keluar, ia yang masih belum mengenakan bajunya mulai mendekat ke arah Rain.


..."Sayang, aku harus pergi sekarang, nanti aku hubungi lagi."...


Rain memutus panggilan cepat, ia takut jika Cassandra berbicara yang bukan-bukan dan bisa di dengar oleh Ineke.


Rain hendak melangkah meninggalkan Cassandra. Tapi Bian datang. Mereka memang tengah membicarakan perdamaian antar 2 Klan. Yang sepertinya kini akan lebih sulit.


..."Kau sangat seksi, Cassandra.!"...


Bian memuji Cassandra. Rain melepas jasnya, memberikannya pada Cassandra, namun Cassandra enggan menerima. Ia berpaling. Rain memakaikannya dari belakang. Rain hanya berusaha melindungi dan menghargai Cassandra. Rain lantas melangkah.


..."Tunggu, Rain. Kita akan menyelesaikan urusan kita. Aku akan menunggumu di Rumah sebelah malam ini."...


Cassandra melangkah mendekati Rain.


..."Kau harus datang, atau pulau ini akan banjir dengan darah segar. Entah kau, atau aku yang akan mati."...


Cassandra melangkah pergi setelah mengatakannya.


..."Kenapa kau tidak melepas Ineke saja, Kak? Ini kesempatan kita, untuk bisa berdamai dengan Klan Nostra. Bahkan Ayah Cassandra akan bebas sebentar lagi. Posisi kita tidak sekuat dulu Kak, Nama mu sudah pernah berada dalam daftar Operasi Internasional. Dan Kau juga bisa kembali pada Cassandra seperti dulu, Kak."...


..."Aku mencintai Ineke, Bian. Aku tidak bisa kehilangan dia. Atau pun meninggalkannya. Untuk sesaat aku memang merasa bimbang. Cassandra kembali datang, itu mengingatkanku akan memory-memory lama. Tapi aku tidak bisa, Bian. Aku sangat mencintai Ineke."...


Rain mengeluarkan sebatang rokok. Bian memantikkannya. Menghisap lalu mengepulkan asap itu ke udara.


..."Jika Cassandra mengangkat senjata, aku akan melawannya. Kita sudah sering mengalaminya. Jika kau ingin mundur. Pergilah. Bawa Bibi dan Bianca ikut bersamamu."...


Rain sudah mengambil keputusan. Ia tidak menerima tawaran Cassandra untuk berdamai dengan syarat meninggalkan Ineke dan kembali padanya.


Rain tidak menampik jika gelanyar gelora dalam tubuhnya naik saat Cassandra mendekatinya. Tapi itu sudah terasa berbeda. Ada bayangan Ineke yang tersenyum di kepalanya saat ia terpejam menerima rangsangan dari Cassandra.


Rain tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti yang Aryan lakukan hingga kehilangan Ayla bertahun-tahun lamanya.

__ADS_1


...****************...


..."Kau harus membantuku, Bian."...


...****************...


Ineke menyambut kedatangan Rain, ia berlari berhambur kedalam pelukan Rain. Rain membalasnya dengan mengecup pucuk kepala ineke dan mengelus lembut rambut Ineke.


..."Apa semuanya baik, Tuan Rain?"...


Cen datang menanyakan perkembangan. Ia tahu apa yang di lakukan Bosnya hari ini. Ineke melepas pelukannya. Ia melihat ke arah Cen sebentar lalu kembali menatap manik Suaminya.


..."Apa ada masalah, Rain?"...


Ineke mencoba mencari tahu. Ia bertanya dengan lembut.


..."Semuanya akan baik-baik saja."...


Rain kembali mengecup pucuk kepala Ineke, Ineke tersenyum tipis. Tiba-tiba senyum itu hilang. Pandangan Ineke menangkap bekas tanda kepemilikan di leher Rain. Ineke menyentuh lembut area itu. Perasaan Ineke tidak enak tiba-tiba. Ia berpikir ke arah sana.


Rain hampir mundur. Ia tahu apa yang di perhatikan Istrinya. Rain menelan salivanya kasar, ia terlihat panik sekarang. Ineke menatapnya dengan tatapan sayu.


...'Bodoh, kenapa aku tidak mengantisipasi hal ini?'...


..."Rain?"...


..."Kau harus percaya padaku, Ke."...


Rain membawa Ineke kedalam pelukannya. Memeluk istrinya sangat erat.


Ineke merasa air matanya ingin jatuh sekarang, degup jantung suaminya terdengar jelas di telinganya. Ia sendiri merasa jantungnya seperti tertusuk sesuatu.


...'Semoga aku salah.'...


...****************...


Rain gelisah. Cassandra tengah menunggunya di rumah sebelah, ia belum mempersiapkan apapun. Ia dilanda kebingungan sekarang.


Rain berada di Mini Bar yang ada di rumah, ia memang sudah tidak menyentuh minuman-minuman itu semenjak berbaikan dengan Ineke. Namun ia dilanda kecemasan. Dan ia datang ketempat ini seorang diri malam ini.


Cen datang.


..."Nona Ineke, Tuan Rain?"...


..."Dia sudah tidur."...


..."Kenapa anda masih disini?"...


..."Cassandra menungguku di rumah sebelah, Cen."...


..."Kau sudah mendapatkan kesempatanmu yang ke dua dari Nona Ineke Tuan. Ia mengabaikan tanda di lehermu karna berusaha mempercayaimu."...


..."Cassandra pasti akan mengangkat senjata, Cen."...


..."Kita akan berperang, Tuan Rain."...


..."Aku takut dia akan melukai Ineke."...

__ADS_1


..."Apa kau melupakan Tuan Aryan, Tuan Rain? Dia memang tidak mengangkat senjata. Tapi di belakangnya pasukan berseragam siap melindunginya dan keluarganya."...


..."Kau benar, Cen. Tapi Ineke ada disini sekarang, dan Cassandra tidak akan tinggal diam. Aku sangat hafal dengan wataknya, Cen."...


..."Kita bawa pergi Nona Ineke pagi ini, Tuan Rain. Kau bisa mengulur waktu sampai heli datang."...


..."Kau benar Cen, aku tidak takut dengan kematian ku, tapi aku takut jika sesuatu terjadi pada Ineke. Dia akan lebih aman bersama Tuan Aryan sekarang. Urus penerbangan Ineke pagi ini. Biarkan dia pulang kerumah keluarganya dulu. Setelah semuanya selesai. Aku akan menjemputnya kembali."...


Cen mengangguk. Ia lekas pergi. Ia harus membawa Ineke keluar dari pulau secara sembunyi. Pagi ini juga.


Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Rain tersenyum lalu pergi melangkah menemui Cassandra di rumah sebelah.


...****************...


Ineke bergeliat. Ia merasa tidak enak tiba-tiba. Ia meraba kasur di ruang sebelahnya. Kosong. Rain tidak ada disana. Ia terbangun. Tiba-tiba lampu kamar dinyalakan.


Ineke membulatkan mata kaget.


..."Apa yang kau lakukan disini?"...


Bian bersandar di dinding. Ia menampilkan senyum Smirknya.


..."Kau takut Kakak Ipar?"...


Ineke hanya diam enggan menjawab. Bian naik ke atas kasur, Ineke mundur. Bian hanya duduk di tepian.


..."Tenang lah, aku tidak akan melakukan apa pun padamu untuk saat ini. Masih ada banyak waktu untuk kita nanti.!"...


Ineke turun dari ranjang. Ia berlari hendak keluar. Cen tiba-tiba datang, hampir saja mereka tabrakan.


..."Cen?"...


Ineke merasa sedikit tenang sekarang. Bian hanya tersenyum sinis sambil memalingkan muka.


..."Apa yang kau lakukan disini, Bian?"...


Cen datang untuk menyuruh Ineke bersiap. Karna penerbangan akan dilakukan pukul 4 pagi. Tapi justru dikagetkan dengan adanya Bian di kamar.


Bian bangkit dengan senyum sombongnya. Tangan Cen sudah mengepal. Ingin sekali rasanya Cen menghajar muka Bian yang menyebalkan itu.


..."Aku kesini hanya untuk menjemput kakak ipar."...


Untuk sesaat Cen berpikir. Tugas untuk membawa Ineke kembali ke rumah Aryan diberikan Rain pada dirinya. Tidak mungkin jika Bian yang akan membawa Ineke.


..."Apa maksudmu?"...


..."Ada hal yang harus Kakak Ipar ketahui, Cen. Kau bahkan hanya diam saja, meskipun kau mengerti apa itu"...


..."Apa yang di maksud Bian, Cen?"...


Ineke merasa takut, sedih, panik, semua bercampur aduk.


..."Dia tidak akan mengatakannya Kakak Ipar. Ikutlah denganku, agar kau bisa melihatnya sendiri."...


Ineke merasa ragu, cukup lama ia terdiam. Tapi akhirnya ia mengangguk, ia merasa ini ada kaitannya dengan tidak adanya Rain saat ini di kamar.


..."Kau tidak boleh pergi Nona Ineke."...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2