
Aryan mulai menarik nafas dalam, mempersiapkan diri untuk memulai cerita hidupnya.
...FLASHBACK ON...
..."Aku memanglah bukan anak papah ay, dulu aku anak jalanan, hidup di jalan, mengamen, mengemis, bahkan juga mencopet, aku tidak tahu pasti bagaiman masa kecilku, aku tidak tahu siapa kedua orang tuaku, yang ku ingat, aku hidup bersama dengan mereka sesama anak jalanan yang tidak jelas....
..."Kata mereka, usia ku saat itu 15 tahun, saat pertama kali bertemu dengan mamah, wanita cantik yang sangat baik dan lembut, aku mencopet tas mama waktu di jalan dekat pasar, aku tertangkap oleh massa, orang-orang menghajar ku, dan aku di bawa ke kantor polisi, tapi mama sama sekali tak menyalahkan ku, bahkan mama sempat tak sengaja terkena pukul seseorang di wajahnya ketika berusaha menolongku, aku melihatnya berteriak dan terus mencoba menolongku, saat itu hatiku terenyuh, begitu damai, bagaimana bisa seseorang yang sudah ku jambret tasnya malah membelaku dan ingin menolongku....
..."Sesampai nya di kantor polisi, aku di masuk kan kedalam sel yang dekat dengan meja petugas. Disana wanita baik itu terus berteriak agar polisi membebaskan ku, tapi polisi bersikukuh akan menunggu suami wanita itu....
..."Iya, itulah pertama kalinya aku bertemu dengan Papah yang menjemput mama di kantor polisi, sesampainya Papah disana, Polisi mengeluarkan ku dari sel, Papah yang melihat wajah mama terkena luka bekas pukul tak bisa menahan emosi nya, ia memang sangat mencintai mamah, itulah pertama kalinya Papah memukul ku, dan percayalah, itu pukulan pertama Papah padaku, yang ku fikir akan menjadi pukulan terakhirnya, dan aku salah, ia kembali memukulku ketika di depan mu kemarin,"...
Mas Aryan tersenyum hambar.
..."Tapi itu memang salahku, aku tidak patuh padanya, hufffff"...
Mas Aryan kembali menarik nafas dalam.
..."Mamah datang seperti malaikat dalam hidupku ay, melihatku dalam keadaan seperti itu, mamah justru menangis, ia merasa sedih, dan berusaha merangkul ku, awalnya aku sempat merasa ragu....
..."Tapi, entah bagaimana, setelah beberapa hari sejak kejadian itu, mamah menemui ku di bawah jembatan bersama dengan papah yang di kawal oleh beberapa polisi....
..."Mamah bertanya padaku, apakah aku bersedia menjadi anaknya, apakah aku bersedia memanggilnya mama? Dan memanggil suaminya Papah? Untuk sesaat aku terdiam. Namun kepalaku mengangguk. Dan di hari itu, mereka membawaku pulang kerumah, memberikan ku nama dan identitas mereka, memberikanku tempat tinggal, dan limpahan kasih sayang, tapi itu tidak berlangsung lama....
__ADS_1
..."Mama sejak awal ternyata sudah sakit, dia mengidap kangker serviks stadium akhir. Setelah 1 tahun lebih aku tinggal bersama dengan mama, belajar menjadi anak dan manusia yang lebih baik, mamah justru meninggalkan kami. Dan mulai saat itu, papah memutuskan untuk tinggal di apartment sendirian, Papah sangat terpuruk dengan kepergian mama. aku tetap hidup di rumah itu dengan pengawasan Bu Mirna, dan beberapa guru les. Hingga aku bisa melanjutkan pendidikan ku secara formal, mempelajari bisnis dari papah, dan menjalankan bisnis papah,...
..."Meski sekarang aku bisa berdiri sendiri dengan pencapaian ku, aku tetap tidak akan bergerak jika itu tanpa Restu papah, jasa yang mereka berikan padaku tidak akan pernah sanggup aku membayarnya, iyaaa, meskipun ketika kemarin papah memutuskan hubungan nya padaku, aku merasa sangat sakit hati, aku terpukul, dengan mudahnya dia menjadikan ku anak, dan dengan mudahnya dia melepas ku, tapi bagiku, dia tetaplah papaku." Kali ini mata mas Aryan sudah menangis....
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, Ayla segera menghampiri hendak membukakan pintu.
..."Assalaamu'alaikum nyonya,"...
Ternyata bu Nana yang datang.
..."wa'alaikum salam, Bu Nana, kenapa datang kemari?, Silahkan masuk Bu.!"...
..."Saya khawatir nyonya, Tuan memang tidak menyuruh saya untuk datang, tapi dia terus menangis sambil berkata. Bagaimana keadaan tuan muda saat ini,...
..."Tuan besar terus mengatakan hal itu ber ulang-ulang nyonya, jadi saya ber inisiatif sendiri untuk menemui tuan muda kemari. Saya hanya ingin memastikan apakah tuan muda dan nyonya Ayla baik-baik saja."...
Aryan hanya diam mendengar penuturan Bu Nana,
..."Alhamdulillah, kami baik baik saja kok Bu, tolong jaga papah untuk kami ya Bu Nana, besok saya akan menemui papah di rumah"...
..."Tapi, sebelum Bu Nana pergi, jika Bu nana mengetahui sesuatu tentang cerita dalam rumah itu, bisakah Bu Nana menceritakannya pada saya? Saya mohon Bu."...
Ayla memohon dengan memegang tangan Bu Nana.
__ADS_1
..."Saya tidak berhak nyonya,"...
..."Bu, saya mohon, saya sudah mendengar kisah mas Aryan, dari cerita mas Aryan sendiri, tapi mungkin kah masih ada hal lain tentang papah yang belum kami ketahui Bu?"...
..."Saya tidak berani nyonya, saya tidak tahu, kalau begitu, saya pamit, saya tidak bisa ber lama lama nyonya"...
...Bu Nana pun pergi meninggalkan rumah Ayla, sedangkan Ayla sendiri merasa pasti masih ada hal lain yang belum ia ketahui tentang papah dan rumah itu....
Ponsel Aryan kembali berdering, kini Aryan tak lagi menghindar dari Ayla ketik menerim panggilan itu.
..."Iya bie, kami sedang dalam perjalanan."...
Ayla dan aryan berangkat menuju apartment dimana Nesa berada, untuk merayakan ulang tahunya, kali ini kami memesan taksi onlin. Karna langit yang sudah mulai mendung lagi.
Saat dalam perjalanan menuju apartment Nesa, awalnya Ayla dan mas Aryan hanya saling diam, sampai pada akhirnya entah kenapa mas Aryan tiba-tiba menautkan bibirnya dengan bibir Ayla, Ayla kaget dan ingin berontak, tapi pada akhirnya ia memilih diam tak bergerak, tak menepis juga tak membalas, tidak munafik, Ayla juga menginginkan hal seperti ini terjadi lagi setelah sekian lama tak merasakannya karna Aryan terlewat dingin seperti kulkas.
Tak berapa lama Aryan melakukanya, karna Ayla pun tak membalas, akhirnya ia menghentikannya dan membuka suara.
..."Jika seandainya Tuhan mempertemukan ku dengan mu terlebih dulu Ay, aku yakin aku akan pasti akan mencintaimu, dan hanya mencintaimu, tapi disini sudah ada Nesa yang terlebih dulu menempati seluruh ruang hatiku....
..."Aku takut tidak akan bisa berbagi hati Ayla, dan aku juga takut tidak bisa berlaku adil padamu. Nesa gadis yang lemah, dia adalah gadis yang di besarkan di panti asuhan, hanya ada aku dalam hidupnya ay, aku tidak akan pernah bisa melepasnya. Begitu pula sebaliknya, dia tidak akan sanggup melepas ku. Aku bisa berbagi ranjang dengan adil padamu, tapi tidak akan sanggup jika harus membagi hati padamu. Maafkan aku Ayla"....
Ayla diam tak bergeming, hanya air matanya yang terus lolos membasahi pipinya, menangis dalam diam dan tanpa suara. Mas Aryan hendak mencium nya lagi, tapi kali ini Ayla menghindar, dengan memalingkan wajahnya. Pak Sopir taksi pun berdehem, mungkin merasa kurang nyaman dengan perbuatan yang mereka lakukan di dalam mobilnya.
__ADS_1
Sekitar satu jam Ayla dan Aryan pun sampai di apartment Nesa. Mereka naik lift menuju lantai atas dimana kamar Nesa berada.