Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
DATANGNYA CASSANDRA


__ADS_3

Ineke dan Rain nampak berjalan beriringan. Rain terlihat sangat keren. Baju tanpa lengan, dan celana pendek warna hitam. Kaca mata hitamnya menambah pesonanya.


Matahari mulai tinggi, jam sudah menunjukkan pukul 9. Mereka semua sudah bersiap akan bermain Sky Boat bersama.


..."Akhirnya datang juga."...


Zico terlalu bosan menunggu lama.


Aryan berboncengan dengan Ayla. Arend dan Zico akan di bonceng Cen. Sedangkan Ineke tidak mau ikut, ia tidak bisa berenang. Takut jika sampai jatuh ke air.


Meski sudah di bujuk aman dengan memakai pelampung, Ineke tetap tidak mau. Akhirnya dengan terpaksa Rain akan bermain sendirian. Tapi Bianca tiba-tiba meminta bermain bersama Rain. Rain membolehkannya. Rain memang menyayangi Bianca, dia menganggap Bianca adalah adik perempuannya.


Mereka semua mulai menyalakan mesin motor Sky Boat. Ineke hanya bisa melihat mereka dari tepian pantai sambil tersenyum. Bian mendekat. Ia merasa ini satu kesempatan.


..."Tanda leher yang bagus."...


Bian terfokuskan pada sebuah tanda merah ke unguan di leher sebelah kiri Ineke.


Ineke kesal. Bian selalu membuatnya tidak nyaman dengan kata-kata tidak sopannya. Ineke tak menanggapi ucapan Bian yang duduk di sampingnya. Ia memilih diam melihat ke arah mereka yang tengah asyik bermain. Sesekali Ineke melambai ke arah Rain, Arend, maupun Ayla.


..."Maaf, kamu pasti marah padaku karna ucapanku malam itu."...


Ineke masih enggan menjawab. Ia terus memalingkan muka setiap Bian berbicara.


Tiba-tiba datang seorang wanita berpakaian serba hitam dari bahan kulit lengkap dengan kaca mata nya yang berwarna senada.


Wanita seksi itu menaiki Sky Boat dengan kecepatan tinggi, Ia terlihat handal memainkannya. Ayla bahkan sempat takut karna terkena cipratan air laut sebab tekanan Sky Boat wanita itu.


Cen memberi kode pada Aryan untuk menepi menggunakan kepalanya. Aryan mengerti dan ia mengendarai Sky Boat nya ketepian mengikuti Cen yang tengah membonceng Arend dan Zico.


Wanita itu mengejar Sky Boat yang di kendarai Rain. Ia bahkan mulai mengeluarkan senjata api di tangan kirinya.


..."Rain?"...


Ineke bangkit dan berteriak. Ia merasa takut sekarang, Bian berjalan santai mengikuti gerak Ineke yang semakin maju ke tepi pantai.


Cen sudah sampai, Arend dan Zico turun. Cen memperhatikan ke arah laut melihat dua Pengendara Sky Boat itu seakan adu bakat. Ineke terlihat panik.


Aryan juga sudah sampai. Ayla turun menuju Ineke dan Arend serta Zico berada.

__ADS_1


Tapi Aryan dan Cen masih berada di atas Sky boat nya.


Rain melajukan Sky Boat nya menuju ke arah tepian pantai. Namun wanita itu memotong jalan hingga Rain berbalik dengan cepat, untung tidak terjadi tabrakan.


..."Rain?"...


Ineke benar-benar panik sekarang.


..."Siapa dia? Apa yang terjadi Cen?"...


Cen hanya diam tak menjawab teriakan Ineke. Cen melihat aksi mereka dengan sangat serius.


..."Kau tenang saja kakak ipar, mereka tidak akan saling menyakiti."...


Bian berbisik di telinga Ineke sangat pelan. Hingga tak ada orang lain yang mendengarnya.


Ineke menatap Bian dengan tatapan sulit di artikan. Tapi Bian justru hanya menyunggingkan senyum sinisnya.


Wanita yang mengendarai Sky Boat dengan ugal-ugalan itu melepas tembakan.


..."Doooorr"...


Mengagetkan semua orang. Rain melipirkan Sky Boatnya, hingga tidak sengaja membuat Bianca yang di bonceng jatuh ke air.


Bian berteriak. Semua orang terlihat panik. Untunglah Bianca memakai pelampung. Bianca berenang menuju tepian pantai.


Cen mencoba menyalakan Motor Sky Boatnya, namun malah mati tak bisa di nyalakan. Cen menatap ke arah Aryan yang masih di atas Sky Boatnya.


Aryan melirik Ayla, dan Ayla mengangguk cepat. Aryan menyalakan Motor Sky Boatnya menuju Bianca.


Semua orang benar-benar tegang. Bianca berhasil naik ke motor Sky Boat Aryan. Tak mau kehilangan kesempatan, Bianca merangkul tubuh Aryan menempelkan tubuhnya sendiri dengan sempurna di belakang Aryan. Aryan menyadari tingkah Bianca. Dan ia terlihat kesal. Bahkan tangan kirinya berusaha melepaskan dekapan Bianca. Namun Bianca tetap memeluknya.


Hingga terdengar suara tembakan itu yang ke dua kali. Aryan kembali memfokuskan menyetir, menuju tepian pantai.


Bian membantu adiknya turun. Aryan dan Cen juga sudah berdiri bersama yang lainnya di tepi pantai sekarang.


Ayla memegangi Ineke yang sudah mulai menangis. Arend dan Zico terlihat sangat antusias dengan pemandangan ini.


Tiba-tiba wanita itu menabrakkan Sky Boat nya ke arah Sky Boat Rain. Rain dengan cepat melompat kelaut, begitupun wanita itu. Sky Boat mereka berdua hancur dan terbalik. Bahkan salah satunya sudah tenggelam.

__ADS_1


Rain dan wanita itu mendongakkan kepala mereka ke udara setelah tenggelam sesaat. Wanita itu mendekati Rain sambil berenang.


Dari kejauhan mereka terlihat seperti sedang berkelahi. Hingga datang 2 Bodyguard yang mengendarai Sky Boat lain. Untuk memisah perkelahian mereka berdua. Dan membawa mereka berdua ke tepian laut.


Rain turun dari SkyBoat dengan wajah kesal. Badannya juga nampak kelelahan. Wanita itu pun sama halnya. Ia menatap Rain tajam. Lalu pergi di ikuti Bian dan Bianca di belakangnya masuk menuju rumah utama.


..."Rain!"...


Ineke berlari mendekati suaminya. Ia memeluk Rain. Ineke merasa takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada suaminya.


Mereka semua kembali ke kamar masing-masing. Menyisakan sejuta tanya yang belum mendapat jawaban.


Ineke yang bertanya pada Rain tak mendapat jawaban. Wajah Rain hanya terlihat berubah. Ineke sulit mengartikannya. Tapi terlihat jelas jika Rain sedang marah. Ineke tidak berani lagi bertanya.


Sedangkan Arend mencari tahu dari Cen.


..."Namanya Cassandra, dia anak Bos Mafia Klan Nostra."...


..."Apa hubungannya dengan Tuan Rain?"...


Cen terdiam, dia ragu untuk menceritakan pada Arend yang sebenarnya. Biar bagaimanapun, Arend sangat menyayangi aunty nya.


..."Aku tidak tahu."...


Cen berlalu, Arend melihat Cen yang pergi dengan tergesa.


..."Pasti ada sesuatu."...


Sore telah tiba. Aryan beserta keluarga sudah bersiap untuk kembali pulang. Mereka berada di luar, 2 heli sudah menunggu.


Ayla berpamitan haru dengan Ineke. Aryan dan Rain terlihat lebih ramah sekarang. Arend dan Zico memeluk Ineke bergantian.


..."Jika sesuatu terjadi. Jangan pernah lupakan aku, Aunty.?"...


Arend membisikkan kalimat itu di telinga Ineke saat berpamitan. Ineke melihat manik Arend seakan meminta penjelasan.


Bianca melihat mereka dari jendela kamarnya di rumah sebelah yang terletak tidak jauh dari sana.


..."Kau akan pergi Tuan Aryan? Aku berharap, kita akan kembali di pertemukan."...

__ADS_1


Zico dan Arend menaiki heli, Aryan dan Ayla pun sama. Akomodasi terbang itu mulai memutarkan baling-balingnya. Naik semakin tinggi, menjauh dan akhirnya menghilang.


Rain masuk duluan. Ineke masih melihat ke langit sore yang membawa keluarga sahabatnya itu menuju senja yang indah. Namun Ineke lupa. Senja itu mengajarkan kepada kita, bahwa yang indah hanyalah sementara, dan akan menghilang tergantikan Gelapnya malam.


__ADS_2