
*Pagi Di Kota Seoul
Aryan tetap dengan pendiriannya mengajak keluarganya untuk pulang hari ini juga. Arend hanya diam, ia bisa melihat kilatan emosi di wajah papahnya, sedangkan Zico sempat membantah sehingga mendapat bentakan dari Aryan. Memicu terjadinya kembali perdebatan antara Aryan dengan Ayla.
..."Kenapa kau membentaknya? Dia hanya kecewa karna liburannya yang kacau tidak sesuai rencana. Dan sekarang kau tambah lagi dengan rasa sakit di hatinya.!"...
..."Apa kau akan terus membantah dan menunjukkan perlawanan mu pada ku Ayla?"...
Arend menyeret Zico kembali ke kamar, tidak ada sarapan bersama. Arend dan Zico sarapan di kamar. Ayla dan Aryan bahkan tak memakan apa-apa.
Ineke merasa jika semua yang terjadi adalah karna dirinya.
Perjalanan pulang pun dilakukan. Aryan ingin segera menjauhkan keluarganya dari Rain. Ia tak ingin lagi ada yang menjadi korban dari Dunia yang kelam itu.
Sepanjang perjalanan, Tidak ada percakapan di antara mereka. Arend berpikir keras apa yang terjadi? Zico sakit hati dan marah pada papahnya karna di bentak dan tidak jadi menyambut tahun baru di Korea. Bahkan meski tahun baru datang nanti, Aryan melarang mereka untuk menyambut dan merayakan di luar rumah. Aryan di Landa rasa trauma.
Ineke selalu memikirkan tentang pertengkaran yang terjadi antara Ayla dan Aryan. Ia merasa bahwa semua ini terjadi karna dirinya.
Ineke jadi memikirkan begitu banyak hal. Tentang siapa dia di keluarga ini? Apa haknya untuk tetap terus tinggal di rumah ini? Bukankah seharusnya ia bisa memiliki hidupnya sendiri tanpa harus menjadi masalah di hidup dan keluarga orang lain?
...'Akan lebih baik jika aku keluar dari rumah ini.'...
...****************...
..."Kembali ke desa? Apa yang kau pikirkan ke? Kau sudah setuju sebelumnya untuk kita hidup dan tinggal disini.! Aku tidak akan membiarkanmu pergi."...
Ineke yang mengutarakan keinginannya pada Ayla dan Aryan sontak mendapat penolakan dari Ayla.
..."Ay, dengarkan dulu, aku merasa tidak betah disini. Ada begitu banyak kenangan Dion disini Ay, aku melihat dia dimana-mana, aku merasa tersiksa Ay, Aku tidak bisa terus seperti ini, aku harus bisa melanjutkan hidupku."...
Kini Ineke sudah larut dalam tangisan. Aryan hanya diam mendengarkan. Ia berdiri di dekat jendela yang mengarah ke halaman belakang. Tangan kanannya bersandar pada kusen jendela.
..."Aku tetap tidak akan membiarkanmu pergi. Kalau kau bersikeras untuk pergi, itu artinya kau telah memutus hubungan denganku."...
..."Ay, apa yang kau katakan.?"...
..."Baiklah, aku akan membiarkanmu pergi, dengan satu syarat."...
__ADS_1
..."Syarat? Apa?"...
..."Saat kau telah menjadi seorang pengantin. Kau bisa keluar dari rumah ini jika kau sudah menikah Ke. Aku tidak bisa membiarkanmu tetap hidup sendiri."...
Aryan meninggalkan mereka tanpa kata. Ia naik ke lantai atas menuju kamarnya. Aryan juga dalam fase yang berat, bayangan Dion yang menerima peluru demi menyelamatkan dirinya. Darah yang mengalir hebat itu.
Dion yang berada dalam gendongannya. Dan Dion yang akhirnya berhenti bernafas saat di rumah sakit. Aryan benar benar tidak bisa membuang ingatan-ingatan itu. Dan Ineke menjadi menderita karna nya.
Ayla pergi menyusul Aryan suaminya. Ineke yakin, pasti akan kembali terjadi pertikaian di antara mereka. Dan itu karna dirinya.
Ineke terus berpikir. Hingga akhirnya ia membuat keputusannya sendiri.
Ia meminta bantuan pada salah seorang Bodyguard untuk bisa mengirim pesan pada Rain. Ineke ingin bertemu dengannya.
Setelah 3 hari, bodyguard itu datang menemui Ineke. Ia menyampaikan jika Rain akan menemuinya malam ini. Di rumah Aryan.
Ineke meminta semuanya untuk tetap tinggal setelah makan malam. Ia ingin menyampaikan sesuatu secara langsung pada mereka. Dan akan ada seorang tamu yang datang di tengah-tengah mereka.
Ayla dan Aryan nampak bingung, dan penasaran, apa yang ingin Ineke sampaikan.
Aryan kaget membulatkan mata ketika Rain datang dengan kawalan beberapa anak buahnya.
Apalagi Ayla. Sampai saat ini ia belum bisa mendapat maaf dari istrinya. Meski Ayla selalu melakukan semua kewajiban dan tugas-tugasnya sebagai seorang istri dengan baik setiap hari. Tapi tatapannya, diamnya, dan raut mukanya jelas menunjukkan jika Ayla masih marah dengannya, dan bahkan merasa sedih karna dirinya.
..."Selamat malam."...
Rain duduk di salah satu kursi. Semua hanya diam. Suasana terasa tegang. Ineke menarik nafas dalam lalu membuangnya, mencoba mengurangi rasa gugup yang melanda di dada.
..."Tuan Rain? Apa anda sungguh-sungguh menyukai saya?"...
Aryan hanya diam memalingkan dengan ekspresi tidak sukanya. Ayla melihat sahabatnya dengan intens. Zico mendengar dengan baik. Arend sudah paham kemana arah pembicaraan ini.
..."Tentu saja Nona Ineke? Ini adalah yang pertama kalinya saya merasakan perasaan seperti ini."...
..."Cih."...
Aryan berdecih.
__ADS_1
..."Aku akan menerimamu Tuan Rain, tapi dengan satu syarat."...
..."Apa pun syaratnya. Akan saya terima."...
..."Saya tidak menjalani hubungan diluar pernikahan. Jika kau memang menginginkan saya. Nikahi saya secara sah Dimata hukum agama, dan juga negara."...
..."Saya akan melakukannya. Tapi, ada satu masalah."...
..."Apa?"...
..."Aku,? Aku?"...
Semua orang menatap Rain dengan tatapan yang sangat menanti. Apa yang menjadi kendalanya.
..."Aku tidak tahu, agama apa yang saya punya Nona Ineke.!"...
Sontak Zico melepas tawa karna merasa itu adalah satu hal yang lucu. Melihat ekspresi seorang Rain Cosa yang bingung tidak tahu agamanya apa.
Mata Ayla dan Ineke saling beradu. Tatapan mereka mungkin sama. 'Hah?'
Aryan hanya memalingkan muka. Ia merasa itu hal yang bodoh yang tidak ia ketahui dari Rain seorang Cassanova sang Bos Mafia.
..."Aku seorang muslim Tuan Rain. Aku menganut agama Islam. Meski iman ku tak sempurna. Tapi aku sebagai wanita Islam tidak menikah dengan laki-laki yang bukan seorang muslim."...
..."Aku tidak mengerti nona Ineke."...
..."Jika kau mau, kau bisa memeluk agama yang saya anut, dan bersedia mempelajari agama saya, untuk mengenal tuhan. Untuk bisa lebih dekat dengannya. Dan agar bisa memperistri saya."...
Itu adalah jawaban terbaik dari Ineke yang bisa dia berikan pada Rain saat ini. Tujuannya hanyalah bisa melepaskan diri dari bayang-bayang rumah tangga sahabatnya. Setelah itu baru nanti ia akan memikirkan hal selanjutnya.
...'Apakah bahkan pernikahan ini juga hanya di anggap sebagai permainan oleh Ineke? Hanya sebagai jalan keluar?'...
..."Kau lihat itu Ay? Dia bahkan Pria yang tidak beragama. Bagaimana kau akan memberikan sahabatmu pada orang seperti itu?"...
..."Maaf Aryan, ini adalah kehidupan ku, dan aku yang akan memutuskan."...
Aryan berdiri dari duduknya. Ia meninggalkan meja dengan emosi. Yang ada di benaknya adalah, jika ia tidak bisa menjaga Ineke. Bagaimana dia bisa membalas kebaikan Dion?
__ADS_1
Senyum Rain mengembang sempurna, ia sangat bahagia. Ia akan segera mendapatkan wanita yang diinginkannya.