
...'Ayla, dimana kamu ay, please, jangan tinggalin aku.'...
...-------------------------------------------------------------------------...
..."Tuan Aryan, jika tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan, anda bisa pergi meninggalkan tempat saya ini. Saya merasa tidak enak jika sampai ada tetangga kos saya yang melihat ada pria masuk ke kamar saya."...
Ineke kembali membuka suara, dengan membuka daun pintu semakin lebar.
Untuk sesaat, Aryan masih menoleh ke kanan dan ke kiri, ia seakan masih belum rela jika harus meninggalkan tempat ini tanpa mendapatkan informasi tentang istri Partner ranjang nya yang kini tengah singgah di istana megah hatinya.
..."Nona, apa anda benar-benar tidak tahu dimana Ayla berada?"...
Sekali lagi Aryan bertanya, kini dengan suaranya yang terdengar serak dan sendu.
..."Tidak, saya tidak tahu tuan, tapi, jika saya bertemu dengan nya, apa anda punya pesan untuk nya yang bisa saya sampaikan.?"...
..."Iya, ada, jika anda bertemu dengan nya, tolong katakan, pria bodoh ini menyesal semua perbuatannya, pria bodoh ini begitu kehilangan dirinya, dan, pria bodoh ini telah jatuh cinta padanya. Aku sangat mencintai mu Ayla, sangat, sangat, sangat."...
Terdengar ketulusan dari suaranya, yang membuat Ineke ikut merasakan kesedihan yang mendalam, Aryan lantas berbalik melangkahkan kakinya keluar dari kamar kos Ineke, dengan langkah gontai yang sangat menyedihkan, sesekali Ineke menarik ingusnya yang hampir keluar terus terusan dari hidung nya, ia melihat punggung Aryan yang semakin lama semakin menjauh hingga tak lagi terlihat oleh pandangan matanya.
Tiba-tiba lemari tempat Ayla bersembunyi pintunya terbuka, dan Ayla sudah jatuh pingsan ke lantai.
..."Ayla,"...
Bagaimana bisa Ineke lupa jika tadi masih ada Ayla yang bersembunyi di dalam lemari, dan menahan sakit pada area perutnya, wajah ayla nampak pucat, kening dan badannya juga terasa panas.
Ineke lari keluar teriak meminta bantuan dari siapa saja. Hingga Ayla dengan buru-buru di larikan ke rumah sakit terdekat.
...--------------------------------------------------------------------...
...'Ay, dimana kamu, kemana lagi mas harus mencari mu? Kenapa kamu pergi ay?.'...
Batin Aryan terasa Ter iris. Sangat sakit dan perih. Ia tidak pernah membayangkan kehilangan Ayla dalam hidupnya akan se perih ini.
Sebelumnya, Aryan juga sempat mencari Ayla ke rumah lama ayahnya. dan hasilnya tetap saja, nihil.
__ADS_1
Setelah Mondar mandir ke sana kemari mencari Ayla selama hampir 24 jam, Aryan memutuskan untuk pulang kerumah.
Sesampai nya di rumah, Bu Nana sudah datang menyambut tuan muda nya itu dengan tergopoh-gopoh. Apalagi melihat betapa kacau nya penampilan Aryan saat ini.
..."Tuan, tuan dari mana saja, apa yang sebenarnya terjadi tuan. kenapa keadaan tuan seperti ini? Dan, kenapa nyonya belum juga kembali?"...
Aryan hanya diam melewati Bu Nana dengan langkah nya yang gontai, matanya terus berlinang air mata.
...'Seperti inikah rasanya ay? Seperti inikah rasa sakit itu ay? Bagaimana jika aku tidak sanggup kehilangan dirimu ay?'...
..."Tuan, saya menyimpan surat dan cincin yang di tinggalkan nyonya di dalam Laci nakas kamar tuan."...
Mendengar kata surat dari Ayla, Aryan menghentikan langkahnya, ia langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sesampai nya dalam kamar, Aryan langsung membuka laci, dan benar saja, cincin pernikahan mereka, Ayla telah melepasnya, kini Aryan berpindah pada selembar kertas putih yang di tinggalkan Ayla. Dengan perasaan gemetar Aryan mulai membuka dan membaca isi surat itu.
"*Assalamu'alaikum Mas Aryan,
Sebelumnya, Ayla minta maaf, Ayla terpaksa harus pergi tanpa pamit, tolong maaf kan Ayla mengambil keputusan ini, Ayla takut jika Allah murka karna telah menyakiti hati Mas Aryan, suami Ayla, Ayla tidak berani meminta cerai langsung pada mas Aryan, karna meski di bolehkan, itu adalah perbuatan yang sangat Allah benci, dan seorang wanita tidak akan bisa mencium bau surga ketika mengatakannya.
Jika Mas mempunyai sedikit saja rasa kasihan untuk Ayla, Mas bisa melepas Ayla dengan baik-baik, dan biarkan Ayla menjalani hidup Ayla tanpa menjadi bayang bayang orang lain.
Ayla pamit mas, semoga mas selalu bahagia.
Assalamu'alaikum*."
Kata-kata apa yang bisa di rangkai saat ini, untuk menggambarkan betapa pedih dan hancur nya Aryan, begitu juga dengan Ayla, bahkan kemarin saat Ayla menggoreskan tinta pena, merangkai setiap kata demi kata, air matanya terus membanjiri pipi, menetes pada lembaran kertas putih itu.
..."AYLAAAAAAAA."...
Teriak Aryan yang terduduk berselonjor di lantai, dengan punggungnya bersandar pada badan tepian ranjang. meremas surat itu kedalam dekapan dadanya.
...---------------------------------------------------------...
DI RUMAH SAKIT
__ADS_1
Dokter keluar dari ruangan tempat Ayla di periksa, Ineke buru-buru menghampirinya.
..."Bagaimana dok? bagaimana keadaan teman saya, sebenarnya, Ayla teman saya sedang sakit apa dok?"...
..."Tenang Bu, ibu Ayla tidak apa-apa, dia hanya harus lebih banyak istirahat, dan jangan terlalu banyak pikiran, apa lagi tekanan, tapi saya harus mengucapkan SELAMAT."...
Lalu dokter permisi meninggalkan Ineke. Dan Ineke langsung masuk ke ruangan Ayla untuk menemui sahabatnya itu.
..."Ay, kamu baik-baik saja?"...
Ineke membelai wajah Ayla.
Ayla tersenyum dengan matanya yang berkaca kaca.
..."Selamat, sebentar lagi kamu akan menjadi aunty."...
Terdengar suaranya bergetar tapi jelas terlihat kebahagiaan dari raut wajah nya.
..."Apa?"...
Ineke menutup mulutnya dengan kedua tangan. kaget mendengar kabar yang di sampaikan Ayla padanya.
..."Ya Allah. Ayla. Kamu hamil.?"...
Ayla hanya mengangguk antusias dengan senyum melebar meski tetap air matanya ber anak sungai.
...-------------------------------...
...____________________________________...
Hari demi hari berlalu, dan Ayla tetap dengan pendiriannya, ia memilih mundur, pergi meninggalkan Aryan dan kehidupan lamanya.
Ayla kini tinggal bersama dengan Ineke, Ineke mengikuti Ayla kemana ia pergi, ia pindah dari tempat kos lama nya, kemana Ayla akan tinggal dan menjalani hidupnya. disitu Ineke turut menemani, ia tidak tega jika dalam keadaan seperti ini, hamil, Ayla tanpa di dampingi siapa pun, tidak ada suami maupun sanak famili. meski Ineke harus meninggalkan pekerjaan nya, karna Ineke juga hanyalah gadis sebatang kara, yang dulunya di besarkan di panti asuhan.
Mereka pindah ke suatu desa yang jauh, dan bisa di bilang masih tertinggal. Tempatnya berada di kedalaman, yang jika ingin memasukinya harus melewati hutan yang luas, dan juga persawahan, desa itu terletak di kaki gunung.
__ADS_1
Meski jalanan nya sudah lumayan bagus karna di aspal. Tapi tetap saja masih banyak lubang-lubang dan terkadang jalanan aspal yang sudah hancur menjadi jalanan berlumpur. Disinilah sekarang Ayla yang di temani sahabatnya Ineke, memulai hidup yang baru.