Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
SAH & PINDAH


__ADS_3

Hari yang di nanti telah tiba. Sebentar lagi prosesi pernikahan Ineke dan Rain akan di langsungkan.


Ineke nampak cantik dengan balutan dress muslim warna putih yang indah. Ia bahkan memakai kerudung dengan warna senada.


Ineke memang belum memutuskan untuk hijrah, tapi untuk hari pernikahannya. Ia ingin terlihat sebagai wanita muslimah seutuhnya.


..."Kau sangat cantik saudariku!"...


Ayla berdiri di belakang Ineke yang tengah duduk di depan meja rias. Mereka bertatapan haru lewat pantulan kaca cermin. Tak ada senyum Ineke yang nampak disana. Matanya justru berkaca-kaca seakan menahan lara.


Ayla sendiri yang membantu Ineke berdandan. Karna seperti permintaan Ineke. Pernikahan mereka harus di adakan sesederhana mungkin.


Tidak ada tamu undangan. Mereka hanya membagikan bingkisan pada orang-orang kantor sebagai wujud kebahagiaan. Tidak lupa anak-anak panti asuhan. Dan orang-orang di panti jompo.


Mereka juga memberi kabar pada Pak Kiyai Umar di desa. Dan Pak Kiyai Umar memanjatkan doa sebagai hadiah.


Rain datang bersama rombongan menaiki mobil-mobil mewah. 90% adalah anak buahnya. Selebihnya, ada Bibi nya yang bernama Elen, adik dari ayahnya. Dan dua sepupunya. Anak-anak dari Bibi nya. Bian dan Bianca. Mereka berdua sodara kembar.


Ibunya Rain sudah meninggal, Ayahnya pun yang seorang Bos Mafia Klan Cosa pun sama. Hingga akhirnya Rain yang mewarisinya. Sebagai pengganti Bos Mafia Rain Cosa.


..."Wow Kak, ternyata keluarga calon Kakak Ipar sangat kaya. Rumahnya tidak kalah mewah dari Mention Kak Rain."...


..."Kau benar Bianca, aku bahkan lebih penasaran lagi seperti apa wanita yang di pilih Rain. Yang membuatnya bisa menikah. Ini hal yang paling konyol yang pernah di lakukan oleh seorang Rain Cosa Bianca."...


Mereka memasuki rumah Aryan dengan penyambutan yang khidmat penuh wibawa. Rain sudah duduk di atas Karpet lantai yang di sediakan. Ia sempat merasa sedikit bingung. Namun tak ingin bertanya. Hanya menurut sesuai perintah.


Ia masih terus menghafal dalam hati kalimat yang harus di ucapkannya nanti sesuai dengan yang di ajarkan Ineke kemaren lewat sambungan pesan singkat.


Bahkan Rain juga harus menonton video-video Ijab-Qabul orang yang sedang menikah dengan ketentuan Islam.


Ineke keluar dengan di dampingi Ayla di sisi kanannya. Dan Arend di sisi kirinya. Aryan dan Zico tampak mengikutinya di belakang.


Rain menatap Ineke dengan tatapan terpesona. Ineke terlihat jauh lebih cantik dan anggun saat ini. Meski ia hanya mengenakan baju yang sangat sederhana. Tapi auranya jelas terpancar sangat cantik. Ineke terus menunduk.


Zico sampai harus berdehem menyadarkan Rain dari lamunan. Membuat semua orang tersenyum melihat Rain bertingkah lucu.


..."Kau lihat itu Kak Bian? Apa tidak salah? Kak Rain akan menikah dengan wanita seperti itu? Lihat caranya berpakaian? Bahkan di hari pernikahannya ia tak memakai gaun!"...


Bianca mulai mencibir Ineke yang akan menjadi sepupu iparnya.

__ADS_1


..."Kau salah Bianca! Dia adalah Mutiara, lebih cantik dari berlian."...


Bian menatap Ineke dengan tatapan tidak sewajarnya. Seperti ada sesuatu disana. Bianca tidak mengerti dengan yang di ucapakan kakaknya.


..."Diamlah kalian berdua, Jika kalian masih ingin tetap hidup."...


Elen memperingati kedua anaknya. Tatapan wanita ini sangat tajam dan tegas. Terlihat sangat mengerikan jika baru pertama melihatnya. Wajahnya berkarakter seperti pemeran antagonis di film-film.


Proses demi proses berjalan dengan lancar. Hingga kata sah itu terucap dari para saksi. Ineke telah sah menjadi istri Rain Cosa.


...'Mana yang lebih menyakitkan? Menikah dengan orang yang tidak mencintaimu? Atau menikah dengan orang yang tidak kamu cintai? Keduanya itu sama menyakitkannya bukan?'...


...****************...


Aryan meminta mereka lebih dulu tinggal di rumahnya untuk beberapa saat. Paling tidak 2 atau 3 hari, sebelum akhirnya nanti Ineke akan ikut pindah dan tinggal bersama Rain yang kini telah resmi menjadi Suaminya.


Namun Rain menolak. Ia ingin segera membawa istrinya pulang kerumahnya. Ineke telah menjadi tanggung jawabnya sepenuhnya. Itu adalah permintaan Ineke secara pribadi pada Rain tanpa seorang pun yang tahu.


Mereka tengah berada di teras depan rumah, mobil-mobil berjejer siap membawa pengantin pulang ke rumah mempelai pria.


Ayla yang tengah memeluk Ineke menangis paling deras. Ia seakan tak rela untuk melepas sahabatnya itu pergi dari sisinya.


Zico yang berada di samping Aryan pun sama halnya. Ineke berpindah memeluk Zico. Lalu menyalami Aryan.


..."Dimana Arend?"...


Ayla pun ikut mengedarkan pandangan mencari Putra nya.


..."Dimana Arend?"...


Semua orang mengedarkan pandangannya mencari sosok anak tampan itu.


..."Tuan muda Arend ada di balkon kamarnya Nyonya."...


Seorang pengawal setengah berlari memberitahu setelah melihat Arend dari bawah.


Ineke langsung kembali kedalam setengah berlari. Ia tidak bisa pergi tanpa berpamitan dengan jagoannya itu.


Ayla, Aryan, Zico dan Rain mengikuti.

__ADS_1


..."Arend? Arend?"...


Ineke setengah berlari menaiki anak tangga menuju kamar Zico yang juga menjadi kamar Arend itu.


Ineke sampai di kamarnya dan langsung menghampiri Arend yang tengah berdiri di balkon kamarnya. Ineke mendekatinya pelan-pelan.


Terlihat Arend tengah menunduk dengan bahunya yang bergerak pelan.


..."Arend?"...


Ineke menyentuh bahu keponakannya. Jagoan tampannya itu kini tengah menangis. Ineke pun sama halnya. Yang lain hanya bisa melihat dengan haru. Arend mengangkat kepalanya menatap aunty nya itu dengan tatapan sendu.


..."Kau akan pergi Aunty. Kau akan meninggalkan kami, Kau akan meninggalkanku.!"...


..."Arend?"...


..."Kau tahu aunty? Aku selalu ingin melihatmu bahagia, bersama pasangan hidup mu. Tapi aku tidak pernah membayangkan jika kau akan memisahkan diri dari kami."...


..."Bukan begitu Arend.!"...


Ineke semakin menangis mendengar setiap kata yang Arend katakan.


..."Semua orang pada akhirnya akan saling meninggalkan, ataupun di tinggalkan. Aku sedih karna kau akan meninggalkan kami aunty. Tapi, aku akan memaafkan mu, jika setelah ini, kau akan sangat bahagia. Berjanjilah padaku kau akan selalu hidup bahagia aunty. Hingga aku mempunyai satu alasan untuk menyukai Tuan Rain.!"...


..."Arend?!"...


Ineke menjatuhkan diri pada pelukan Arend. Ikatan mereka memang sangat kuat seperti Ibu dan Anak, bahkan dulu jika Ayla tidak mendukung Arend dalam suatu hal. Ineke lah yang selalu memberikan dukungan itu.


..."Pergilah. Dan berjanjilah ini adalah air matamu yang Ter akhir."...


Arend mengantar Ineke pada Rain. Mempersatukan tangan mereka seperti yang pernah ia lakukan pada Dion dulu waktu di rumah sakit. Tapi kali ini, Rain harus terus menggenggamnya, ia tak boleh melepas tangan aunty nya itu.


Dulu Arend melakukan kesalahan dengan melepas kasar tangan ineke yang bertaut pada tangan Dion. Arend menyesal melakukannya.


Dalam hati Arend saat ini, meskipun belum ada rasa cinta dari aunty nya untuk Rain. Arend berharap aunty nya tidak pernah berpisah dengan Rain, sehingga lambat laun cinta itu akan tumbuh dan memperbaiki semuanya.


Ineke masuk kedalam mobil pengantinnya dengan air mata yang berlinang. Hati yang sedih. Dan pikiran yang berkecamuk.


Mobil-mobil mewah itu mulai bergerak keluar dari rumah Aryan, menjauh dari pandangan.

__ADS_1


Ayla menguatkan hatinya. Setelah ini nanti, masalah apa pun yang akan di hadapinya. Tidak akan ada lagi sosok sahabat yang berada di sampingnya, seorang Ineke yang memeluk dan menguatkannya.


...'Semoga Allah selalu merahmatimu dengan kebahagiaan, Aunty'...


__ADS_2