
*Gunung adalah salah satu karya terindah dari Tuhan yang maha Agung. Gunung itu lebih jauh, lebih tinggi, dan lebih sulit dari kelihatannya. Tegak ketika mendaki. Menunduk ketika turun. Selain Alam yang indah, gunung juga memiliki jurang-jurang yang curam. Dan tak ada jurang yang ingin dituruni.*
...****************...
..."Anak-anak, kita telah sampai pada penghujung acara. Kegiatan Api unggun yang sudah kita rencanakan terpaksa gagal, tapi, tidak usah kecewa, hari ini, sebelum pulang, kita akan bersenang-senang, membuat memory terindah untuk kita kenang."...
..."Kalian sudah di bentuk menjadi dua Tim, Tim A akan menghampiri Tim B untuk saling berjabat tangan. Kita semua telah menjadi saudara meski hanya dalam waktu 2 hari bersama."...
Setelah saling bersalaman, para pembina mengintruksikan kegiatan Barbeque segera di mulai, di lanjut nanti doa bersama sebelum turun.
Selama acara berlangsung, Zico terus menempel pada Arend, setelah sebelumnya menyuruh Dion untuk meminta izin pada pembina, agar ia bisa berada satu Tim dengan Arend.
Zico mengambil gambar begitu banyak dengan ponselnya, Arend yang sulit sekali di ajak foto bersama, terpaksa Zico mencuri gambarnya secara sembunyi.
...****************...
Aryan ter-engah ketika sampai di pos 1, masih ada perjalanan naik sedikit lagi untuk sampai pada Shelter 1.
..."Sepertinya, aku harus lebih giat olahraga lagi setelah ini, bahkan perut kotak ku sekarang sudah hampir hilang dan merata."...
Gumamnya yang hampir di tertawa kan oleh ke dua Ranger yang menemaninya.
Jam menunjukkan pukul 10.00. Semua anggota sudah siap akan segera menuruni gunung untuk kembali pulang.
Dan mereka turun lewat jalur Utara. ada dua jalur untuk mendaki gunung ini, jalur Utara dan timur.
Jalur timur adalah jalur yang mereka lewati saat pertama kali naik. Jalur yang juga saat ini berusaha Aryan lewati.
Saat Aryan sudah sampai di shelter 1, suasana sudah sepi, tidak nampak ada anak2 sekolah maupun tenda-tenda, hanya beberapa pendaki dewasa yang melewati jalur tersebut.
Salah seorang Ranger bertanya pada pendaki yang tengah berfoto di sekitaran danau, dua pasang muda-mudi itu mengatakan bahwa anak-anak yang melakukan kegiatan camping di area sini tadi baru saja turun lewat jalur Utara.
Dengan nafasnya yang sudah Ter engah, dan tubuhnya yang sudah sangat lelah, Aryan berdecak kesal, namun ia tetap dengan sabar mengikuti langkah Ranger untuk kembali menuruni gunung lewat jalur yang di lewati Zico dan seluruh Tim camping nya.
Aryan tengah berada di dataran yang tinggi dengan hamparan luas di depannya tak terhalang oleh apapun. Terlihat dari kejauhan anak-anak dan juga para pembina serta Ranger yang juga tengah menuruni gunung.
..."Itu pasti mereka."...
..."Iya Pak, tenanglah, sepertinya putra bapak baik-baik saja. Kita akan segera bertemu dengan mereka saat sudah di bawah nanti."...
Zico Arend dan teman teman kini menuruni bukit, hingga punggung merek menghilang dari pandangan Aryan saat ini.
...****************...
..."Aunty, cepatlah, aku ingin segera menemui Arend di pos penjaga, aku tidak mau menunggu dia di sekolah. Dia pasti sangat lelah sekarang ini."...
..."Iya Ay, ini juga udah selesai, cuma ambil hp."...
__ADS_1
Ayla dan Ineke pergi ke Pos penjaga pendakian gunung. Tempat berkumpulnya para pendaki untuk registrasi saat hendak naik ataupun turun. Ia ingin segera menemui dan melihat keadaan jagoannya itu secara langsung.
Ayla dan Ineke sampai di pos penjaga sebelum Arend dan timnya sampai. setelah 10 menit menunggu, akhirnya anak-anak mulai terlihat, ada yang lari, ada yang terlihat lelah, hingga malas untuk berjalan.
Ayla dan Ineke mengedarkan pandangan untuk mencari sosok Arend yang di rindukan. Tapi meski mereka sudah melihatnya, mereka tidak bisa langsung berhambur untuk memeluknya. Mereka harus menunggu di luar, karna peserta yang turun dari gunung harus masuk dulu ke tempat pos satu persatu untuk registrasi.
..."Arend.!"...
Ayla Teriak melambaikan tangan pada putra kesayangannya saat Arend terlihat keluar dari pos seusai registrasi. Zico yang mengekor di belakangnya tersenyum lebar melihat ekspresi Arend yang terlihat kurang suka.
..."Ufffffhh" Decah Arend....
Ia memang paling tidak suka jika di perlakukan seperti anak-anak. Berbeda dengan Zico yang sangat ingin di manja penuh hangat oleh sosok seorang ibu, Arend ingin di perlakukan layaknya seorang jagoan oleh seorang ayah.
(Meskipun, itu juga akan sedikit sulit di dapatkan dari seorang ayah seperti Aryan, yang juga sangat memanjakan anak.)
..."Areeennnnd"...
Seru Ayla memeluk putranya sedangkan Ineke hanya mengelus dan mengacak rambut sang keponakan.
Zico hanya tercengir menampakkan deretan giginya yang rapi.
..."Ehmmm? Dia siapa Arend?" ...
Ayla baru menyadari kehadiran Zico.
..."Seorang Bule?"...
Zico hanya tercengir. Mengangguk, lalu menggeleng.
..."Hi,,, who are you Boy?"...
..."Aku orang Indonesia kok Tante, asli orang Indonesia."...
..."Benarkah? he Hem,,,, lucu sekali, kamu sama persis sama orang luar sayang, ganteng, putih,"...
..."Nama kamu siapa?"...
..."Saya Zico Tante, teman barunya Arend."...
..."Wah, salam kenal, Tante seneng ketemu kamu."...
Arend mendengarkan percakapan dua orang yang menurutnya selalu berisik itu dengan ekspresi datar seakan tidak peduli.
Tiba-tiba dari belakang terdengar suara orang teriak memanggil.
..."Tuan muda.!"...
__ADS_1
Dion bersama kedua Pengawal bawahannya baru keluar dari Pos penjaga selesai registrasi.
..."Tuan muda, untung kamu masih disini, huh, melelahkan, bikin takut saja, kalau sampai saya kehilangan jejak kamu, saya juga akan kehilangan nyawa saya!"...
Dion belum menyadari ada nya Ineke disana. Sedangkan Ineke sudah memperhatikan Dion sejak pertama kali dia berteriak memanggil Zico.
..."Dia siapa?"...
..."Dia Dion Tante, dia?"...
..."Dia bodyguard nya mah, dia anak nya papih, harus di kawal sama bodyguard."...
Sungut Arend berlalu meninggalkan mereka.
..."Arend, tunggu aku.!"...
Zico berlari mengikuti Arend.
..."Kamu?"...
Dion baru menyadari Ineke yang sedari tadi berdiri mematung disana.
..."Kalian sudah saling kenal?"...
..."Dia pria yang pernah aku ceritakan padamu waktu itu Ay, pria yang mobil ban nya masuk ke kubangan lumpur."...
..."Ouuuugghhhh.!"...
Ayla melirik sedikit nakal ke arah Ineke.
..."Apaan sih, udah ah, ayo kita pulang, tuh jagoan kita sudah jalan duluan."...
Ineke melangkah cepat menyusul Arend, ia tidak ingin menjadi bahan Ceng cengan Ayla. Yang selalu bersikap ingin menjodohkan dirinya jika ada pria yang mendekat.
..."Arend, kamu naik mobil ku saja ya?."...
..."Tidak, aku pulang naik motor mama."...
..."Kalau gitu, aku naik motor aunty cantik."...
..."Ineke, aunty Ineke."...
..."Iya.!"...
Zico mengangguk penuh semangat.
Mereka melakukan perjalanan singkat ke rumah Ayla, mobil Dion mengikuti dari belakang. Tidak lupa Dion mengirim pesan pada Aryan sebagai laporan. Ia juga mengirim Alamat lokasi rumah Ayla pada Aryan agar Bos nya itu bisa segera menuju rumah teman Zico yang di maksud.
__ADS_1