Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
LAHIRNYA ARENDRA


__ADS_3

Kebahagian seorang wanita ketika melahirkan anak nya ke dunia dengan sehat adalah suatu hal yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


Ineke menghampiri Ayla dengan tangisan Bombay nya, ia memeluk erat sahabatnya itu dengan tersedu sedu.


Dengan mulutnya yang menutup rapat tapi seakan ingin terbuka untuk mengatakan sesuatu namun terasa keluh dan tak mampu, dan tangisan mewek yang justru terlihat lucu.


..."Hebat, hebat, hebat,"...


Hanya itu kalimat yang keluar dari mulut Ineke ber ulang ulang sambil memeluk Ayla.


..."Ibu, silahkan di dekap ya, putra nya, skin to skin.!"...


Bu bidan menyerahkan seorang bayi mungil laki-laki yang sangat tampan ke dalam dekapan Ayla yang tengah berbaring.


..."Subhaanallah!"...


Ayla tampak senyum bahagia, wajahnya berbinar sumringah.


..."Mohon maaf ibu Ayla, cuma mengingatkan, siapa yang akan mengumandangkan adzan di telinga si bayi?"...


Bu bidan bertanya dengan hati hati, takut akan menyakiti perasaan Ayla, dimana setahu warga suaminya adalah seorang TNI yang telah gugur.


..."Assalamu'alaikum,"...


Tiba tiba datang seorang ibu paruh baya memasuki ruangan.


..."maaf nduk, kalau ndak keberatan, biar Kiyai Umar yang mengadzani bayi nya."...


Itu adalah Bu Maryam, Istri Pak Kiyai Umar.


..."Iya Bu, dengan senang hati, justru saya sangat berterimakasih."...


Bu bidan kembali mengambil si bayi dari dekapan Ayla untuk di bawa keluar ruangan sebentar mendapatkan lantunan adzan.


Kiyai Umar adalah salah satu tokoh Agama di desa ini, dan Bu Maryam adalah istri nya. Istri pertamanya, karna pak kiyai Umar mempunya 2 orang istri, yang bahkan tinggal dalam satu atap.


Dan rumah Pak Kiyai Umar sangat dekat dengan rumah Ayla.


Mendengar kabar Ayla akan melahirkan para tetangga nya ternyata banyak yang langsung datang menjenguk.


...Orang baik memang di kelilingi juga dengan orang baik....


...----------------...


...****************...


Suster mengajak Aryan ke ruang NICU untuk melihat bayi yang baru Nesa lahir kan.


Sepanjang jalan suster mencuri pandang pada Aryan, dan terkadang teman suster lainya menarik bahkan mencubit lengan nya, agar tidak terus menatap suami dari pasien dengan tatapan seperti itu, Aryan hanya mengabaikan nya saja.


Setelah sampai, Suster menunjuk kan bayi nya, Bayi laki-laki yang sangat tampan, tapi,


..."Suster, apa anda tidak salah?"...

__ADS_1


Aryan bertanya pada suster dengan ekspresi wajahnya yang kaget.


..."Tidak pak, ini adalah bayi nya Ibu Nesa, kami sendiri yang juga membantu proses Caesar nya tadi. dan, bapak juga bisa lihat, tidak ada bayi lain di ruangan ini, hanya ibu Nesa pasien melahirkan Caesar hari ini."...


Sebenarnya kedua suster itu juga merasa bingung, keterangan bahwa Nesa dan Aryan adalah pasangan suami istri sirih, dan Aryan adalah ayah dari bayi nya, Tapi malah,


..."Maaf pak, kami harus permisi.!"...


Suster undur diri, karna sudah merasa kurang nyaman dengan keadaan.


..."Kasihan yah,? Padahal dia pria yang sangat tampan, kaya pula, tapi kok masih bisa ya,? Istrinya.!!"...


..."Sssstttttt, hati hati, jangan ghibahin pasien!"...


...----------------...


..."Ya Allah, apa ini??? Kenapa Nesa melahirkan Bayi bule? Sebenarnya apa yang sedang ingin kau tunjuk kan padaku ya Allah?"...


Aryan terus memandangi bayi dengan wajah seperti anak kebaratan pada umumnya itu, Rambut lurus lembut dengan warna pirang, mata Biru, hidung mancung dan kulit yang putih.


..."Kau mencurangi ku Nesa?"...


Aryan datang menemui Nesa dengan raut muka yang di penuhi oleh emosi.


Ia lantas kembali pergi meninggalkan bayi mungil itu ingin segera menemui Nesa.


Sesampainya di ruangan Nesa di rawat, dilihatnya Nesa yang masih terbaring kemah tak sadarkan diri.


Tiba-tiba terdengar suara Nesa yang mulai merintih, menandakan ia mulai siuman.


Dengan langkah tenang namun pasti, Aryan berjalan menuju tepi ranjang Nesa.


Aryan hanya diam dengan terus memberikan tatapan seperti itu pada Nesa.


..."Bie,"...


..."Dimana anak ku bie.?"...


Aryan masih diam tak bergeming.


..."Bie, kamu kenapa? Kenapa diam saja?"...


Aryan masih terdiam, enggan menjawab perkataan Nesa.


..."Bie,,,, kepalaku sakit sekali bie, dadaku,?? Aaacchh."...


Tiba-tiba Nesa merasakan sakit yang Ter amat pada kepala dan dadanya.


..."Kenapa kamu lakukan itu Nesa? Setelah semua yang aku lakukan padamu? Kau mengkhianati Nesa?"...


Nesa mendengarkan ucapan Aryan dengan menahan sakit yang Ter amat.


..."Dengan siapa kamu melakukanya Nesa? Kapan itu hah? Apa saat kamu di Paris?"...

__ADS_1


Nesa mulai panik membelalakkan matanya meski ia menahan rasa sakit yang Ter amat.


..."Selamat Nesa, kamu melahirkan bayi laki-laki yang tampan. anak seorang bule."...


..."Kenapa aku bisa begitu bodoh Nesa, dulu aku tidak menyentuhmu sama sekali selama hampir dua bulan dimulai semenjak papah meninggal, tapi kamu tiba-tiba positif dan aku sama sekali tidak mencurigai berapa umur janin itu? BODOH nya diriku."...


Aryan tertawa sumbang.


Tiba-Tiba Nesa tak bisa lagi menahan rasa sakit pada kepala dan sesak di dadanya, hingga ia menghembuskan nafas ter akhirnya. Nesa meninggal setelah ia melahirkan putra nya ke dunia.


..."Maaf, tolong, jaga dia.!"...


Kalimat Ter akhir Nesa yang masih sempat ia ucapkan pada Aryan meski sangat pelan hampir berbisik dan terbata saat mengucapkannya.


...HENING...


...........................................................................


...****************...


"Cinta, tegarkan hatiku,


tak mau sesuatu merenggut engkau


Naluri ku berkata Tak ingin terulang lagi


Kehilangan cinta hati bagai raga tak bernyawa


Aku, junjung petuahmu cintai dia yang mencintaiku"


..."Ayla, kecilkan suara musikmu itu, nanti Baby Arend kebangun lho."...


Ineke kuatir keponakan kesayangannya terbangun dari lelap tidurnya karna suara musik yang di setel sang mama lumayan keras.


..."Iiiihhh, aunty,, Arendra kan anaknya mami, suka sama musik dan lagu, ya nggak kebangun lah aunty."...


Ayla sedang sibuk melipat pakaian bayi itu.


..."Hemmm, kamu pasti sebenernya kangen muda lagi kan? Kangen nyanyi lagi.?"...


Ineke mematikan sound bluthooth.


..."Yah, di mati'in beneran.!...


Ineke hanya menjulurkan lidah pada Ayla yang justru mengundang gelak tawa diantara mereka berdua.


Ini adalah perjalanan damai yang jika di lihat mata lahiriah sangat bahagia, penuh canda tawa setiap harinya, kerewelan dan kerepotan mengurus seorang baby, Dimana keduanya tidak memiliki pengalaman, dan hanya bantuan dari panduan dari internet yang sering kali trouble karna lemahnya jaringan, serta penuturan penuturan nasehat dari para tetangga dan ibu ibu desa.


Namun, hati tetaplah hati. Ia kosong di dalamnya, dengan perasaan rindu yang acap kali datang menyiksa. Dengan air mata yang masih setia menemani dalam kesendirian dan malam sepi nya.


Tapi dengan adanya baby Arendra, Ayla bisa memiliki sedikit kekuatan untuk bisa terus menjalani hidupnya, dengan penuh harap penuh makna.


* Baby ARENDRA PUTRA ARYAN.

__ADS_1


__ADS_2