
Nona Elis sang Pemandu Wisata membawa mereka trip malam di Menara Seoul N Tower, sebuah pemancar Radio dengan ketinggian 236 m.
Untuk naik ke atas menara, wisatawan bisa naik menggunakan kereta gantung Namsan.
Ayla sedang malas. Ia pun memilih tidak ikut ke atas. Ia akan menunggu di bawah menikmati makanan di Restoran lantai bawah, setelah selesai rencana selanjutnya adalah belanja lagi di toko-toko sekitar sana.
Saat menaiki kereta gantung, Arend bersanding dengan Zico. Dan Ineke di belakang mereka bersanding dengan Rain.
Zico dan Ineke terlihat sangat antusias. Mereka bergantian saling tunjuk melihat pemandangan kota Seoul yang sangat cantik di malam hari dari ketinggian.
Arend senang melihat aunty nya yang terus mengembangkan senyum bahkan tawanya terdengar renyah.
Rain juga sama halnya. Hatinya terus bergetar tidak normal. Ia begitu senang bisa sedekat ini dengan Ineke. Melihat senyum cantik Ineke dan pancaran kebahagiaan di wajahnya.
Ayla menikmati sup ayam panas di bawah. Di temani oleh Elis dan 2 Bodyguard. Tiba-tiba seseorang menutup matanya dari belakang.
..."Aaaah, siapa?"...
Ayla kaget, langsung berdiri dan memutar badan.
..."Mas Aryan.!"...
Ayla berteriak dan melompat seperti anak TK melihat cinta nya berada disana.
Aryan terlihat sangat tampan dengan senyumnya yang mengembang. Mereka langsung saling berpelukan.
..."Kok gak bilang kalo datang?"...
..."Kejutan."...
Aryan menjawab dengan kelembutan. Ia lalu mendaratkan satu kecupan hangat di kening Ayla.
Saat Ayla dan Aryan saling berpelukan melepas kerinduan. Ineke, Rain, Arend dan Zico ternyata sudah sampai disana.
..."Papah.!"...
Zico memeluk Aryan antusias. Arend hanya mendekat dengan mengembangkan senyum. Aryan mengacak rambut Arend.
..."Tuan Aryan."...
..."Tuan Rain"...
Mereka berjabat tangan. Namun ekspresi Aryan sangat datar, beda halnya dengan Rain yang tersenyum tulus.
Mereka makan bersama sebentar, lalu melanjutkan belanja. Ayla dan Ineke yang paling heboh. Aryan mengajak Rain untuk bicara berdua.
Entah bagaimana kejadiannya. Ayla yang kembali bersama Ineke melihat Aryan dan Rain yang sudah saling memegang kerah baju lawan masing-masing dengan kasar.
Tatapan keduanya seperti macan dan singa yang siap bertarung. Sontak Ayla dan Ineke berhambur ke arah mereka.
..."Mas Aryan.!"...
Ayla datang mencoba melepas tangan Aryan dari kerah kemeja Rain.
..."Ada apa ini?"...
__ADS_1
Jelas saja Ayla dan Ineke terlihat panik dan bingung. Bukankah mereka berdua berteman?
..."Kita kembali ke hotel."...
Aryan melepas cengkraman tangannya setelah Rain melepasnya terlebih dulu, ia memegang tangan Ayla untuk segera mengikuti langkahnya.
..."Kau juga ke.!"...
Aryan berhenti sejenak mengajak Ineke yang masih mematung bingung di sana.
..."Tunggu Nona Ineke."...
Suara Bariton Rain berhasil menghentikan langkah kaki mereka semua.
..."Aku menyukaimu."...
Satu kalimat tegas yang di ucapkan Rain mampu membuat Ayla dan terlebih Ineke kaget membulatkan mata.
Aryan melepaskan tangan Ayla, rahangnya mengeras sempurna menahan amarah, lalu Aryan kembali menghampiri Rain mendaratkan satu pukulan kasar di pipi Rain.
Rain ingin membalas, namun para pengawal Aryan yang berada di sana dengan sigap memegangi badan Rain.
..."Menjauh dari keluargaku"...
..."Mas Aryan.!"...
Ineke hanya bisa menunduk dengan air mata yang mulai menetes membasahi pipi.
..."Apa masalahnya? Jelaskan.!"...
Aryan hanya diam, terdengar deru nafasnya yang memburu.
Rain kembali mencoba mengajak bicara Ineke.
..."Diam kau b*jingan!."...
..."Mas Aryan, tunggu, kenapa kau marah pada Tuan Rain? Jika dia menyukai Ineke? Kenapa kau yang begitu marah? Ada apa?"...
Ada sebuah kecurigaan di mata Ayla yang membuat dada Aryan terasa sakit. Aryan menatap lekat mata Ayla, memegang kedua bahunya.
..."Apa kau melihat ada kecurangan di mataku Ayla?"...
..."Lantas apa Mas?"...
..."Dia bukan lah laki-laki baik untuk Ineke Ay, dia bukanlah orang seperti kita. Dia berasal dari dunia yang berbeda!"...
Ayla semakin menyipitkan mata. Kening Ayla mengkerut mencoba memahami yang di sampaikan Suaminya.
..."Apa maksud Mas?"...
..."Kau menilai ku begitu mudah Tuan Aryan. Apakah orang seperti ku tidak berhak jatuh cinta?"...
Rain berteriak sangat emosi. Ia dalam keadaan lemah sekarang, dia yang hanya sendiri tanpa anak buah, lawan Bodyguard Aryan yang sekitar 10 orang.
Rain bisa saja mencoba melawan. Tapi ia tak ingin Ineke melihatnya dari sisi buas yang menakutkan.
__ADS_1
..."Baiklah. Ini permasalahan hati, kenapa kita tidak bertanya pada Ineke langsung? Dia yang akan menjalani. Biar dia yang mengambil keputusan."...
Ayla mendekati Ineke. Menangkup wajahnya, menatap matanya dalam, dan menghapus air matanya.
..."Kau ingin mengatakan sesuatu Ke?"...
Ineke hanya menggeleng.
..."Kita pulang Ay!"...
Aryan benar-benar sudah tidak bisa bersabar lagi. Ia segera meraih tangan Ayla untuk berjalan mengikutinya. Ineke pun ikut melangkah mengikuti Ayla. Meninggalkan Rain yang terlihat begitu marah, mencoba melepaskan dirinya dari cengkraman para bodyguard Aryan.
Untunglah Arend dam Zico sudah berada di mobil sejak tadi. Mereka pun meninggalkan Menara Seoul Tower menuju Hotel.
...****************...
Aryan mendapat laporan dari Bodyguard jika keluarganya bertemu dengan Rain secara tidak sengaja.
Rain berusaha mendekati keluarganya mulai dari acara makan malam pertama. Aryan menyuruh Bodyguard untuk selalu menjaga keluarganya dengan ketat.
Aryan membiarkan Rain untuk mendekati keluarganya, Aryan takut jika Bodyguard yang menjaga keluarganya melarang, Rain bisa saja melawan dan memicu keributan. Mengingat anak buah Rain yang jumlahnya sangat banyak.
Aryan harus datang menjemput mereka sendiri. Dan segera mengajak mereka kembali pulang. Itu rencananya.
Dalam benak Aryan, seorang Rain Cosa adalah Bos Mafia yang kejam, nyawa manusia tidak berharga di dunia mereka. Darah mengalir itu adalah hal yang biasa. Aryan tidak bisa membiarkan keluarga mereka berada dekat dengan orang seperti itu.
Sampai saat Aryan datang dan mengajak Rain berbicara berdua, apa alasannya mendekati keluarganya. Rain dengan jelas mengatakan jika ia menyukai Ineke. Dan dia ingin memilikinya.
Mendengar jawaban Rain, Aryan tak dapat menahan emosinya. Ia sudah menganggap Ineke adalah keluarganya.
Aryan mengetahui tabiat laki-laki seperti Rain. Dunia gelap mafia, seorang Cassanova yang biasa gonta-ganti pasangan. Bahkan wanita hanya di gunakan sebagai partner ranjang objek kepuasan, lalu di buang. Aryan akan sangat merasa bersalah pada Dion jika itu sampai terjadi pada Ineke.
...****************...
Terjadi perdebatan di balkon Kamar Ayla, mereka lupa jika Ineke mempunyai akses yang sama, Ineke tidak sengaja mendengar semua teriakan demi teriakan yang pasangan suami istri itu lakukan. Dan itu semua karna dirinya.
..."Aku tidak setuju Ay!"...
..."Jika Tuan Rain memanglah jodoh Ineke, kenapa tidak Mas? Semua orang mempunyai masa lalu. Dan semua orang bisa berubah.!"...
..."Tapi dunia Rain tidak akan pernah menjadi masa lalu Ay, dia masih aktif di dalamnya."...
..."Tapi jika itu demi kebahagiaan Ineke, kenapa tidak membiarkan mereka mencobanya Mas?"...
..."Kau ingin menjadikan sahabatmu sebagai kelinci percobaan?"...
..."Bukan itu maksudku mas."...
..."Jagan membantah Ayla."...
Perdebatan mereka terus berlanjut. Ineke keluar dari kamar. Ia masuk ke kamar Elis. Meminta izin pada Elis untuk tidur sekamar dengannya. Ineke mengirim pesan pada Ayla jika ia akan tidur di kamar Elis. Dan Ayla bisa tidur sekamar dengan Aryan.
jam menunjukkan pukul 1 malam. Ayla dan Aryan berbaring di atas ranjang saling membelakangi. Mereka sama-sama belum tidur.
Aryan masih terlihat kilatan emosi. Sedangkan Ayla masih terus menangis. Ini adalah pertengkaran pertamanya dengan Aryan sang suami. Bukankah itu sesuatu yang menyakitkan? Berdebat dan berbeda pendapat dengan suami sendiri?.
__ADS_1
Ineke masih berdiri di atas balkon kamar, menangis dalam diam. Elis sudah terlelap. Ia semakin merindukan sosok Dion di saat-saat seperti ini. Rindu yang paling menyakitkan adalah merindukan mereka yang tidak akan pernah lagi datang.
..."Andai kau tetap bersamaku Dion? Andai kau tidak pergi? Ini semua tidak akan terjadi."...