
..."Aku tidak mengerti, mereka yang sudah pernah menjadi partner ranjang bersama, lalu terpisah, dan di pertemukan kembali, apakah mereka benar-benar bisa melupakan apa yang pernah mereka lalui? Atau, mereka akan selalu mengingatnya, tak pernah lupa? Dan hanya pura-pura karna terbiasa?...
...Satu pesan singkat untukmu, Tolong, jangan memulai hubungan baru, jika hubunganmu yang lama masih belum selesai. Karna pasti akan ada hati yang tersakiti."...
...****************...
...*FLASH BACK ON*...
Malam itu hujan badai. Anggota mafia Rain Cosa tengah bersitegang dengan Mafia dari klan Nostra.
Ayah Rain dan Ayah Bianca adalah sahabat lama awalnya. Namun entah siapa yang mengkhianati siapa. Polisi menemukan bukti-bukti kejahatan Pengedaran obat-obatan terlarang jaringan internasional dari Klan Nostra. Dan Nama Cosa bersih darinya.
Ayah Bianca akhirnya tertangkap di Itali, dan mendekam dalam tahanan sampai saat ini. Itu adalah pemicu awal perselisihan Cosa dan Nostra.
Di saat perseteruan malam itu, Ayah Rain terkena tembakan tepat di kepalanya yang mengakibatkan Bos Mafia Cosa kehilangan nyawanya saat itu juga.
Rain dan Cassandra adalah sepasang kekasih yang saling mencintai saat usia mereka remaja. Dan mereka sudah pernah melakukan penyatuan. Namun karna kekacauan yang terjadi dari dua belah pihak. Mereka akhirnya terpisah.
Sejak saat itu, Rain tidak lagi percaya dengan cinta. Ia di paksa menjadi penerus ayahnya saat usianya masih remaja. Ia menjalani hidup di dunia para Mafia.
Wanita-wanita cantik nan seksi akan naik ke atas ranjang hanya dengan sekali tarik. Rain menjalani hidupnya dalam kegelapan.
Lambat laun Rain mulai melupakan Cassandra. Atau sebenarnya hanya karna terbiasa. Dan pada hari itu. Ia melihat Ineke pertama kalinya. Yang begitu mencintai Dion. Hatinya tergerak dan berdetak. Apakah itu benar karna dia mencintai Ineke? Atau karna Rain telah melihat seseorang pada diri Ineke?
Jelas Rain merasa otaknya berperang sekarang, Cassandra yang tiba-tiba datang, meluapkan amarahnya karna Rain telah menikah dengan wanita lain. Membuat darah Rain berdesir hebat.
..."Cassandra? Kau kembali?"...
...****************...
Rain melompat ke laut kala Cassandra menabrakkan Sky Boat nya, Cassandra pun melakukan hal yang sama.
Cassandra berenang mendekat ke arah Rain. Ia berusaha memukul Rain sambil berteriak hebat.
..."B*Jjingan. Pengkhianat!. Aku diam menunggumu selama ini? Tapi kau malah menjalin hubungan baru.? Apa kau mau mati?"...
Cassandra terus memukul Rain, Ia meluapkan semua emosinya. Rain berusaha menenangkan Cassandra, tapi dari kejauhan malah nampak seperti perkelahian.
..."Cassy, Cassy. Berhenti. Dengarkan aku."...
..."Aaaahhh, Aaaahhhh"...
Cassandra benar-benar di pengaruhi emosi.
..."Apa yang kau cari? Kau bisa tidur dengan wanita manapun? Tapi kenapa kau harus menikahinya? Aaaaahh?"...
__ADS_1
...****************...
Rain berdiam diri di kamar mandi. Ia berdiri menghadap tembok dengan tangannya bersandar pada dinding itu, air shower mengguyur tubuh nya.
Ia terus teringat dengan Cassandra yang tiba-tiba kembali. Jelas dalam ingatannya bagaimana dulu ia begitu mencintai Cassandra hingga semuanya berubah.
Dan melihat mata Cassandra tadi, batin Rain terasa perih. Hati Cassandra pasti sangat sakit saat ini. Dia yang mencoba bertahan malah mendapat pengkhianatan dari Rain.
Rain meraup mukanya kasar. Jantungnya terasa tidak aman.
..."Bagaimana sekarang? Ada Ineke dalam hidupku? Tapi dia kembali datang, dan rasaku masih sama?"...
Rain benar-benar bingung. Ia tak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ia kini bahkan merasa takut untuk keluar.
...*Tok tok tok...*...
..."Rain? Apa kamu belum selesai mandi?"...
Ineke berteriak dari luar, ia merasa khawatir. Rain lebih banyak diam sejak siang tadi. Bahkan dia berada di kamar mandi sejak Ayla kembali dan itu dari sore hari. Sekarang sudah hampir jam 8 malam.
..."Rain?"...
Pintu di buka. Rain keluar hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Rambutnya terlihat basah dan acak-acakan.
Tak ada senyum di wajahnya. Bahkan Ineke yang tersenyum ke arahnya tak mendapat balasan. Untuk sesaat ada rasa sakit di hati Ineke. Namun ia segera menepisnya.
..."Rain? Kau baik-baik saja?"...
Ineke mendekat dan bertanya. Rain selesai memakai jam tangannya. Ia lalu tersenyum melihat ke arah Ineke.
Tangan Rain meraih kedua tangan Ineke. Mengecup mesra punggung tangan itu.
..."Tidak ada apa-apa, jangan khawatir."...
Rain membawa Ineke kedalam pelukannya. Mengelus kepala Ineke.
..."Dia adalah istriku sekarang, bahkan dia telah memperkenalkanku pada Tuhan. Cassandra harus bisa menerima jika aku dan dia hanyalah masa lalu. Wahai Tuhan. Jangan biarkan aku melakukan kesalahan."...
Mereka melangkah turun bersama. Ineke mengajaknya lewat tangga. Ineke lebih suka lewat jalur ini dari pada lewat lift.
Di meja makan sudah ada Bian, Bianca, dan Cassandra. Bian tersenyum sinis. Tapi dari raut wajahnya ia seperti terlihat bahagia.
Sedangkan Cassandra hanya diam tanpa ekspresi. Rain dan Ineke duduk berdampingan. Cassandra tepat di depan Rain. dan Bian berada tepat di depan Ineke.
Tak ada yang memulai obrolan atau pun pergerakan. Ineke merasa sesak sekarang, ia seperti sedang dalam satu peti yang gelap, terkunci, dan pengap.
__ADS_1
..."Ehhmmm.. Kakak Ipar, perkenalkan. Ini adalah Cassandra, Sahabat kami."...
Bian memperkenalkan Cassandra pada Ineke. Rain hanya diam tak bergeming. Ekspresinya terlihat datar dan dingin.
..."Hai, Ineke!"...
Ineke mengulurkan tangan terlebih dulu. Meski nampak jelas jika Ineke tengah canggung sekarang. Sedangkan Cassandra menoleh dengan angkuh. Tapi ia menyambut uluran tangan Ineke.
..."Cassy!"...
Ineke mencoba tersenyum. Namun jelas nampak ragu. Ia melihat ke arah suaminya yang hanya menatap lurus ke arah meja tanpa bergeming. Mereka pun melewati makan malam cepat dalam keheningan. Dan kembali ke kamar masing-masing.
Rain merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menutup mata. Ada jutaan pertanyaan saat ini di benak Ineke. Namun bibirnya terasa keluh jika ia ingin berucap.
Rain masih mengenakan sepatunya. Ineke menghampiri dan melepas sepatu itu dengan pelan. Rain merasakannya, tapi ia memilih tetap berpura-pura tidur. Ineke lalu menarik selimut menyelimuti tubuh suaminya. Dan ia ikut berbaring di samping Rain. Lalu memeluk tubuh suaminya dengan perasaan tidak tenang.
...****************...
Aryan dan Ayla tengah berpadu dalam lirih.
Zico sudah terlelap. Arend masih di depan Computer berkirim pesan pada Cen. Dan langsung mendapat balasan.
^^^"Kau yakin tidak ingin mengatakan sesuatu Cen? Aku pikir kita adalah teman."^^^
^^^✓✓^^^
"Aku harap tidak akan ada hal buruk yang terjadi, Arend."
^^^"Ku mohon ceritakanlah padaku."^^^
^^^✓✓^^^
"Cassandra adalah masa lalu Tuan Rain."
^^^"Cen, berjanjilah padaku."^^^
^^^✓✓^^^
"Tentang?"
^^^"Jaga aunty ku disana. Dia tidak punya siapa-siapa. Jika sesuatu terjadi. Tolong langsung beritahu aku."^^^
^^^✓✓^^^
"Aku akan menjaganya untukmu."
__ADS_1
...****************...