
Besok adalah hari mas Aryan pulang dari perjalanan bisnisnya,
Ayla masih dengan keadaan menyedihkannya yang terus menangis memikirkan keputusan apa yang akan di ambilnya esok hari, jelas kini ia telah jatuh cinta kepada Aryan, orang yang sedang jatuh cinta pasti merasa takut jika kehilangan orang yang di cintai nya, itu sangat menyakitkan.
Drrrtttt.
Terdengar getaran dari ponsel Ayla, 1 notifikasi masuk.
..."Ay, sudah tidur?, **M**as kangen."...
Isi pesan dari mas Aryan.
Lama Ayla memandang pesan itu, terasa menyenangkan yang juga menyiksa, namun Ayla diam tak membalas.
Drrrttt drtttt drrttt
Kini ponsel Ayla bergetar tanda panggilan masuk.
...*Mas Aryan...
...Calling.......
Ayla hanya menangis dalam diam, ia tak sanggup mengangkat panggilan itu.
..."Ay, kenapa tidak angkat? Apa kamu marah sama mas ay? Apa mas ada salah?...
..."Ya sudah, ini sudah malam, istirahatlah Ayla,...
..."Ayla nya mas Aryan sayang. Sampai ketemu besok. 😘😘😘...
...'Maafkan aku mas,' Lirih Ayla....
...- - - - - - - - - - - - - - - - -...
...----------------------------------------------------------------------...
Aryan tiba di bandara, tampak Nesa yang sudah menunggu nya, untuk menjemput dan menyambut kehadiran Aryan.
..."Bie,"...
Nesa lari berhambur ke dalam pelukan Aryan.
..."Aku kan udah bilang bie, gak usah jemput, aku juga harus langsung menuju ke kantor bie,"...
..."Iiiiihhhh, Aku kangen bie sama kamu, kamu gak kangen apa sama aku,"...
..."Ummmuaaacchhh, ummuuaacchh,"...
__ADS_1
Aryan mengecup kening Nesa dua kali.
..."Ya udah, kita pulang dulu sekarang, gimana keadaan nya? Dia baik-baik saja kan? Apa dia rewel? apa dia menyusahkan mu?"...
Aryan berjalan beriringan dengan Nesa tangan nya mengelus-elus perut Nesa.
..."Dia baik kok bie, yah, sedikit rewel sih, kalo pagi aku suka mual, muntah terus, tapi kalo udah siang jadi enakan."...
Nesa bergelayut manja.
Mereka pun pergi menuju ke apartment Nesa terlebih dulu, sebelum nanti sore nya Aryan akan ke kantor menjemput Ayla untuk pulang bersama.
Aryan mengirim pesan via WA untuk Ayla.
..."Ay, aku sudah sampai, tadi nya mau langsung menemui kamu ke kantor, tapi nesa datang menjemput ku ke bandara, sekarang aku di apartment nya Nesa."...
Tanda dua centang telah berubah warna menjadi biru, tapi tak ada tanda-tanda Ayla membalas. Aryan pun kembali mengirim pesan.
..."Ay, aku jemput ke kantor ya, kita pulang ke rumah bareng" ...
Kini pesan itu terlihat belum di baca, bahkan riwayat wa Ayla belum aktif sejak Ter akhir membaca pesan Aryan tadi.
Aryan mulai merasa gelisah, ia benar-benar merindukan Ayla, dan sikap Ayla belakangan membuat Aryan semakin banyak berfikir yang bukan-bukan, karna sebelumnya hubungan mereka sangat baik, setelah Aryan di luar negri, sikap Ayla menjadi dingin padanya.
Sore pukul 14.00 Aryan bergegas pergi ke kantor, ia merasa tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Ayla, sesampainya di kantor, ia melesat ke dalam ruangan nya, namun ruangan itu nampak kosong, tidak ada Ayla di sana. Aryan kembali keluar menemui sekretarisnya.
..."Maaf pak, ibu Ayla hari ini tidak masuk, tadi pagi saya coba hubungi untuk bertanya, karna ada pak Irwan yang datang ingin bertemu, sedangkan anda tidak di tempat, tapi Bu Ayla tidak menjawab telfon saya pak."...
Mendengar penjelasan Gita, Aryan semakin khawatir,
... ' Ada apa dengan Ayla? Kemana dia? Kenapa dia tidak masuk ke kantor, tidak membalas pesan dan tidak menjawab telfon dari ku?' ...
Aryan langsung melajukan mobilnya sekencang mungkin, ia ingin segera sampai rumah, saat di perjalanan, Aryan menghubungi telfon rumah, dan terdengar suara Bu Nana dari seberang telfon.
..."Iya tuan."...
..."Ayla di rumah bik?"...
..."Em, nyonya baru saja tadi sore keluar tuan, katanya mau ke makam ayah nya sama ke makam bapak."...
Aryan pun melajukan mobilnya ke arah TPU tempat per istirahatkan Ter akhir Ayah dan Papa. Sesampai nya disana, Aryan tak mendapati Ayla, tapi di atas gundukan tanah itu terdapa kelopak bunga-bunga yang masih segar.
..."Dia pasti sudah pergi"...
Aryan menyempatkan diri membaca surah al-fatihah dulu sebelum akhirnya keluar kembali menuju mobil, ia lagi-lagi menelfon ke rumah.
..."Ayla sudah pulang bik?"...
__ADS_1
..."Belum tuan,"...
...'Apa mungkin dia masih dalam perjalanan?'...
..."ya sudah bik, saya tutup dulu telfonya,"...
..."Baik tuan, tapi maaf tuan, apa ada masalah? kenapa suara tuan terdengar tergesa?"...
..."Tidak bik, tidak ada apa-apa, nanti kalo Ayla sudah sampai rumah, tolong segera hubungi saya."...
Aryan menutup telfon, dan kini jari jempolnya ber alih menggeser layar hp mencari kontak Ayla, ia menghubungi telfon, dan wa Ayla. namun tak ada jawaban. Ponselnya seperti dalam kondisi off.
Aryan memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Sesampai nya di rumah, Ayla masih belum juga pulang, ini sudah malam, jam menunjuk kan pukul 19 lebih.
..."Kemana kamu ay? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang?"...
Aryan tak menyerah, ia kembali keluar untuk mencari Ayla, tempat pertama yang ia tuju adalah cafe Jho, tapi sebelum sampai ke tempat Jho, dia lebih dulu belok ke arah panti kasih bunda terlebih dulu karna tempat nya yang lebih dekat, ia tak mendapati Ayla disana, tapi ibu panti menuturkan, bahwa:
..."Kemarin nak Ayla datang kesini, tapi ibu tidak begitu mengerti dengan yang di ucapkannya, nak Ayla seperti berpamitan kepada saya nak Aryan."...
..."Apa yang di katakan Ayla Bu?"...
..."Dia bilang, 'maaf Bu, mungkin esok hari, saya tidak bisa lagi memberi bantuan,' Tapi dia juga mentransfer sejumlah uang ke rekening panti dengan nominal yang 3x lipat lebih banyak dari yang biasa dia berikan nak Aryan."...
Dalam pikiran Aryan sekarang ini sudah sangat kacau, dia benar benar merasa takut, takut jika apa yang dipikirkannya adalah benar, dia takut Ayla pergi meninggalkannya, pergi dari hidupnya.
Aryan melanjutkan perjalanan menuju cafe nya Jho, saat di perjalanan lagi lagi ia menggunakan ponselnya, menghubungi telfon rumah.
..."Bik, segera periksa kamar saya, periksa apakah barang-barang Ayla masih ada di kamar bik? cepat."...
Suara Aryan kini terdengar sangat panik.
..."Tuan, barang-barang nyonya masih ada, semuanya lengkap....
..."Tapi tuan, saya menemukan sebuah surat di atas nakas, ada cincin juga tuan. Ini seperti cincin pernikahan nyonya dengan tuan."...
Kini Aryan tak lagi dapat menahan derai air mata nya.
...'Ay, please, jangan pergi ay, jangan pergi.'...
Aryan sampai di cafe Jho, ia segera masuk seperti orang kesetanan, ia celingukan, sebentar lari ke gazebo, sebentar ke arah mushola, kembali lagi ke ruang utama cafe yang tepat di depannya panggung kecil yang biasa di gunakan Ayla bernyanyi mengalunkan lagu.
Terlihat sekali dia sedang panik, sedih, dan mungkin marah yang masih bisa di tahan. Penampilan yang berantakan, rambut acak acakan, muka kusut dan sembab, serta matanya yang merah dan air mata yang menganak sungai.
Melihat kedatangan Aryan, Jho menghampiri.
..."Aryan,,,,,,,,,,...
__ADS_1