Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
MENAKLUKKAN INEKE


__ADS_3

Ineke masih mengobrol di halaman belakang, ada sekitar 5 kursi yang mengelilingi meja bundar di tengahnya. Dengan pemandangan halaman yang di tumbuhi rumput hias. Mereka duduk disana.


..."Jadi, kita sekarang?"...


Dion jadi bertingkah malu-malu kucing seperti ABG yang baru jatuh cinta. Ineke berusaha setenang mungkin. Meski di lubuk hatinya Ineke juga merasa bahagia, tapi ada hal lain yang membuatnya gundah.


..."Kata Tuan Muda Arend, jika di terimaaaa, menikah!"...


Dion mengucapkannya ragu-ragu, takut ada yang salah.


..."Kita baru saling mengenal Dion, apa itu tidak terlalu buru-buru?"...


..."Bahkan Tuan Aryan dan Nyonya Ayla menikah tanpa saling mengenal dulu."...


..."Dan kamu lihat bagaimana nasib pernikahannya?"...


..."Tapi kan sekarang mereka sudah bahagia?"...


..."Apa terlihat begitu,? Jika sesuatu yang buruk terjadi, aku tidak yakin akan setabah dan sesabar Ayla, Dion."...


..."Aku tahu, aku sudah melihatnya saat kau memarahi Aryan waktu itu."...


Tanpa mereka sadari, dari balkon atas ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka. Itu balkon kamarnya Zico. Arend dan Zico tengah memperhatikan mereka.


...(memperhatikan apa mengintip?)...


..."Dion yang bodoh."...


..."Kau tahu cara membantu Dion Arend?"...


..."Langsung lamar, bawa penghulu, sah, selesai."...


..."Apa itu?"...


Arend diam, enggan menjawab. Tapi, dengan tingkah konyolnya Zico berteriak ke arah Dion dan Ineke berada.


..."Dion___!"...


Dion dan Ineke serentak menoleh ke arah balkon atas, dimana Arend dan Zico berada. Arend pun juga ikut kaget saat Zico berteriak.


...****************...


Pintu ruang ganti di kamar Ayla tiba-tiba di buka. Sontak Ayla membalikkan badan karna kaget.


..."Sepertinya, itu tidak akan muat lagi kau pakai Ay.!"...


..."Mas Aryan?"...


Ayla mengembalikan pakaian tadi ke lemari.


..."Aaah,?"...


..."Iya, itu ukuran S, bahkan mungkin 0, kau membutuhkan ukuran yang lebih besar sekarang."...


Aryan mendekat, dan berhenti tepat di hadapan Ayla.


..."Lihatlah, Ukuran mu yang di depan sekarang terlihat jauh lebih besar."...


Mata Aryan secara intens mengarah ke 2 gundukan Ayla yang ukurannya sekarang memang jauh lebih besar dari pada dulu.


Ayla mengerti apa yang di maksud Aryan. Wajahnya memerah tiba-tiba.


..."Aryan!"...


Ayla berusaha memukul Aryan namun tangannya dengan cepat di tangkap oleh Aryan. Dan pandangan mereka kini beradu semakin dalam. Tangan Aryan yang sebelah lagi merangkul pinggang Ayla, merapatkan tubuh mereka, menempel dengan sempurna.


Aryan mulai mendekat, pelan, pelan, terus mendekat.


...'Ayla!, berfikir.?'...

__ADS_1


Ayla gugup dan akhirnya tanpa aba-aba ia teriak.


..."Kecoa??!!"...


..."Aaahh?? Mana? Dimana ada kecoa?"...


Aryan melepas tangan Ayla dan Ayla mendorong tubuh Aryan mundur hingga ia bisa lari menghindar keluar dari kamar.


..."Oohh ****"...


Ayla berlari masuk ke kamar Zico, kamarnya sepi, tapi kemudian Ayla melihat kedua jagoannya itu berada di balkon. Ayla masuk menghampiri mereka.


..."Dion___! Langsung lamar, bawa penghulu, sah, selesai!"...


Dion mengulangi apa yang di katakan Arend dengan berteriak sekerasnya.


Ayla, Dion, Ineke, dan Arend membulatkan mata kaget akan apa yang barusan dikatakan oleh Zico.


..."Apa?"...


Ayla yang baru datang dan mendengarnya sontak kaget.


..."Mama, lihat! Dion akan segera menikah dengan Aunty!"...


Muka Ineke seperti kepiting rebus. Dan Dion hanya bisa menggeleng kehabisan kata.


...****************...


Makan malam sudah siap. Semua orang sudah berkumpul di meja makan. Kecuali Dion, Dion merasa jika dia hanyalah bawahan, tidak mungkin berani makan semeja dengan atasannya.


..."Sila, tolong panggilkan Dion."...


..."Baik tuan!"...


Dion datang dengan ekspresi yang sedikit canggung.


..."Duduk. Kita makan bersama."...


Semua orang menatap ke arah Aryan dengan perasaan penuh tanya, tapi mata Aryan hanya menatap Ayla yang ada di sampingnya seperti meminta.


Ayla menelan kasar salivanya. Kemudian dia berdiri, dan mulai mengambilkan makanan ke piring Aryan.


..."Uffhhh"...


Arend terlihat kesal dengan pemandangan itu, sedangkan senyum Zico tampak merekah.


..."Apa sudah bisa kita mulai sekarang?"...


..."Iya putra ku Arend. Ayo kita makan bersama."...


Aryan mengelus rambut Arend yang duduk di dekatnya. Seperti biasa Arend tidak menyukainya.


Bu Nana melihat pemandangan indah itu dengan perasaan haru dan bahagia.


..."Teruslah seperti ini, hingga Tuan di atas sana juga melihatnya dengan bahagia."...


Makan menu utama telah usai, tinggal dessert penutup mulut.


..."Jadi, kalian sudah memutuskan akan menikah?"...


Dion terbatuk karna gugup.


..."Tenanglah Dion, kenapa tegang sekali?"...


Zico merasa lucu melihat wajah Dion saat ini.


..."Itu semua, tergantung Nona Ineke Bos."...


..."Tentukan tanggalnya, hubungi WO, aku yang akan menanggung semuanya."...

__ADS_1


Aryan lalu bangkit dari duduknya.


..."Zico, apa kau sudah selesai?"...


..."Sudah pah!"...


Dengan sangat pelan Aryan menggendong putranya menuju lantai atas ke kamar. Arend mengekor di belakangnya.


..."Pikirkan, dan atur baik-baik. Aku mendukung kalian."...


Ayla tersenyum licik seakan penuh kemenangan. Lalu ia pun meninggalkan Ineke dan Dion berdua di meja makan. Dia sendiri melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar.


Ineke dan Dion hanya saling bertatap-tatapan.


...****************...


*Di kamar Aryan.


..."Aku akan tidur di sofa Ay, aku takut tidak bisa menahan diri, setiap berada di dekatmu, bahkan dengan jarak 10 meter pun, jagoan di bawah sana selalu merespon dengan cepat, aku tahu kau belum siap. Jadi, kau tidurlah di ranjang. Dan aku di sofa."...


Ayla hanya diam, ia tak mampu membalas ucapan Aryan. Dan membiarkan Aryan membaringkan tubuhnya di atas sofa.


Ayla pun membaringkan tubuhnya di ranjang, menarik selimut, dan mencoba memejamkan mata.


...(Malam ini pasti akan terasa panjang, pasti sulit bisa tidur dengan tenang)....


...****************...


..."Apa kau senang tinggal disini Arend?"...


Arend tengah memainkan komputer Zico.


..."Kau suka bermain game?"...


..."Aku lebih suka menciptakan game."...


..."Kau bisa membuat game?"...


..."Bagaimana kaki mu sekarang?"...


..."Sudah tidak terasa sakit. Kapan benda ini bisa di buka? Aku sangat tidak nyaman."...


..."Segera, setelah satu bulan."...


..."Apa? Satu bulan?"...


...****************...


Ineke dan Dion mengobrol di halaman belakang, tempat yang kemarin. (sepertinya tempat itu sangat cocok untuk berpacaran)


..."Kamu, masih belum memutuskannya?"...


Zico ingin segera mendapat kepastian.


..."Jawaban apa yang kamu harapkan?"...


..."Tentu saja kamu menerima cintaku dan kita menikah."...


..."Apa kamu akan bisa menerima kekurangan dan keburukan ku Dion?"...


..."Aku akan mencobanya ke!"...


Ineke menarik nafas dalam.


..."Aku selalu mempunyai rasa takut yang tinggi Dion. Kamu tidak tahu siapa aku sebenarnya. Yang kamu lihat hanyalah, aku seorang wanita single. Tapi kamu tidak tahu apa-apa tentang diriku, dan keburukan ku."...


..."Ceritakan, dan jelaskan, akan aku dengarkan dan akan aku pahami."...


..."Selain rasa trauma ku terhadap kisahnya Ayla. Aku juga mempunyai trauma ku sendiri di masa lalu."...

__ADS_1


..."Apa ke?"...


..."Kau tidak akan bisa menerimanya Dion.!"...


__ADS_2