Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
MASA LALU INEKE DAN DION


__ADS_3

*Pagi Pertama Di Rumah Aryan


Aryan tengah sibuk membantu Zico mulai dari mandi hingga berganti pakaian. Ayla dan Bu Nana di dapur, bersama dengan assistant lainya.


..."Pagi.!"...


..."Pagi aunty!"...


..."Masak apa Ay?"...


..."Ikan goreng!. Kamu udah rapi banget, mau kemana?"...


..."Mau ke desa."...


..."Hah?"...


Sontak Ayla kaget dan mendekat ke arah Ineke.


..."Aunty mau balik?"...


..."Arend, sini!"...


..."Aunty mau balik ke desa? Gak nungguin bareng kita?"...


..."Iya ke? Kamu disana nanti akan sendirian, tinggallah disini sebentar lagi, ya ke? Kita balik ke desa bareng.!"...


..."Enggak kok, aku di sana cuma sebentar, buat ngambil surat-surat. Dion juga yang bakalan anterin aku."...


..."Surat?"...


..."Iya, ke KUA kan harus bawa surat-surat Ay?"...


..."Hah?"...


..."Aunty setuju menikah dengan Dion?"...


Ineke mengangguk antusias. Mereka berpelukan hangat. Ayla sampai menitikkan air mata karna saking bahagianya.


..."Jadi akan ada pesta pernikahan? Yeeaaayyy!"...


Zico yang berada di gendongan Aryan menuruni anak tangga berteriak antusias.


..."Selamat!"...


Sekali lagi Ayla merasa terharu.


..."Terimakasih Ay."...


...****************...


...*FLASH BACK ON...

__ADS_1


Malam di saat Ineke ngobrol sama Dion.


..."Ceritakan, dan jelaskan, akan aku dengarkan dan akan aku pahami."...


..."Selain rasa trauma ku terhadap kisahnya Ayla. Aku juga mempunyai trauma ku sendiri di masa lalu."...


..."Apa ke?"...


..."Kau tidak akan bisa menerimanya Dion.!"...


..."Aku siap mendengarkan mu ke!"...


..."Aku berasal dari keluarga yang sangat miskin Dion, orang tua ku bercerai saat aku masih anak-anak. Aku tinggal bersama ibuku. Dia menikah lagi, saat usia ku 12 tahun, ibuku jatuh sakit, ayah tiri ku tidak membawanya ke rumah sakit, dengan alasan tidak memiliki uang. Lalu dia membawaku ke suatu tempat. Jika aku ingin ibuku di obati dan di bawa kerumah sakit, maka aku harus melakukan apa yang diperintahkannya. Dia membawaku kepada seorang pria yang seusia dengannya."...


Ineke berhenti bercerita, ia menangis mengingat peristiwa pahit dalam hidupnya yang sudah lama ia kubur itu.


*Masa Kecil Ineke.


..."Ibu, badanmu panas sekali Bu."...


Ineke kecil menangis di samping ibunya yang tidur di atas tikar lantai. Rumah yang mereka tinggali kecil dan pengap. Tidak memiliki Ranjang atau pun kasur untuk tempat tidur.


Ibu Ineke hanya tersenyum melihat putrinya yang baru pulang dari sekolah. Masih menggunakan seragam putih merah.


..."Ibu, kita ke Puskesmas ya? Disana ada Dokter yang bisa mengobati ibu"...


Ineke kecil masih terus menangis. Terdengar ibu nya yang terus batuk.


Ayah tirinya tiba-tiba datang sambil menikmati sebatang rokok yang terselip di jari jemarinya. Ia memandang Ineke kecil dengan tatapan yang tak seharusnya.


..."Biaya berobat itu mahal putri ku, Ayah belum punya uang untuk itu."...


..."Tapi ibu harus segera berobat yah, lihatla dia sudah sangat pucat."...


...****************...


Hari berikutnya, Ineke kecil sepulang sekolah sedang mencuci pakaiannya dan pakaian ibunya, ia menggosok pakaian itu di sumur belakang rumah. Rok yang di pakai Ineke menyingkap di atas lutut.


Ayah tiri Ineke selalu memperhatikannya dengan tatapan yang sama dengan kemarin. Ia mendekati Ineke kecil yang tengah mencuci baju.


..."Ineke, kau mau ibumu di obati? Dan di bawa ke rumah sakit?"...


Ineke kecil dengan antusias mengangguk.


..."Iya Ayah.!"...


..."Kau tau kan? Pekerjaan Ayah yang hanya tukang tambal ban ini tidak seberapa bisa menghasilkan uang. Tapi, kalau kamu mau membantu, kamu bisa bekerja untuk mendapatkan uang untuk berobat ibumu."...


..."Iya yah, Ineke mau bekerja."...


Malam hari Ineke di ajak ayah tirinya menuju rumah seseorang, rumah itu lumayan jauh. Mereka naik ojek untuk bisa sampai disana.

__ADS_1


Meski rumah itu tidak begitu mewah, tapi rumah itu cukup besar.


..."Rumah siapa ini yah?"...


..."Ini rumah teman Ayah, kau akan bekerja disini. Kau mau?"...


Kembali Ineke mengangguk.


Ineke kecil yang di temani Ayah tirinya masuk kedalam rumah itu, terlihat seorang laki-laki yang seumuran dengan ayahnya duduk di sebuah sofa.


Ineke tidak tahu pasti apa yang pria itu sedang bicarakan dengan Ayahnya. Sampai pada akhirnya pria itu mengajak Ineke masuk ke dalam sebuah kamar.


Awalnya Ineke merasa takut dan ragu. Tapi Ayahnya meyakinkannya. dan terus mengingatkannya tentang ibunya.


..."Tidak perlu takut nak, Ayah akan tetap menunggumu disini sampai kau selesai bekerja. Lalu saat pulang kita bisa membawa ibu ke Rumah Sakit, bukan hanya Puskesmas. Ayo, menurut lah, ikut Om ini masuk ya? Dan bekerja dengan baik, turuti semua yang di suruh sama Om, Ok?"...


Ineke kecil mengangguk dan akhirnya ia masuk ke kamar itu bersama sang pria.


...*FLASH BACK OFF...


Ineke menangis di depan Dion menceritakan kisah masa kecilnya. Dion menatap Ineke dengan tatapan nanar.


..."Aku bukan gadis yang utuh Dion. Kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dariku.!"...


Ineke bangkit dari duduknya, ia hendak masuk kembali ke dalam rumah.


..."Jika aku bisa menerima kekuranganmu, apa kau juga bersedia menerima ku dengan kekurangan ku ke?"...


Ineke menghentikan langkahnya, ia lalu menoleh ke arah Dion.


Setiap orang pasti memiliki kisah dan masa lalu dalam hidupnya. Ada masa lalu yang manis untuk di kenang, ada masa lalu pahit yang harus di lupakan. Dan ada juga masa lalu yang bisa di jadikan pembelajaran di masa depan.


..."Aku juga ada hal yang ingin ku ceritakan padamu ke, aku juga bukanlah pria yang baik."...


Ineke berdiri mematung menghadap Dion. Dan dia mendengarkan Dion yang mulai bercerita tentang masa lalunya.


..."Aku mengenal Tuan Aryan baru beberapa tahun ke, dia yang menyelamatkan hidupku dan membawa ku ke arah yang benar. Aku mempunyai satu lagi kesempatan dalam hidup untuk menjadi lebih baik. Itu sebabnya aku tidak akan pernah melawan atau meninggalkannya, aku mengikat hidupku untuk tuan Aryan....


..."Dulu aku adalah seorang anak buah Mafia ke, hidupku penuh dengan kegelapan. Aku bahkan tidak tahu siapa orang tuaku, apa aku memiliki keluarga? Tidak ada memory tentang itu....


..."Bisnis yang ku jalani adalah barang haram, perdagangan manusia. Dan **** bebas ke."...


Dion menarik nafas dalam mencoba mengumpulkan kekuatan untuk kembali menceritakan kisah kelamnya.


..."Hari itu, aku tidak setuju dengan pekerjaan yang harus aku lakukan dengan teman ku yang lainnya, membawa gadis kecil di bawah umur untuk di bawa ke suatu tempat. Aku tidak tega dengan gadis-gadis kecil itu. Aku berusaha menyelamatkan mereka. Namun aku gagal. mereka menghajar ku, dan setelah mereka fikir aku telah mati, mereka membuang ku ke laut ke. Saat itu lah Tuan Aryan yang tengah berada di dekat pantai melihatku, dan menolongku."...


(Itu adalah masa-masa dimana Aryan terpuruk dalam hidupnya, kehilangan Ayla, meninggalnya Nesa. dan mengetahui kecurangan Nesa. Deru ombak laut yang berkejaran memberikan kedamaian di hati Aryan.)


...****************...


..."Jadi, kapan kalian akan berangkat ke desa?"...

__ADS_1


..."Pagi ini."...


..."Aaaaahhh, itu kabar yang sangat baik."...


__ADS_2