
Perpisahan itu adalah awal perjalanan kisah mereka yang berbeda. Kisah yang hadir secara tiba-tiba. Cerita yang mengalir begitu saja, yang datang, maupun yang pergi, tak dapat tuk di cegah. Mereka hanyalah hamba-hamba Tuhan yang mencoba menjalani hidup sebaik-baiknya.
...****************...
Hari-hari telah berlalu, waktu selalu menjadi penyembuh, memaksa orang-orang menjadi terbiasa. Meski itu bukanlah hal yang mudah.
Ayla masih sering lupa jika kini Ineke tak lagi tinggal bersama dengannya. Ia masih sering masuk ke kamar sahabatnya itu saat ia hanya seorang diri di rumah. Ia mulai merasa rindu pada sahabatnya itu.
Sekolah Arend dan Zico Sudak aktif, Aryan juga kembali di sibukkan dengan pekerjaan.
Seminggu sekali Ayla main ke Panti Asuhan dan panti jompo. Ia juga pernah datang ke kafe Jho, tapi temannya itu sudah tidak ada di sana. Bahkan Cafe Jho sudah berubah menjadi sebuah Toko Buku.
Sepulang sekolah, Zico meminta Arend untuk menemaninya ke makam Ibunya, Ia ingin bercerita, dulu waktu kecil itu sering ia lakukan. Hingga kehidupannya berubah lebih baik setelah bertemu dengan Arend dan Ayla.
...****************...
*MALAM DI RUMAH ARYAN
Ayla ingin memberikan kejutan pada suaminya yang belum juga pulang.
Aryan akan pulang jam 10 katanya, Ayla bersiap-siap di kamar, memakai riasan wajah, dan memakai Baju Dinas seorang istri untuk pertama kalinya.
Ia sempat ragu, terus melihat dirinya sendiri di pantulan cermin. Tapi ia ingin terlihat berbeda di depan sang suami hari ini.
Ayla memakai Kimono, rencananya, saat Aryan pertama kali membuka pintu, Ia akan langsung menghadap ke arah suaminya yang baru datang dengan membuka kimononya sehingga ia dapat memberikan Aryan kejutan yang istimewa.
AKSI DI MULAI.
Ayla melihat dari atas balkon mobil Aryan telah datang memasuki halaman rumah. Ia sangat girang sampai hampir berteriak.
Cepat-cepat ia mempersiapkan diri, berdiri menghadap pintu, bagian depan baju kimono ia pegang, dan kedua matanya terpejam karna menahan rasa sungkan. Ayla mulai mengatur nafas.
..."Ceklek"...
Gagang pintu di buka. Ayla lekas membuka kimononya dengan senyum nya yang melebar. Aryan membulatkan mata kaget, ia hanya bisa terbengong berdiri di depan pintu. Melihat istrinya yang mungkin belum minum obat hari ini.
Tapi Aryan tidak datang sendiri, ada Arend dan Zico yang ternyata ikut bersamanya. Sontak Zico melotot sambil tersenyum. Sedangkan Arend terlihat malas dan segera menutup mata Zico.
..."Surprise!"...
Terdengar suara Ayla sangat renyah memberikan sambutan atas kedatangan sang suami tercinta. Pelan-pelan Ayla membuka mata, senyumnya yang mengembang tadi seketika sirna mendapati kedua putranya berada di sana juga.
..."Yaaaaakkk!"...
ayla berteriak dan cepat menutup kembali kimononya. Arend yang masih menutup mata Zico lekas menyeret tubuh Zico agar keluar bersamanya. Dan Arend menutup pintu dari luar.
..."Apa itu tadi?"...
__ADS_1
..."Diam, bodoh!"...
Arend memukul pelan kening Zico, lalu ia melangkah meninggalkan Zico, dan Zico lekas mengikutinya.
Aryan masih terbengong seakan tidak percaya, tapi kini ia terlihat menahan tawa melihat ekspresi istrinya.
Aryan akhirnya terpingkal tak lagi dapat menahan rasa geli nya.
..."Mas Aryan! Hentikan?"...
Tapi Aryan tak mengindahkannya, ia masih tertawa terpingkal dengan kelakuan istrinya.
..."Mas Aryan.?"...
Ayla berhambur kepelukan suaminya.
..."Apa yang kamu lakukan Ay?"...
Aryan bertanya dengan sisa-sisa tawanya.
..."Mas Aryan kenapa gak bilang kalo datengnya sama anak-anak?"...
Aryan masih tertawa.
..."Mas?"...
Aryan berusaha menghentikan gelak tawanya.
..."Mereka tadi mau sekalian ketemu sama kamu, katanya mereka kangen sama Ineke. Mereka berniat mengajak main ke rumah Rain weekend ini."...
..."Ayla kan malu sekarang sama mereka Mas.? Iiiihh, pasti mereka sekarang sedang menertawakan Ayla."...
Ayla terlihat malu dan kesal yang dominan. Tapi ia segera kembali fokus pada rencana anak-anak yang ingin mengajak ke rumah Ineke week end ini.
..."Aku setuju Mas, aku juga sangat merindukan Ineke."...
..."Mansion Rain itu tempat yang rahasia Ayla. Itu berada di pulau yang waktu itu kalian pernah datangi, dengan penjagaan yang super ketat, kita tidak bisa sembarangan datang, harus buat janji dulu pada Rain."...
..."Tapi kita bisa kesana kan mas?"...
Aryan mengangguk.
..."Aku akan menghubungi Rain terlebih dulu."...
Ayla memeluk Aryan. Senyumnya mengembang, tak lagi teringat hal konyol yang terjadi barusan.
..."Ay, ngomong-ngomong, kamu seksi banget pakai baju ini."...
__ADS_1
Aryan mulai menggoda.
..."Iiih, gak mau, udah badmood."...
Mereka saling bercanda, saling menggelitik, tertawa, dan melewati malam yang indah dengan cinta.
...****************...
*Di Mansion Rain
Saat pertama kali Ineke datang memasuki tempat itu, saat itu adalah harapan ia akan bertemu dengan Dion. Hingga semua berubah tak sesuai skenario.
Kini Ineke kembali datang ke tempat ini, namun sebagai seorang pengantin, dari mempelai pria lain.
Ineke akan menjalani hari-harinya di tempat yang baru, jauh dari peradaban manusia pada umumnya, dengan orang-orang yang baru, yang tak di kenalnya, bahkan akan sulit untuknya bisa mengenal satu persatu orang sebanyak itu dengan tampilan yang hampir sama. Hanya Cen lah satu-satunya orang yang ia kenal. Dan Ineke harap, Cen bisa berteman dengannya.
Ineke juga harus membiasakan diri dengan segala macam persenjataan. Tak satupun orang di tempat ini, yang berdiri tanpa memegang senjata.
Kini ia baru tahu, satu rumah yang berada di sebelah rumah utama adalah rumah Bibi nya Rain, Bibi Elen, yang di tinggali bersama kedua anaknya, Bian dan Bianca, yang kini menjadi sepupu iparnya.
Tidak ada seorang pun wanita di rumah Rain, mereka semua laki-laki. Bahkan juru masak dan pembersih rumah juga semuanya laki-laki.
Beda halnya dengan rumah yang sebelahnya, Bibi Elen masih mempekerjakan beberapa pelayan wanita disana.
Ada perjanjian di antara Rain dan Ineke dulu sebelum mereka menikah. Beberapa poin yang telah di sepakati oleh keduanya.
Rain harus berjanji tidak akan melakukan hubungan pada wanita lain manapun selama menjadi suami Ineke. Rain juga harus berjanji tidak akan memaksakan kehendaknya sampai Ineke sendiri yang mengijinkannya.
Dan Rain meminta pada Ineke agar mereka tidur di kamar dan ranjang yang sama. Dengan begitu, peluang Ineke bisa segera jatuh cinta dengannya lebih besar.
Ineke menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan baik. Setiap hari Ia menyiapkan air untuk mandi suaminya. Pakaian ganti yang akan dikenakannya, hingga sarapan dan makan malamnya.
Ineke juga mengantar Rain ketika akan pergi meninggalkan Mansion, dan menyambutnya hangat ketika Rain datang. Ia hanya belum bisa menyerahkan dirinya sebagai Istri Partner Ranjang Rain.
Semua berjalan normal, sampai pada suatu malam. Entah karna masalah apa. Rain begitu marah pada beberapa anak buahnya.
Terdengar suara tembakan menggema di udara. Rain benar-benar tengah dirasuki emosi.
Karna mendengar bunyi tembakan, Ineke mencoba melihat dari balkon atas. Ia melihat Rain tengah bersama beberapa orang di depan hamparan pasir laut. Berdiri memegang sebuah senjata yang diarahkannya tepat di kepala seorang pria yang bersimpuh dengan tumpuan kedua lutut menghadap dirinya. Kedua tangan pria itu di ikat kuat di balik punggung.
..."Rain?."...
Ineke bergegas lari menuruni anak tangga, berlari menuju dimana Rain berada, ia ingin segera sampai tepat waktu sebelum suaminya melakukan hal yang salah.
..."RAIN?"...
..."Doorr!"...
__ADS_1
...****************...