Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
ARYAN SAMPAI DI DESA


__ADS_3

Arend terus berpikir dalam lamunan. Sampai Zico datang menghampiri, mengagetkan dengan menepuk pundak nya.


..."Jangan nglamun, kita tidak boleh nglamun kalau lagi di gunung."...


Arend menoleh dan hanya diam, kembali pandangannya ke arah danau.


Tiba-tiba terdengar suara Pluit dari Pembina.


Semua berkumpul di depan tenda.


..."Anak-anak, kegiatan kita malam ini sudah selesai, sekarang kita istirahat, semua wajib tidur, agar besok bangun dengan tubuh yang segar dan fit. oke!"...


Mereka melakukan doa bersama sebelum masuk ke dalam tenda masing-masing.


...****************...


Pagi yang cerah, suasana pedesaan di bawah lereng gunung terasa sejuk dan tenang, cuitan burung bersahutan begitu menenangkan.


..."Haaaaaaaahhhh"...


..."Andai ini bukan lagi melaksanakan tugas, pasti ini akan menjadi liburan yang indah."...


Gumam Dion, menyambut pagi sambil membentangkan tangannya.


**Ponsel berdering.


...Bos Aryan**...


...Calling,,,...


Untuk sesaat Dion berdecak kesal sebelum akhirnya mengangkatnya.


..."Dion, kamu sudah bertemu Zico?"...


..."Em, iya Tuan, maksud saya, belum Tuan, sebentar lagi kami berangkat, kami harus menyiapkan semua perlengkapan untuk safety Tuan."...


..."Cepatlah, Aku tidak mau jika terjadi apa-apa dengannya."...


..."Iya, baik tuan."...

__ADS_1


..."Dion, apa disana benar-benar tidak ada landasan untuk landing jet, atau heli?."...


..."Setahu saya memang tidak ada Tuan, selain tempat penduduk, semua hamparan sawah, hutan dan gunung."...


..."Baiklah, aku akan berangkat sekarang menggunakan mobil."...


...****************...


Ayla Sejak pagi marah-marah tidak jelas, meski ia hanya mengomel pada hal-hal yang tidak wajar, membuat Ineke sedikit merasa sebal, tapi juga merasa lucu.


..."Aduh Ayam, kamu sudah bosan hidup ya? Mau di goreng? berisik banget dari tadi pagi, kalau mau bertelor, nelor aja, nggak usah kasih pengumuman satu RT."...


..."Ya Allah Ayla, Ayam aja di marahin, kamu itu sebenarnya kenapa sih?"...


Ineke siap-siap mau berangkat ke kios.


..."Bukan Aku yang salah, itu ayamnya yang berisik."...


..."Kamu sebenarnya kangen sama Arend kan? Makannya kamu jadi emosi marah-marah nggak jelas."...


Ayla menghela nafasnya, memang ia tengah merindukan jagoan nya itu, Ayla juga khawatir dengan Arend yang tengah berada di Alam bebas.


..."Apa dia sekarang baik-baik saja ya ke? Perasaan ku jadi tidak enak, memikirkan dia terus, apa dia makan dengan baik ya ke? Apa dia gak kedinginan? Apa dia capek? Atau, bagaimana kalau jalananya licin, dan dia terpeleset."...


..."Iya, dan itu pertama kalinya aku marahin dia sampai dia nangis, dan dia juga membuatku nangis satu minggu."...


Kembali Ineke tergelak mendengar penuturan Ayla.


..."Memang, menjadi seorang ibu itu luar biasa ya.!"...


..."Suatu saat nanti juga kamu akan merasakannya, dan saat itu terjadi, kewarasan akal mu akan sedikit berkurang"...


Kini giliran Ayla yang tergelak membayangkan Ineke yang bawel saat jadi ibu.


..."Tidak Ay, aku tidak berani menikah, kita sudah pernah membicarakan ini kan?"...


Ineke pergi meninggalkan rumah menuju kios setelah mengatakan pernyataan itu. Ayla memandang punggung Ineke yang mulai menjauh dengan perasaan sedih, ia merasa bersalah, karna waktu itu datang menemui Ineke hingga kisahnya berlanjut seperti sekarang ini.


Dulu saat mereka berada di situasi sulit, saat pertama kali memutuskan untuk pindah, Ineke merasa begitu takut jika berhubungan dengan laki-laki, rasa trauma yang ia terima dari kisah sahabatnya membuat hatinya menutup rapat dengan sendirinya.

__ADS_1


Beberapa pria yang berusaha mendekat selalu ia tolak. Bahkan ia tidak peduli jika ada yang mengecap dirinya sebagai perawan tua. Ia lebih takut jika mengalami hal dan kisah-kisah buruk nantinya.


...****************...


Pagi hari kegiatan camping di buka dengan Olahraga bersama, senam bersama, lalu sarapan, dan setelah itu kegiatan-kegiatan lain seperti game, permainan-permainan seru yang hanya di lakukan di area tepi danau.


Siang dari jam 1 sampai jam 3 sore anak-anak di suruh istirahat. Kalau bisa tidur siang. Karena sore nanti akan kembali di lakukan jelajah Alam, dan Malamnya yang menjadi malam Ter akhir akan di adakan Api unggun, dan pesta Barbeque.


Dion bersama dengan 2 pengawal bawahannya, sampai di shelter tempat berdirinya camping Zico ketika jam 9 pagi. Setelah meminta izin pada pembina, Ia mengawasi tuan mudanya itu dari kejauhan, memastikan keamanan dan kenyamanannya.


Dion juga terus melapor pada Aryan lewat pesan singkat WA, Aryan masih dalam perjalanan, dan kemungkinan akan sampai di desa saat Sore, itu juga kalau tidak ada kendala dalam perjalanan.


...****************...


Ayla berada di tempat les Bahasa Inggris, ia mengajari anak-anak belajar bahasa Inggris, dengan bernyanyi dan memainkan alat musik, anak-anak jadi lebih mudah menerima materi.


Sesekali ayla mengajak ngobrol mereka menggunakan bahasa internasional itu, semakin sering mereka mengucapkannya dan mendengarnya maka akan semakin lancar.


..."Okay kids, now I want one of you to come forward to tell your favorite song, give the reason, and you can sing it, I will accompany you by playing a guitar."...


...(Baik anak-anak, sekarang ibu ingin satu di antara kalian maju untuk menceritakan lagu kesukaan kalian, berikan alasannya dan kamu bisa menyanyikannya, ibu akan mengiringi dengan gitar.)...


Beberapa anak antusias mengangkat tangan, Ayla harus memilih salah satu di antara mereka, karna waktu yang sudah sore dan kelas akan segera ber akhir.


Meski mereka belum dapat mengerti arti keseluruhan dari kalimat yang di ucapkan Ayla mereka bisa memahami secara garis besar apa yang disampaikannya.


...****************...


Ineke hendak menutup kios, Akak wanita yang biasa membantu di kios sudah pulang lebih dulu tadi.


Saat Ineke hendak melangkah, seorang pria menghampirinya. Pria itu menanyakan alamat rumah kepala desa.


..."Maaf nona, permisi, saya pendatang baru disini, ingin ke rumah kepala desa, apa nona bisa menunjukkan pada saya dimana rumah kepala desa?"...


Tanya seorang pria yang usianya mungkin seusia dengan ayahnya, terlihat sudah tua, dengan pakaian yang terlihat seperti seorang sopir pribadi.


..."Ah iya pak, saya tahu, tapi jaraknya lumayan jauh dari sini."...


Pria tua itu adalah sopir pribadinya Aryan, Aryan yang tertidur di dalam mobil tidak melihat Ineke yang berada tepat di depan mobilnya saat ini.

__ADS_1


Karna kelelahan sejak melakukan perjalanan bisnis, hingga perjalanan jauh menuju tempat ini, Aryan belum beristirahat sama sekali, ia berpesan agar di bangunkan saat sudah sampai di tempat tujuan saja.


Singkat cerita, Ineke menunjukkan rumah kepala desa pada Bapak Supir pribadinya Aryan, Ineke mengendarai motornya dengan di ikuti mobil Aryan dari belakang, menuju rumah kepala desa yang agak jauh dari tempat kios INELA yang berada di gapura masuk desa.


__ADS_2