
Fira menatap penampilannya di pantulan cermin dengan riasan wajah yang terlihat natural namun terkesan anggun,serta memakai gaun putih berwarna putih polos . Arum mencepol rambut Fira dengan rapi. Sorot mata wanita itu menampilkan kesedihan, dia tidak mau di jodohkan tapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa, karna ayah sangat keras.
"Kamu cantik Fira" puji Arum menatap wajah Fira dari pantulan cermin.
"Apa tidak bisa perjodohan ini di batalkan? Aku ingin menikah dengan Dafa tidak mau yang lain " ujar Fira mendongak menatap sang bunda. Arum mengusap pipi putrinya dan tersenyum lembut pada Fira.
"Fira, kamu lihat dulu siapa pria yang di jodohkan dengan kamu, pasti nanti kamu suka juga, dia sangat tampan " ujar Arum membelai wajah Fira .
"Pria mana pun tidak akan bisa membuat aku beralih untuk tidak mencintai Dafa lagi. Hatiku sepenuhnya milik Dafa " ujar Fira kekeh.
"Terserah kamu saja, tapi bunda yakin kamu pasti akan jatuh cinta padanya dan melupakan Dafa " ujar Arum. Fira memalingkan wajahnya kesamping karna kesal dengan ucapan bundanya, tidak ada yang bisa menggantikan Dafa di hatinya.
"Maaf nyonya, keluarga calon suami nona Fira sudah datang " ujar pembantu yang masuk ke kamar Fira setelah mengetuk pintu.
"Baik, bilang tunggu sebentar " ujar Arum. Pembantu itu keluar dari kamar setelah menyampaikan itu.
"Ayo kita keluar " ujar Arum.Fira bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke pintu keluar dengan Arum, bundanya.
******
"Mamah mau itu " tunjuk Albian pada kue coklat yang tersedia di meja tamu.
"Nanti aja malu tau, sama kakek" ujar Devia tunjuk pada Arya. Anaknya ini sangat doyan sekali makan apalagi sejenis coklat, Albian sangat suka .
"Tidak pa-pa ambil saja , kasihan bila tidak di kasih " ujar Arya mencubit pipi gembul Albian.
"Makasih ya om Arya" ujar Devian mengambil kue coklat itu dan menyuapi sedikit demi sedikit ke mulut Albian yang sudah membuka mulutnya terlebih dahulu . Skala menggelengkan kepalanya melihat kerakusan anak keduanya itu. Sedangkan Alvian lebih memilih memainkan- mainan tembakannya.
"Bagaimana keadaan Dafa saat pengobatan di Amerika? " tanya Arya pada Devan yang meletakkan cangkir berisi teh setelah menyeruputnya.
"Awalnya Dafa sudah tidak mau berobat lagi, karna sebelum di operasi dia harus menjalani kemoterapi yang begitu menyiksa dirinya, karna dia mengeluh merasa nyeri dan sakit di seluruh tubuhnya dan juga Dafa mengeluh seluruh tubuhnya mati rasa dan juga tubuhnya yang melemah . Bahkan anak itu hampir berputus asa karna tidak kuat merasakan sakit saat kemoterapi . Karna dokter mengatakan pasien yang memiliki penyakit kanker harus di beri semangat agar bisa menahan sakit dan juga tidak mengeluh saat kemoterapi,yakin bahwa penyakit kankernya bisa sembuh. Setelah itu baru melakukan operasi" ujar Devan.
"Tapi kenapa baru sekarang Dafa pulang dari Amerika? " tanya Arya penasaran.
"Yang membuat lama itu adalah kemoterapinya karna kanker yang di idap Dafa adalah stadium tiga. Dan juga setelah selesai kemoterapi dan operasi kanker tersebut,kami pikir Dafa sudah sembuh ternyata kanker itu masih bersarang di tubuh Dafa bahkan menyerang organ tubuh yang lain . Terpaksa balik kami lagi ke Amerika, sebelumnya kami sempat pulang ke Indonesia untuk sekitar tiga bulanan setelah itu ke Amerika lagi . Dafa tidak mau menemui Fira dan Elang bukan tidak merindukannya tapi saat itu keadaannya masih lemah tidak memungkinkan untuk menemui mereka berdua, karna kanker yang tumbuh itu lebih ganas " jelas Devan sambil terkekeh.
"Tapi Dafa sudah sembuhkan? " tanya Arya lagi.
__ADS_1
"Alhamdulillah, sudah " jawab Devan.
"Mana kak Fira nya, om? " tanya Devia melihat Fira belum datang-datang juga.
"Tunggu sebentar lagi ,mungkin sedang berhias" ujar Arya . Tidak lama datang Dafa dan masuk kedalam rumah Arya setelah mengetuk pintu terlebih dahulu dengan Dinda yang membawa kue ulang tahun.
Pria itu memakai jas , kemeja dan celana yang berwarna putih sama seperti Fira. Dafa pencium tangan Arya.
"Bagaimana keadaan kamu Dafa? " ujar Arya sambil menepuk bahu Dafa pelan.
"Alhamdulillah, baik om" jawab Dafa .
"Elang dan Fira mana? " tanya Dafa celingukan mencari Fira.Devia tersenyum mendengar abangnya yang tak sabar bertemu dengan Fira.
"Sabar bang lagi berhias, kalau dia cantik abang juga yang senang . Mentang-mentang sudah lama tidak ketemu" celetuk Devia . Dafa hanya tersenyum malu-malu karna salah tingkah dengan ucapan adiknya.
Fira dan Arum menuruni anak tangga. Fira hanya menunduk kepalanya dengan wajah yang terlihat suram dan sedih karna akan di jodohkan dengan pria yang tidak dia kenal.
"Lihat pria yang di jodohkan dengan kamu Fira, dia berdiri di depanmu " bisik Arum. Wanita itu perlahan mengangkat kepalanya dan menatap pria yang berdiri di depannya.
"Dafa , ini benar kamu Dafa " lirih Fira . Tangannya terangkat menyentuh wajah pria tersebut dengan tangan bergetar.
"Iya, ini aku Dafa, Fira" jawab Dafa. Fira langsung memeluk tubuh pria tersebut dan menangis dalam pelukan Dafa.
"Kamu kenapa baru sekarang datang? Aku sangat merindukan kamu " ujar Fira yang terus memeluk tubuh pria tersebut dengan erat. Dia menghirup aroma tubuh Dafa dalam-dalam dan makin mengeratkan pelukannya seakan takut Dafa kembali meninggalkannya.
"Aku harus berjuang menyembuhkan penyakit ku agar bisa berkumpul dengan kalian berdua dan menempati janjiku untuk menikahi kamu " ujar Dafa mencium pucuk kepala Fira. Dafa menguraikan pelukannya dan mengusap air mata yang membasahi wajah Fira. Pria itu mencium kening Fira lama dan melepas ciumannya di kening wanita tersebut.
"Mana Elang? " tanya Dafa pada Fira. Adam turun dari tangga membawa Elang yang ada di gendongannya. Semua orang yang ada di sana menatap keaarah Elang. Adam menurunkan anak tersebut dalam gendongannya.
"Elang,lihat itu ayah " tunjuk Adam pada Dafa. Dafa berjongkok dan merentangkan kedua tangannya agar Elang datang mendekatinya. Anak kecil itu berjalan mendekati Dafa dengan mata yang terus fokus menatap wajah pria itu.
"Ini benelan ayah" ujar Elang menyentuh dan meraba wajah Dafa.
"Unda ini ayah ? " tanya Elang memastikan . Fira menganggukkan kepalanya dengan air mata yang menetes.
__ADS_1
"Ayah!! " Elang langsung memeluk Dafa erat , tangan mungilnya di kalungkan di leher Dafa.
"Ayah kenapa lama keljanya? El kangen sama ayah, unda seling nangisin ayah kalna kangen ayah juga " adu Elang dengan air mata yang tergenang di pelupuk matanya.
"Maaf ya nak, ayah kerjanya lama " ujar Dafa mencium seluruh wajah putranya.Semua orang terharu melihat mereka bertiga. Devia mengusap air matanya dengan tissue, dan Albian ,tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya ,anak itu menghabiskan kue coklat yang tersedia di sana.
"Kenapa kuenya di habisin " tegur Alvian.
"Bian lapel, tapi kata kakek kumis Bian boleh habisin kuenya" ujar Albian menunjuk Arya dan menyebutnya dengan sebutan kakek kumis karna memiliki kumis yang tipis.
"Sekarang ayah tidak akan kerja jauh lagi dan akan terus sama Elang dan bunda " ujar Dafa mencium Fira dan Elang secara bergantian.
"Belum juga nikah sudah main cium-ciuman aja" celetuk Devia dan langsung di sikut Skala.
"Diam sayang" tegur Skala.
Dafa dan Fira sama-sama tersipu malu dan salah tingkah dengan ucapan Devia yang benar adanya.
*******
Seluruh keluarga besar Dafa dan Fira berkumpul di ruang keluarga. Dafa mengeluarkan kue ulang tahun dari kotak yang di buatnya sendiri dan menyalakan lilin . Dafa berjalan ke arah Fira dan berdiri di depan wanita tersebut.
"Selamat ulang tahun yang ke dua puluh tujuh tahun Fira " ujar Dafa. Fira tersenyum bahagia dengan air mata yang tidak bisa di bendung lagi. Fira meniup lilin yang tertancap di kue tersebut. Semua orang bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada Fira.
"Selamat ulang tahun ya sayang , maaf kemaren ayah nampar kamu , sekarang ayah mau tanya apa kamu mau menikah dengan pria yang ayah jodohkan dengan kamu? " tanya Arya melirik Dafa.
"Iya, aku mau " jawab Fira dengan malu-malu. Dafa menundukkan kepalanya dengan mengulum senyumannya setelah mendengar ucapan Fira.
"Ayah Elang mau kue " pinta Elang. Dafa menyuapi kue ke mulut anaknya.
"Enak? " tanya Dafa. Elang mengacungkan jempolnya dengan kue yang dia kunyah di mulutnya.
"Enyak ayah" jawab Elang.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf ceritanya acak-acakan .