Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Obat spesial


__ADS_3

Fira meraih syal yang di ambil Meisya tapi gadis itu menjauhkan dari jangkauan Fira. Wanita tersebut mendengus kesal dengan sikap Meisya.


"Kembalikan syal ku! " ujar Fira dengan nada datar namun penuh penekanan. Meisya langsung melemparkan syal tersebut tepat di wajah Fira dengan raut wajah yang terlihat marah.Wanita itu segera menutup lehernya dengan syal tersebut dan segera pergi dari tempat itu.


Tapi dengan sengaja Meisya menghalangi kaki Fira membuat wanita itu jatuh tersungkur ke lantai. Meisya tersenyum kemenangan dan juga tertawa mengejek pada Fira .


"Aduh kasihan jatuh! Mau aku bantuin tapi gak jadi deh, nanti tangan aku kotor " ujar Meisya dengan senyuman miringnya. Fira bangkit dari lantai dan tanpa aba-aba dia langsung menjambak rambut Meisya.


"Aww, lepasin aku Fira, sakit! " teriak Meisya yang juga menjambak rambut Fira.


"Aku sudah sabar dengan sikap kamu Meisya tapi mulai sekarang tidak lagi, kamu harus di beri pelajaran" ujar Fira dengan tangan yang masih menarik rambut Meisya.


"Kamu yang seharusnya di beri pelajaran, bukan aku! Kamu rebut Dafa dari aku! " sahut Meisya yang tak mau kalah. Para pengunjung super market berkumpul memperhatikan perkelahian Fira dan Meisya yang sudah tidak bisa lagi di pisahkan.


Plakk


Tamparan mendarat sempurna di pipi Meisya, membuat gadis itu terperanjat kaget dan memegangi pipinya yang terasa ngilu dan perih. Meisya menatap nyalang dengan tatapan amarah yang memuncak.


"Berani banget kamu tampar aku!Tangan kotor kamu itu tidak pantas menyentuh aku! " ujar Meisya mencakar pipi Fira hingga kuku panjangnya menancap di kulit wajah wanita tersebut.Fira meringis merasakan sakit di pipinya dengan darah yang keluar dari bekas cakaran Meisya.


Bugh


Fira lagi-lagi jatuh tersungkur ke lantai dengan penampilan yang tidak bisa di katakan baik-baik saja dan itu sama halnya dengan Meisya yang juga terlihat penampilannya yang acak-acakkan. Gadis itu mengambil troli belanjaan yang berukuran kecil berjalan mendekati Fira dan sudah siapa untuk memukul kepala wanita tersebut.

__ADS_1


Bugh


Troli itu terlempar dari genggaman tangan Meisya saat akan menjatuhkan troli tersebut di kepala Fira. Tubuh gadis itu menegang melihat siapa yang telah menendang trolinya, sekujur tubuhnya bergetar ketakutan melihat Dafa yang menatap tajam pada dirinya membuat ia menjadi semakin takut dan keberaniannya untuk mencelakai Fira menciut.


"Aku sudah berbaik hati tidak melaporkan kamu ke polisi atas perbuatan yang kamu lakukan tapi kamu tidak jera-jera juga dan malah menyakiti Fira. Apa perlu aku jebloskan kamu ke penjara agar tidak mengganggu Fira, hah!! " ujar Dafa dengan nada dingin dan juga datar namun mampu membuat Meisya ketakutan setengah mati.


Elang menarik tangan Fira untuk berdiri, matanya berkaca-kaca melihat pipi bundanya yang membiru dan juga berdarah.


"Bunda, pipinya beldalah pasti sakit ya, Elang ndak suka sama nenek sihil itu, dia buat bunda Elang sakit " ujar Elang menunjuk Meisya dan beralih menatap Fira. Tangan mungilnya mengusap pipi wanita itu dengan lembut.


"Bunda tidak apa-apa, sayang. ini cuma luka kecil, terus Elang kenapa nangis , sayang? " ujar Fira mengusap air mata yang meleleh di pipi chubby Elang.


"Elang kasihan sama bunda, pasti sakit . Elang gak suka melihat bunda sakitan " ujar Elang dengan suara serak menahan tangisnya.


"Kamu pikir aku percaya dengan ucapan wanita ular seperti kamu, hah!! Kamu yang selalu mulai duluan, dan jangan salah 'kan aku bila polisi datang ke rumah untuk menjemput kamu " ujar Dafa.Pria itu beranjak dari hadapan Meisya yang ketakutan, marah dan juga menahan cemburu. Dadanya sesak dan hatinya seakan di tusuk oleh pisau, sangat sakit karna mendapatkan bentakan dan ancaman dari Dafa, orang yang dia cintai.


"Mana yang sakit? " tanya Dafa mendekati Fira yang masih terduduk di lantai dengan raut wajah khawatir dan juga panik tapi berusaha terlihat tenang.


"Bagian perut aku sakit " Jawab Fira dengan lirih. Wanita itu menahan sakit di bagian ginjalnya .


"Kita pulang sekarang " ujar Dafa mengangkat tubuh istrinya. Fira mengalungkan tangannya di leher Dafa. Elang memengi ujung baju Dafa agar tidak terpisah sebelumnya anak itu menatap tajam pada Meisya dan beranjak pergi mengikuti kedua orang tuanya.


Meisya menatap nanar melihat kepergian Dafa dan senyuman kecut terbit di bibirnya. Satu tetes kristal bening jatuh membasahi permukaan kulit wajahnya. Orang-orang yang masih ada di sana menatap Meisya dengan tatapan yang tak suka dan juga mencibir gadis tersebut karena mereka yakin bila Meisya itu pelakor.

__ADS_1


******


Dafa membawa masuk Fira ke dalam mobil setelah itu membukakan pintu mobil belakang dan menggendong Elang, memasukkan anaknya ke dalam mobil . Pria itu memasukkan belanjaannya ke dalam bagasi yang di bantu oleh petugas supermarket .


Dafa masuk ke dalam mobil dan menatap Fira yang menyandarkan dirinya di jok mobil dengan memejamkan matanya.Fira tersentak ketika merasakan sentuhan di pipinya. Dia perlahan membuka matanya dan mendapati Dafa yang sudah duduk di sebelahnya dan mengusap wajahnya.


"Aku obati luka di pipi kamu itu nanti infeksi" ujar Dafa membersihkan darah yang ada di pipi Fira dan memberikan obat merah dengan pelan.


"Sakit pelan-pelan" ringis Fira merasakan perih di pipinya saat suaminya menekan kapas di area lukanya. Elang memperhatikan Dafa yang telaten mengobati bundanya dan tidak banyak bicara .


"Di tahan ,sedikit lagi selesai "ujar Dafa meniup luka yang sudah dia obati tadi. Pria itu meletakkan obat merah dan kapas di laci mobil dan menatap Fira dengan tatapan sendu.


" Masih sakit? "tanya Dafa. Fira menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


" Bunda gak usah lagi kelual dali lumah nanti ketemu lagi sama nenek sihil itu, dia jahat Elang gak suka , dia buat bunda Elang kesakitan "celoteh Elang dengan suara cadelnya.


" Iya, sayang. Makasih sudah perhatian sama bunda ya "ujar Fira membawa Elang duduk di pangkuannya.


" Coba cium pipi bunda, mungkin nanti sembuh "ujar Fira. Elang mengecup pipi Fira hingga terdengar bunyi dari kecupan tersebut.


" Masih sakit bunda, nanti Elang cium lagi "ujar Elang dengan polosnya yang membuat Dafa maupun Fira terkekeh. Dafa mencium pipi Fira dengan lama dan melepaskan ciumannya.


" Nah, nanti luka bunda pasti cepat sembuh setelah kita cium tadi "ujar Dafa pada Elang yang menganggukkan kepalanya dan kembali menatap Fira yang tersenyum kearah putranya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2