
Skala mengeluarkan Devia dari mobil dan menggendongnya. Gadis itu tertidur pulas dalam gendongan suaminya mungkin karna kelelahan. Skala memasuk kedalam lift dan menekan lantai angka 7 di tombol lift tersebut. Setelah sampai di lantai tujuh Skala berjalan lurus dan sampai di apartemennya sebelumnya dia menekan kode pin sebelum masukin apartemennya setelah terbuka pria tersebut menyalahkan sakelar lampu karna kondisi apartemennya gelap mungkin Azka belum pulang dari kampusnya karna adiknya itu memilih kuliah malam entah apa alasannya.
Skala membawa Devia kedalam kamar dan meletakkan dengan pelan tubuh istrinya di kasur . Dia melepaskan sepatu yang melekat di kaki istrinya. Bahkan Skala mengganti baju dan celana Devia dengan baju tidur sedangkan istrinya masih pulas dengan tidurnya tidak merasa terganggu saat Skala mengganti pakaiannya.
Setelah selesai mengganti baju Devia,kini tinggal Skala yang mengganti pakaiannya. Pria itu memilih mandi karna badannya terasa lengket karna keringat. Dia masuk ke kamar mandi dan sekitar lima belas menitan Skala sudah selesai dengan ritual mandinya. Pria itu mengambil baju koko terusan untuk melaksanakan sholat malam yang biasa dia lakukan .
Skala merentangkan sajadah menghadap kiblat, dia mengangkat tangannya sejajar dengan telinga takbiratul ikhram. Pria itu melaksanakan sholatnya dengan khusyu dan mengakhiri dengan salam setelah selesai dengan sholatnya.
Skala mengangkat tangannya menengadahkan ke langit-langit berdoa yang hanya dia dan Rabb-Nya yang tau apa yang dia pinta tapi dalam doa nya , Skala meminta agar istrinya selalu di beri kesehatan dan saat melahirkan nanti di permudah. Sekuat dan setangguh apapun manusia mereka tetap membutuhkan Tuhannya.Kebanyakan pemuda zaman sekarang saat patah hati di kecewakan seseorang yang mereka cintai. Mereka malah meninggalkan Tuhannya sedangkan yang bisa menyelesaikan permasalahan mereka hanya penciptanya.
Terkadang Skala merasa miris melihat anak muda zaman sekarang yang asik dengan dunia tanpa memikirkan masalah akhiratnya. Pria itu menatap Devia yang masih tertidur lelap begitu teduh dan tenang saat Skala menatapnya. Ada rasa ingin menyuruh istrinya menutup aurat dengan baju syar'i tapi bila Devia belum siap dia tidak akan memaksa . Skala dulu lulusan pesantren dia di masukan Sakha ke sana karna ketahuan balap liar dan mabuk-mabukan . Sakha berharap putranya akan berubah jadi lebih baik bila di didik oleh para ustadz dan kiyai di pesantren tersebut.
Tapi sebelum di masukan ke pesantren dia bertemu dengan Devia kecil gadis lucu dan imut. Yang dulu menolong dirinya yang hampir mati di keroyok musuhnya waktu SMA. Gadis itu berteriak memanggil warga yang agak jauh dari tempat pengeroyokan Skala.
*Flashback
"Kakak gak pa-pa? " tanya gadis berkuncir kuda tersebut.
"Gak pa-pa, makasih udah nolongin kakak ya " ujar Skala sambil meringis merasakan wajahnya yang mungkin sudah babak belur.
"Gak pa-pa kata mama kita harus saling membantu " ujar Devia kecil.
__ADS_1
Skala menatap gadis kecil itu yang terlihat sangat cantik walau masih berumur 10 tahun. Senyuman terbit di wajah tampan Skala.
"Kakak harus di obati dulu mukanya, Devia bawa obat merah , ini di pakai dulu ya" ujar Devia kecil.
"Makasih , kamu cantik " puji Skala yang tulus dari hatinya.
Plak
"Aduh sakit! Kenapa malah di tampar " ujar Skala.
"Kakak genit masa aku di bilang cantik, kata mama kalau ada laki-laki bilang aku cantik berarti dia suka sama aku. Sedangkan kakak itu terlalu tua untuk aku yang masih kecil. Kakak bukan tipe aku " ujar Devia kecil dengan wajah judesnya. Skala terkekeh mendengar ucapan polos dari bocah yang ada di depannya ini .
"Orang yang bilang kamu cantik bukan berarti dia suka sama kamu " ujar Skala.
"Mau gak jadi istri aku kalau udah besar nanti" ujar Skala dengan nada bercanda.
"Gak mau ,kakak jelek , item ,suka berantem dan genit ,Devia gak suka " ujar Devia kecil. Skala menggelengkan kepalanya melihat kejudesan bocah perempuan ini. Sekali ngomong nyakitin hati.
"Sebagai balasan kamu sudah nolongin kakak, nanti kalau kamu sudah besar kakak jadiin istri gimana ? " ujar Skala dengan ucapan yang meluncur begitu saja di mulutnya .
"Iih kakak pedofil suka sama anak kecil kaya aku " celetuk Devia kecil.
"Baru pertama kali ada perempuan yang menolak aku " gumam Skala. Memang gila Skala melamar anak kecil yang masih berumur 10 tahunan.
__ADS_1
"Devia!!!! Devia!!!!! " teriak Dinda yang panik mencari putrinya.
Devia langsung meninggalkan Skala tanpa berucap apapun, dia berlari kearah Dinda dan memeluknya.
"Kamu kemana sayang , mama khawatir " ujar Dinda memeluknya putrinya erat.
"Tadi nolongin kakak yang jelek itu " ujar Devia menunjuk Skala yang menatap mereka berdua sambil tersenyum manis.
"Ganteng kaya gitu kok, malah dibilang jelek " ujar Dinda.
"Mama aku bilangin papa kalau jelalatan matanya " ujar Devia kecil.
"Mama cuma liatin aja sekalian cuci mata " ujar Dinda terkekeh pelan. Tidak Devan atau Devia sama-sama posesif pada Dinda.
"Kamu bakal aku jadiin istri Devia, akan aku tunggu sampai umur kamu manginjak 20 tahun" gumam Skala. Ada rasa ketertarikan di hati Skala dengan Devia walau hanya sekali bertemu . Dia tidak peduli orang-orang mengatakan dia pedofil karna menyukai anak kecil tapi ini yang dia rasakan sekarang . Rasa yang tidak pernah dia rasakan jangan salahkan dia karna mencintai Devia tapi salahkan lah cinta itu tiba-tiba hadir di hatinya.
Skala bangkit dari sajadahnya dan mencium kening Devia lembut. Dia juga mengusap perut istrinya lembut.
"Aku sudah menepati janji ku untuk menjadikan kamu istri, sayang" ujar Skala tersenyum menatap Devia yang tertidur lelap .
Bersambung...
Maaf kalau ceritanya agak garing hehehe😅
__ADS_1