Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Gelang couple


__ADS_3

Fira menatap seluruh ruangan di rumah yang baru Dafa beli. Wanita itu melihat-lihat dari ruangan dapur, ruang tamu, ruang keluarga dan kamar mereka berdua dan kamar Elang. Dia menatap kagum pada rumah yang akan menjadi tempat tinggal mereka bertiga.


"Rumahnya bagus, mas" puji Fira membalikkan tubuhnya menatap Dafa yang berdiri di belakangnya. Pria itu tersenyum mengusap kepala istrinya lembut.


"Elang suka, sama kamar yang sudah ayah


desain dengan gambar kapten Amerika? " tanya Dafa.


"Iya, Elang suka ayah. Makasih yah udah nurutin apa yang Elang minta " ujar Elang tersenyum lebar. Dafa berjongkok di depan putranya dan mencubit pipi Elang dengan gemes.


"Apa yang tidak untuk jagoan ayah " ujar Dafa menggendong Elang. Membuat bocah laki-laki itu tertawa geli merasakan ciuman di pipinya oleh Dafa. Fira juga ikut tersenyum bahagia melihat mereka berdua.


"Ayah, aku mau ke kamal " ujar Elang.


"Ayah antar ya " tawar Dafa.


"Enggak usah ayah, bial Elang sendili" ujar Elang turun dari gendongan Dafa dan berlari menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar kedua orang tuanya.


"Kamu istirahat ya, pasti capek'kan " ujar Dafa merengkuh pinggang istrinya.Fira menganggukkan kepalanya, dia memang merasakan lelah . Mereka berdua masuk ke dalam untuk beristirahat dan juga melakukan sesuatu yang memang dari semalam Dafa belum dapatkan dari istrinya.


*******

__ADS_1


Dea memperhatikan ayah kandungnya memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil . Iya, gadis kecil itu baru tahu bahwa ibunya sudah lama bercerai dengan ayah kandungnya dan menikah lagi dengan pria lain saat mengandung dirinya. Dea cukup mengerti dengan hal seperti itu, dua orang yang berpisah karna ketidak saling cocokan.


"Bibi yakin mau berhenti kerja? Padahal kami sudah menganggap bibi Sumi seperti keluarga kami sendiri " ujar Dinda yang nampak sedih dengan keputusan bibi Sumi yang memilih berhenti bekerja di rumahnya ,untuk ikut dengan mantan menantunya.


"Sebenarnya saya tidak mau pindah tapi Dea juga tidak mau pisah dari saya dan sebaliknya saya juga tidak mau berpisah dengan cucu saya, Dea" jelas Sumi.


"Kalau itu memang keputusan bibi, saya tidak mungkin mencegah bibi untuk berhenti kerja di sini. Dan saya harap semoga kita bisa bertemu lagi dan maaf bila saya pernah menyakiti hati bibi atau pernah melakukan kesalahan sama bibi Sumi" ujar Dinda.


"Nyonya tidak pernah melakukan kesalahan dengan saya, justru selalu membantu saya saat membutuhkan bantuan " ujar Sumi. Dea berjalan mendekati mereka berdua dengan boneka beruang yang selalu dalam dekapannya.


"Oma Dinda , Dea boleh minta tolong " ujar Dea. Membuat Wanita paruh baya itu menunduk menatap Dea.


"Boleh, Dea mau minta tolong apa? " tanya Dinda berjongkok mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan gadis kecil itu. Dea mengeluarkan sebuah gelang plastik yang berwarna hitam. Dea sudah mempersiapkan gelang itu jauh-jauh hari. Sebenarnya gelang couple ini akan dia berikan saat Elang ulang tahun tapi dia akan pergi dan tidak mungkin akan kembali lagi.



"Iya, nanti oma kasih ke Elang" ujar Dinda mengusap pipi Dea lembut.


"Ibu! Dea, ayo! " teriak Bayu dengan keras. Mereka bertiga menatap Bayu yang sudah selesai memasukkan barang-barang mereka pada mobil Kijang itu.


"Kalau begitu kami pamit " ujar Sumi. Dinda menganggukkan kepalanya seraya tersenyum pada mereka.Dea masuk ke dalam mobil, matanya menatap pohon besar tempat biasa mereka bermain.

__ADS_1


"Selamat tinggal Elang, semoga nanti kalau kita sudah besal bisa ketemu lagi .Gelang ini yang akan membuat Dea bisa mengenali Elang" gumam Dea dengan pelan namun masih bisa di dengar Sumi yang duduk di sebelahnya. Sumi mengusap kepala cucunya yang nampak sedih. Bayu mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal.


"Dea, nanti sekolahnya sama Agam, ya " ujar Bayu membuka suara.


"Iya, om " jawab Dea .


"Kok om, panggil ayah sayang. Sekarang kamu biasakan panggil dengan ayah bukan om lagi, ok" ujar Bayu tersenyum. Dea bisa melihat senyuman ayahnya dari kaca mobil. Gadis kecil itu masih canggung dengan pria yang mengaku sebagai ayah kandungnya.


******


Albian berlari masuk ke dalam rumah Dinda setelah berbelanja ke supermarket dengan kedua orang tua dan kembarannya. Mata bocah laki-laki itu jatuh pada gelang yang tergeletak di meja ruang tamu .


"Wah gelang siapa ini, bagus. Aku mau pakai ah " gumam Albian memakai gelang yang seharusnya di pakai oleh Elang.


"Kamu lagi apa Albian? " tanya Dinda yang muncul di belakang cucunya.


"Lihat Oma aku dapat gelang" ujar Albian yang terlihat senang ,memperlihatkan gelang yang melekat di pergelangan tangannya pada Dinda.


"Itu punya Elang, Albian. Sekarang lepas gelang nya " titah Dinda.Albian dengan cepat menggelengkan kepalanya. Dia sangat menyukai gelang tersebut apalagi berwarna hitam, warna kesukaannya.


"Gak mau! Ini punya Bian, oma" bantah Albian dan berlari meninggalkan Dinda .

__ADS_1


"Ya sudah tak pa-pa kalau Albian mau gelang itu" ujar Dinda.Dia tidak mempermasalahkan bila Albian tidak mau mengembalikannya .Menurut Dinda itu hanya sebuah gelang biasa, dan tidak ada masalah bila gelang itu di pakai Albian bukan Elang.


🍀Selesai🍀


__ADS_2