Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Alvian dan Albian


__ADS_3

Semua keluarga berkumpul di ruang rawat Devia.Untuk menunggu jawaban dari Skala dan Devia tentang siapa nama untuk si kembar .


"Jadi nama untuk si kembar siapa? " tanya Dinda dan di angguki semua orang yang berada dalam ruangan tersebut.


"Aku dan Devia sepakat menamai anak kembar kami Alvian dan Albian " ujar Skala menatap kearah Devia yang mengangguki ucapannya.


"Nama yang sangat bagus, ayah dan bunda setuju, nak. Kalau Devan dan Dinda, apa kalian setuju dengan nama itu,untuk cucu kembar kita? " tanya Sakha.


"Tentu kami berdua sangat setuju, namanya sangat bagus dan cocok untuk cucu kita " jawab Devan tertawa renyah dan membuat orang-orang di ruangan itu juga ikut tertawa.


Devia mencari-cari keberadaan abangnya yang belum muncul-muncul juga. Dia takut terjadi apa-apa dengan kembarannya itu.Skala mengusap kepala istrinya lembut, membuat Devia menoleh ke arah suaminya.


"Kenapa, sayang? " bisik Skala di telinga Devia, karna ia melihat istrinya seperti mencari-cari sesuatu.

__ADS_1


"Abang Dafa mana? Dia kenapa gak ada di sini? " tanya Devia pada Skala. Pria itu terdiam sejenak, dia juga tidak tau kemana kembaran istrinya itu . Skala menoleh ke arah Azka yang duduk di sofa tengah memakan roti . Pria itu mendekati adiknya dan menyentuh pundak Azka ,membuat pria yang tengah memakan roti itu mendongak menatap Skala.


"Kenapa? " tanya Azka dengan roti yang penuh di mulutnya.


"Kamu tadi bilang Dafa sedang menjaga anak orang lain,tapi kenapa dia belum kembali juga? " tanya Skala pada Azka .


"Aku gak tau, mungkin dia pulang ke rumah " jawab Azka asal.Menurut Skala tidak mungkin Dafa langsung pulang tanpa berpamitan kepada mereka.


******


Dafa langsung membanting ponselnya ke lantai setelah melihat CCTV yang di kirim oleh asistennya. Pria itu mengepalkan tangannya , rahangnya mengeras. Rasa bersalah , marah dan juga emosi yang sudah ingin meledak-ledak bercampur menjadi satu. Dafa bangkit dari tempat duduk dan langsung memukul tembok dengan kuat membuat tangannya lecet dan memerah.


"Kenapa aku harus sebodoh ini?!! Kenapa aku begitu mudah mempercayai Meisya, sialan itu !!! " teriak Dafa dengan terus memukul tembok dengan kuat melampiaskan emosinya.

__ADS_1


"Fira, maafkan aku, ternyata aku yang telah menghamili kamu, maafkan aku,sayang ! " lirih Dafa.


"Maafkan aku Fira, maafkan aku" ujar Dafa yang terus mengucapkan kata itu berulang-ulang kali.


"Awas kamu Meisya aku akan memberi pelajaran dengan kamu. Karna kamu aku harus kehilangan wanita yang aku cintai. Dan membuat Fira menderita dengan sikap kasar aku padanya"ujar Dafa menengkupkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dengan tubuh yang bergetar , saat ini yang dia rasakan sangat-sangat menyesal dan merasa bersalah pada Fira.


Dafa mengambil ponselnya yang dia banting ke lantai tadi. Layar ponsel itu sudah retak masi bisa tetap digunakan.


" Hallo Meisya, aku ingin bertemu dengan kamu sekarang juga, tidak ada bantahan . Temui aku di kantor sekarang juga "ujar Dafa dengan nada suara yang begitu dingin.


Meisya mengkerutkan dahinya, kenapa tiba-tiba Dafa ingin mengajaknya bertemu sedangkan ini masih pukul jam tiga pagi.


" Baik Pak saya anak temui bapak "jawab Meisya dan langsung di matikan oleh Dafa secara sepihak.Gadis itu bangkit dari kasur untuk pergi ke kamar mandi sekedar mencuci muka dan juga akan mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Ceritanya aku hapus!!! Semakin banyak yang baca cerita aku semakin banyak kekurangan yang kalian lihat dari karya aku😢. Kalau pun memang tidak suka dengan alurnya aku siap hapus cerita Dafa dan Fira.


__ADS_2