
Skala mondar-mandir di depan ruang operasi tempat istrinya menjalankan operasi ceasar sekarang.Sakha dan Lea langsung mendekati Skala yang terlihat khawatir dan juga panik takut terjadi apa-apa dengan istrinya.
"Skala bagaimana keadaan Devia? " tanya Lea.
"Devia sedang menjalani operasi bunda , dokter mengatakan harus mengeluarkan bayi dalam perut Devia walau belum waktunya bayi itu di lahirkan dan kemungkinan anak Skala lahir prematur " ujar Skala mengusap wajahnya kasar.
"Sabar ya nak pasti anak dan istri kamu akan baik-baik saja . Sepertinya ayah sama bunda harus pergi untuk menghadiri pemakaman Dafa, kamu tidak apa-apa'kan ayah dan bunda tinggal" ujar Sakha .
Skala mengangguk kepalanya "tidak apa-apa ayah " ujar Skala.
Sakha dan Lea pun pergi meninggalkan Skala yang menyenderkan punggungnya di tembok.
Sudah satu jam lebih Skala menunggu tapi di depan ruang operasi. Tidak beberapa lama dokter yang mengoperasi Devia keluar dan Skala langsung mendekati dokter terbukti tersebut.
"Dokter bagaimana keadaan istri dan anak-anak saya? " tanya Skala dengan wajah penuh harap. Dokter itu tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Skala pelan.
"Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar. Anak anda kembar ,dua-duanya berjenis perempuan . Dan kondisi istri anda saat ini masih belum sadarkan diri " ujar dokter tersebut.
Skala tak henti-hentinya mengucapkan syukur. Dia bersyukur anak dan istrinya selamat.
******
__ADS_1
Skala tersenyum memperhatikan bayinya ada di inkubator sedang tertidur lelap dengan alat medis yang menancap di tubuh kedua putri kecilnya karna lahir prematur. Skala beralih menatap Devia yang sudah sadarkan diri namun hanya tatapan kosong dengan air mata menetes membasahi wajah pucatnya.
"Sayang, sudah jangan bersedih lagi, ikhlaskan Dafa untuk pergi, sayang" ujar Skala mencium kening istrinya lembut.
"Tapi aku tidak akan pernah menyangka kalau abang Dafa akan secepat ini meninggalkan aku " lirih Devia yang begitu terpukul dengan kehilangan seorang kakak yang dulu begitu menjaganya.Kini pergi mereka untuk selamanya.
"Sudah sayang jangan menangis lagi. Ingat kamu baru melahirkan dan tidak boleh banyak pikiran " ujar Skala menciumi seluruh wajah istrinya. Devia memejamkan matanya merasakan ciuman yang di berikan suaminya.
*******
LIMA TAHUN KEMUDIAN
Skala dan Devia duduk di kursi panjang di taman belakang memperhatikan ke enam anak-anaknya bermain. Shalla dan Della bermain boneka Barbie sedangkan Shella dan Dira bermain masak-masakan.Albian menahan kesal pada Alvian yang tak mau mengembalikan bola miliknya.
"Enggak aku duluan yang dapat bola ini. Aku lebih baik main sama Cia" ujar Alvian melirik Cia yang memperhatikan Albian dari pagar luar. Gadis kecil itu tersenyum manis dan mengedipkan matanya centil pada Albian.
Anak laki-laki itu langsung merinding di buatnya. Dia tidak sudi bermain dengan Cia yang begitu lengket saat bertemu dengannya.
"Kamu ngapain disini hah?!Ayo masuk rumah. Bukannya bersihkan rumah malah berdiri di pagar " omel wanita dengan postur tubuh gendut itu menjewer telinga Cia.
"Ampun bu! Sakit " pekik Cia merasakan sakit di telinganya dengan jeweran Mila.
__ADS_1
Albian terdiam memperhatikan itu semua. Dia sudah terbiasa melihat ibu tiri Cia memukul dan memperlakukan Cia seperti pembantu di umurnya yang masih lima tahun. Di mana anak-anak seumuran Cia menikmati masa kecilnya dengan bermain bukan di perbudak menjadi pembantu.
*****
"Makasih sudah memberikan ke bahagia padaku, terimakasih sudah menjadi istriku dan melahirkan enam orang anak untuk ku . Aku mencintaimu Devia , aku sangat mencintai kamu " ujar Skala mencium seluruh wajah Devia yang tertawa karna merasakan geli dengan kumis Skala yang bergesekan dengan kulit wajahnya.
"Itu memang sudah ke wajibkan aku mas, untuk melayani kamu dan melahirkan anak-anak kamu " ujar Devia memeluk Skala erat .
"Aku mencintai kamu, pak dosen " ujar Devia. Skala mencubit pipi istrinya gemas.
"Aku juga mencintai mu mahasiswiku" balas Skala mengecup basah bibir Devia tak peduli di mana sekarang mereka melakukannya. Shalla, Shella, Dela dan Dira menutup matanya melihat apa yang orang tuanya lakukan.
TAMAT
KALAU BOLEH NANYA UNTUK SEASON DUA DARI ISTRIKU MAHASISWI KU, KALIAN PILIH SIAPA DIANTARA ANAK SKALA DAN DEVIA YANG AKAN AKU BUAT LAGI CERITANYA
*SUAMIKU DOSENKU
*CINTAI AKU ISTRIKU
KALIAN PILIH YANG MANA DARI DUA CERITA INI YANG AKAN AKU BUAT 2022?
__ADS_1
TERIMAKASIH YANG SUDAH MEMBACA CERITA AKU. DAN MAAF BILA CERITA YANG AKU BUAT TIDAK MENARIK DAN TIDAK SEBAGUS YANG LAIN. KARNA AKU MENULIS MODAL NEKAT PADAHAL MISKIN KATA-KATA BAKU.