
"Azka!!! Azka!!! " teriak Devia dengan suara yang keras . Azka yang dengan lesu berjalan mendekati Devia yang tengah duduk selonjoran di sofa.
"Ada apa dayang Sumbi teriak-teriak manggil?Sakit telinga ini dengernya ? " gerutu Azka.
"Tolong pijitin kaki aku, pegel banget nih" ujar Devia.
"Enak banget nyuruh aku, memang aku babu kamu apa? " ketus Azka.
"Baru sadar kamu babu aku hahaha.. " sahut Devia sambil tertawa .
"Untung kamu kakak ipar aku coba enggak sudah ku lempar ke laut " celetuk Azka.
"Ayo cepetan pijitin kalau gak aku aduin sama mas Skala lho " ancam Devia.
"Dih tukang ngadu " ujar Azka yang mulai memijit kaki Devia.
"Yang kuat mijitinnya jangan lembek , laki apa bukan sih kamu? " ujar Devia.
"Bukan laki tapi macica, puas!! " ujar Azka dengan wajah cemberut.
"Azka tolong kupasin mangga dong " suruh Devia.
"Enggak mau,enak banget nyuruh aku " tolak Azka.
"Ini keponakan kamu yang mau lho, jangan salahin aku ya kalau keponakan kamu nanti ileran" ujar Devia mengusap perut ratanya.
"Iya-iya ini juga mau di kupasin mangganya " ujar Azka berjalan menuju dapur dengan mulut komat -kamit menggerutu dan sumpah serapah tidak tertinggal juga pada Devia.
"Jatuhnya aku jadi pembantu di rumah abang sendiri. Heran deh sama abang Skala bisa-bisanya suka sama tuh wanita jadi-jadian, aku curiga si kak Devia pakai minyak harum nyungnyung supaya abang Skala tergila-gila sama dia " ujar Azka menggerutu sambil mengupas mangga.
Drrrrrt drrrrrt
Suara dering ponsel membuat Devia yang tengah menonton film terganggu. Dia meraih ponsel di meja dan melihat nama pemanggil yang bertuliskan Lili , sahabatnya.
__ADS_1
"Hallo ada apa nelpon-nelpon? " ketus Devia, dia masih marah pada Lili yang kemaren tidak percaya padanya dan malah ikut menuduh dia wanita murahan.
"Jangan galak-galak aku nelpon kamu mau ngajak ketemuan di cafe sekalian mau minta maaf hehehe... " ujar Lili .
"Gak aku gak di bolehin sama mas Skala keluar dari apartemen " tolak Devia.
"Ayolah ketemuan nanti aku pinjemin DVD film drama Korea yang kemaren kamu mau , please mau ya " ujar Lili memohon.
Devia diam sejenak berpikir apa dia harus bertemu Lili dan mendapatkan DVD film drama Korea terbaru yang dia inginkan atau tetap di rumah menuruti larangan suaminya keluar apartemen.
"Iya aku mau tapi bener ya ,nanti kasih DVDnya buat aku ya, awas kamu kalau gak kasih ,aku sumpahin perawan tua " ujar Devia.
"Jahat banget nyumapahin aku perawan tua , tapi bener ya ketemuan di cafe dekat kampus " ujar Lili.
"Iya , aku matiin dulu sambungan ponselnya " ujar Devia. Gadis itu bangkit dari sofa dan berjalan masuk ke kamarnya untuk berganti baju.
Azka datang dari dapur membawa mangga yang sudah di kupasi tadi. Dia celingak-celinguk mencari kakak iparnya yang tiba-tiba tidak ada di sofa.
Devia datang dari arah kamar setelah dia sudah berganti pakaian. Gadis itu mendekati adik iparnya dan menepuk bahu Azka dengan kencang.
"Astaghfirullah!! " ucap Azka karna kaget.
"Kak Devia ngagetin tau gak, hampir aja jantungan! " ketus Azka.
"Maaf gak sengaja " sahut Devia dengan senyum cengengesan. Azka menatap Devia dari atas sampai bawah.
"Kak mau kemana kok pakai baju pergi ? "tanya Azka.
" Aku mau pergi sebentar, nanti kalau mas Skala pulang telpon aku ya ,supaya aku cepat balik "ujar Devia.
" Gak mau, kata abang Skala kak Devia gak boleh keluar dari apartemen ini ja.... "ucapan Azka terpotong ketika Devia menyodorkan uang lima ratus ribu ke mukanya.
" Nah kalau ada ini pasti aku bakal kasih tau kakak ,kalau abang Skala pulang"ujar Azka mengambil uang yang di beri Devia.
__ADS_1
"Dasar di sogok pakai uang baru mau " celetuk Devia.
"Kata pak ustadz kalau orang ngasih rezeki gak boleh di tolak " ujar Azka.
"Terserah kamulah Junaidi mau ngomong apa yang penting aku bisa pergi . Tapi kamu harus telpon aku kalau mas Skala sudah pulang" ujar Devia mengingatkan.
"Iya itu pasti kakak ipar ku yang cuaentik banget " ujar Azka.
Devia berjalan ke pintu keluar dan masuk kedalam lift . Setelah lift sampai lobby Devia langsung menuju ke taksi yang sudah dia pesan sebelumnya. Gadis itu masuk ke dalam taksi dan sopir mulai menjalankan mobilnya.
Devia menatap jalanan yang padat pengendara di jendela kaca mobil, sebenarnya dia bosan terus berada di rumah apalagi Skala menyuruhnya untuk kuliah online . Ternyata punya suami itu ada gak enaknya juga selalu harus izin dulu mau kemana terus gak bisa deket dengan pria lain. Dulu waktu dia belum menikah dia bisa dengan bebas mau ke manapun pergi dan dekat dengan pria manapun. Tapi sekarang semuanya di batasi Skala apalagi suaminya itu terlalu pencemburu tidak boleh dekat dengan pria manapun meski pria itu teman kuliahnya.Devia hanya menghembuskan napas pelan.
"Mbak sudah sampai " ujar sopir tersebut.Devia langsung sadar dari lamunannya dan membayar ongkos taksi, gadis itu keluar dari mobil.
Sebelum masuk cafe mata Devia menatap seekor kucing yang berada di tengah jalan hanya diam menatap lalu lalang pengendara. Mungkin tidak bisa menyebrang karna banyaknya pengendara yang lalu lewat . Devia berniat menolong kucing tersebut apalagi kucing itu sangat lucu . Saat menyebrang Devia tidak menengok kanan kiri karna merasa tidak ada lagi pengendara yang lewat.
Namun sebuah truk bermuatan barang melaju dengan kencang. Devia memeluk kucing lucu tersebut setelah mendapatnya . Tapi sebelum dia berjalan sampai di pinggir jalan tubuh Devia terpental ketika truk tersebut menabrak tubuhnya.
Brakk
Tubuh Devia terguling-guling dan kepalanya langsung membentur trotoar membuat kepalanya mengeluarkan banyak darah . Devia memegangi kepalanya yang sudah tak berasa lagi sakitnya. Semua orang datang Mengerumbungi Devia sekedar menonton atau menolong. Devia sudah kehilangan kesadarannya ketika orang -orang mengangkat tubuhnya.
*****
Skala tengah sibuk membaca berkas yang harus di tandatangani. Tapi tiba-tiba tangannya tak sengaja menyenggol foto Devia hingga bingkai foto tersebut jatuh kelantai dan pecah.
Skala langsung bangkit dari tempat duduknya dan mengambil foto Devia yang bingkai fotonya sudah retak tak berbentuk.
"Kenapa perasaanku tidak enak " gumam Skala, entah mengapa fikirannya mengarah pada Devia , dia merasa ada sesuatu hal yang terjadi pada istrinya.Pria itu mengeluarkan ponsel di saku celananya dan menghubungkan istrinya.
Skala menelpon Devia namun tidak diangkat-angkat membuat rasa khawatirnya makin menjadi-jadi. Pria itu menelpon Azka namun sama tidak diangkat juga. Skala membereskan Berkas-berkasnya dan mengambil kunci mobilnya ,dia akan pulang kerumah memastikan istrinya baik-baik saja .
Sudah ku kabulkan permintaan para pembaca membuat cerita kaya gini. Semoga suka ❤
__ADS_1