Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Perhatian


__ADS_3

Dafa menggendong Fira dan membawanya ke kamar mereka berdua. Elang mengikuti orang tuanya dari belakang dengan menentang jajanan snack yang dia makan di mobil tadi , kaki mungil bocah laki-laki itu berjalan menaiki tangga.


Dafa membuka pintu kamar dan merebahkan Fira di kasur dengan sangat pelan seakan meletakkan sesuatu yang sangat berharga . Wanita itu melepaskan tangannya yang melingkar di leher suaminya. Dafa duduk di sisi kasur dan mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Masih sakit pipinya? " tanya Dafa yang tidak bisa menyembunyikan raut khawatir di wajahnya. Tangannya membelai dan mengusap pipi Fira dengan sangat lembut.


"Sudah tidak sakit lagi, makasih " ujar Fira dengan tersenyum manis kearah Dafa.


"Makasih buat apa? " tanya balik Dafa.


"Terimakasih sudah khawatir dan mengobati luka aku " ujar Fira. Dafa tersenyum dan mencium punggung istrinya.


"Aku adalah suami kamu dan memang sangat wajar bila khawatir dengan keadaan kamu . Karna kamu sudah tanggungjawab aku, sayang " ujar Dafa terkekeh. Elang menatap kedua orang tuanya yang terlihat tersenyum dan mendekati mereka berdua.


"Bunda sudah ndak sakit lagi? " tanya Elang merangkak menaiki kasur.


"Astaghfirullah, ayah sampai lupa sama kamu kalau ketinggalan di dalam mobil " ujar Dafa mengusap kepala putranya. Dia sampai lupa dengan Elang yang masih ada di dalam mobil untung putranya ini bisa membuka pintu mobil, karna terlalu khawatir dengan istrinya dia sampai melupakan Elang.


"Aku tinggal dulu, mau mengangkat belanjaan yang di mobil " ujar Dafa mengusap pucuk kepala Fira dengan lembut.

__ADS_1


"Elang, jaga bunda ya " ujar Dafa.


"Iya ayah, pasti bunda,Elang jagain " ujar Elang . Dafa mengulas senyum dan berjalan keluar dari kamar. Fira tersenyum sangat bahagia karna anak dan suaminya begitu memperhatikan dirinya.


"Bunda aku pijitin kakinya ya, pasti kakinya sakit'kan?Kalna jatuh gala-gala nenek lampil itu" ujar Elang mulai memijit kaki kanan Fira dengan tangan mungilnya.


"Elang tidak usah pijitin kaki bunda, nanti Elang capek " ujar Fira menolak.


"Ndak apa-apa bunda, Elang sayang sama bunda jadi harus pijitin kaki bunda sampai sembuh " ujar Elang kekeh, tetap memijit kaki Fira.


"Makasih ya sayang, sudah perhatian sama bunda " ujar Fira mencium pipi chubby Elang yang masih memijit kakinya.


"Iya bunda sama-sama" sahut Elang tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


******


Dia juga membuka kulkas dan meletakkan susu kotak dan minuman lainnya di dalam sana . Dahinya berkerut menatap botol minuman yang bertuliskan KIRANTI yang merupakan minuman yang mengatasi nyeri haid dan melancarkan menstruasi, menyegarkan tubuh dan menghilang bau tubuh yang tak sedap.


"Minuman apa ini, aku merasa tidak membeli ini " gumam Dafa yang masih menatap botol minuman tersebut tanpa membaca keterangan yang ada di kemasan botol minuman tersebut. Sebuah senyuman melengkung di bibir Dafa.

__ADS_1


"Apa ini penyubur kandungan agar Fira cepat hamil " tebak Dafa karna ada gambar perempuannya yang memegangi perut di dalam kemasan tersebut. Jujur dia ingin menambah anak lagi kalau bisa dia ingin anak berjenis perempuan .


********


Devia mengusap figura Skala dengan air mata yang terus menetes membasahi foto suaminya tersebut.


"Kamu kenapa ninggalin aku hiks... kamu jahat mas ninggalin aku saat hamil seperti ini " ujar Devia melengkung bibirnya kebawah. Sedangkan Azka berdiri di tengah pintu kamar memperhatikan kelakuan Devia yang menurutnya sangat mendramatis.


"Sudah kak jangan nangis, abang Skala juga sebentar lagi pulang. ya elah cuma di tinggal buat kerja aja nangis " cibir Azka. Devia menatap tajam pada adik iparnya itu. Semenjak kehamilan yang kedua ini, Devia lebih lengket pada Skala dan selalu ikut kemanapun suaminya pergi. Tapi saat dia bangun tidur tadi suaminya sudah tidak ada lagi di sebelah kasurnya membuat wanita cantik tersebut gelabakann mencari Skala .


"Kakak makan dulu, nanti aku di marahi abang kalau tidak menjalankan amanahnya dengan baik termasuk menjaga dan memberikan kakak makan " ujar Azka meletakkan nampan berisi makanan kesukaan Devia dan susu ibu hamil yang memang dari shubuh sudah di persiapkan Skala sebelum berangkat kerja yaitu membuat nasi goreng,entah mengapa wanita tersebut sangat suka makan nasi goreng buatan suaminya.


Perlahan Devia menyuapkan nasi goreng ke mulutnya dengan air mata yang meleleh.


"Nasi gorengnya enak, tapi aku mau di suapin mas Skala " ujar Devia dengan lirih. Azka mengeluarkan ponsel di saku celananya dan menghubungi Skala. Jujur Azka sangat tidak sabar menghadapi kelakuan Devia .


"Kenapa belum makan, sayang? " tanya Skala di layar ponsel , Azka memvideo call agar Devia mau makan dan tidak menangis seperti anak kecil. Devia yang mendengar dan melihat layar ponsel yang di penuhi wajah tampan suaminya segera menghapus air mata yang membasahi wajahnya.


"Maunya di suapin, anak kamu maunya di suapin papahnya ,makannya" rengek Devia menatap layar ponsel. Skala menghela napas panjang mendengar rengekan istri kecilnya.

__ADS_1


"Tunggu, sebentar lagi aku pulang, aku matikan sambungan ponselnya ya ada rapat " ujar Skala langsung mematikan sambungan telponnya. Devia menatap kecewa melihat layar ponsel yang tidak memperlihatkan wajah suaminya.


Bersambung....


__ADS_2