
Elang berjingkrak-jingkrak kegirangan saat melihat mobil ayahnya sudah datang. Anak itu berlari kearah Dafa yang baru keluar dari mobil. Dengan sigap pria itu menangkap tubuh putranya yang menubruk tubuhnya . Fira tersenyum melihat anaknya yang terlihat gembira saat bertemu dengan Dafa. Semua keluarga besar berkumpul di rumah Devan dan Dinda termasuk kedua orang tua Fira. Dafa mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian dan beralih mencium tangan mertuanya.
"Gimana tadi malam? " tanya Devia tak sabar menunggu jawaban dari kembarannya. Dafa mengangkat satu alisnya mendengar pertanyaan adiknya.
"Biasa saja, kami langsung istirahat karna terlalu lelah saat pesta pernikahan kemaren " jawab Dafa. Devia terlihat kecewa ternyata rencananya tidak berhasil. Skala menarik tangan istrinya membawa Devia ke meja makan.
"Devia di bawa kemana? " tanya Dinda pada suaminya.
"Kamu lupa, Devia sedang hamil tadi dia minta di buatkan rujak oleh Skala " jelas Devan.
"Devia hamil lagi? " tanya Dafa sedikit kaget.
"Iya, mungkin nanti bayinya kembar lagi " tebak Devan terkekeh. Semua orang juga ikut tertawa mendengar ucapan Devan.
"Ayo masuk pasti kalian capek " ujar Dinda. Fira tersenyum kikuk , dia menganggap ucapan mertuanya seperti sedang menggoda dia dan Dafa, sedangkan tadi malam mereka tidak melewati malam pertama seperti pengantin yang lain.
Skala mengusap sudut bibir Devia yang blepotan, karna tidak benar cara makannya.
"Kamu kaya anak kecil blepotan makannya " ujar Skala memperhatikan istrinya yang lahap memakan rujak buatannya sendiri.
"Soalnya enak aku suka, nanti kalau aku mau lagi buatin ya " ujar Devia kembali memasukkan buah mangga muda ke mulutnya.
"Mas, Vian sama Bian mana? " tanya Devia.
"Lagi main sama anak tetangga sebelah " jawab Skala.
*******
Dea menangis ketika Albian menginjak-nginjak boneka Barbienya.
"Bian, jangan! " ujar Dea mendorong Bian yang terus menginjak Barbienya yang sudah copot tangannya tersebut.
Sedangkan Albian tertawa puas melihat boneka milik Dea hancur. Anak perempuan dengan kuncir kuda itu menatap kearah Bian yang menjulurkan lidahnya mengejek pada dirinya. Sebuah tangan terulur kearah Dea membuat gadis kecil itu mendongakkan kepalanya menatap Alvian .
__ADS_1
"Beldili"ujar Alvian menyuruh namun seperti nada memerintah agar Dea menyambut uluran tangannya. Gadis kecil itu berdiri dengan tarikan dari Alvian.
" Kamu gak boleh sepelti itu dengan pelempuan, Papah bilang kalau kita halus bersikap lembut telhadap pelempuan "nasehat Alvian pada kembarannya setelah itu pergi meniggalkan mereka berdua. Albian menatap kepergian kembarannya itu dan beralih menatap Dea yang menundukkan kepalanya.
" Dasal miskin, jelek, aku gak mau belteman sama kamu, sana jauh-jauh "usir Albian mengibaskan tangannya agar Dea pergi dari hadapannya. Kristal bening jatuh membasahi pipi chubby Dea.
" Bian! "panggil Alexa sedikit berteriak. Gadis kecil dengan rambut pirang bergelombang dan memiliki wajah seperti orang bule karna ayahnya berasal dari Belanda dan ibunya berasal dari Indonesia.
" Kamu tadi aku caliin tau "ujar Alexa dengan suara cadelnya.
" Itu si miskin mau ngajak aku main tapi aku gak mau, mana mau aku belteman sama olang miskin kaya Dea "ujar Bian di akhiri tawa.
" Dea kamu jangan dekatin Bian, dia gak suka belteman sama kamu , aku juga gak mau belteman sama kamu soalnya kamu miskin telus ndak punya olang tua dan tinggalnya di gubuk jelek "cibir Alexa dengan pedas.
Brukk
Alexa menangis kencang ketika Elang datang dan tiba-tiba mendorongnya. Bian mendorong balik Elang hingga bocah laki-laki itu jatuh ke tanah. Alvian memperhatikan mereka berempat dari teras rumah dengan tatapan datar.
" Buang -buang tenaga "gumam Alvian dan memilih masuk ke dalam rumah .
Dia mengajak Dea duduk di teras rumah.
" Kamu kalau mau main sama aku aja, jangan sama Bian, dia memang nakal "ujar Elang.
" Iya, tapi Dea cuma mau belteman sama Bian dan Alexa. Dea memang miskin telus ndak punya olang tua, tapi kenapa Bian ndak suka belteman sama Dea? Dea jelek? "tanya gadis kecil itu.
" Kata bunda aku, semua pelempuan cantik ndak ada yang jelek , kamu cantik, Dea "ujar Elang tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
*******
" Jadi kalian berdua mau tinggal di rumah yang Dafa beli? "tanya Arya.
" Iya ayah, karna rumah yang akan kami tinggali sangat dekat dengan kantor aku dan juga dekat dengan sekolah PAUD . Jadi Fira tidak jauh-jauh mengantarkan Elang sekolah , apalagi umur Elang sudah cukup untuk sekolah PAUD "ujar Dafa. Arya dan yang lain setuju dengan ucapan Dafa.
__ADS_1
" Kapan kalian akan pindah rumah? "kini Arum yang bertanya. Fira menatap Dafa agar menjawab pertanyaan dari bundanya.
" InsyaAllah, besok "ujar Dafa.
" Kami semua terserah kalian berdua ,yang penting kalian bahagia"ujar Devan.
" Ayo dimakan kuenya dan di minum dulu tehnya dari tadi kita ngobrol tapi tidak minum atau memakan kue "ujar Dinda. Mereka semua memakan dan meminum jamuan yang di sediakan Dinda.
Elang duduk di pangkuan Dafa. Pria itu tersenyum melihat putranya yang duduk di pangkuannya.
" Kamu kemana, ayah cariin dari tadi ?"tanya Dafa sambil mengacak-acak rambut tebal Elang.
"Tadi main di halaman depan " jawab Elang.
"Mau kue " tawar Dafa. Elang memperhatikan kue yang di sodorkan oleh Dafa, dia jadi teringat Dea. Apakah gadis itu punya makanan untuk di makan hari ini?
"Mau gak " tawar Dafa lagi.
"Enggak yah, Elang sudah makan " tolak Elang. Mata bocah laki-laki itu menatap kearah Albian yang duduk di pangkuan Devan. Albian menatap tajam pada Elang karna masih marah dengan kejadian yang tadi.
*****
Fira duduk di sebelah Dafa yang sibuk mengotak-atik laptopnya karna banyak email dari kantor yang masuk.
"Kamu gak tidur? " tanya Fira menatap kearah layar laptop . Dafa menoleh menatap istrinya dengan senyuman manis.
"Aku selesaikan ini dulu baru tidur, kamu tidur duluan tidak usah menunggu aku karna masih banyak harus yang aku selesaikan" ujar Dafa.
"Ya sudah aku tidur duluan " ujar Fira merebahkan badannya di kasur di sebelah Dafa. Dia menatap bahu lebar suaminya yang masih terlihat sibuk.
Perlahan mata Fira tertutup sambil memeluk gulingnya. Dafa merenggangkan jarinya setelah selesai dengan pengerjaannya. Dia menutup laptop dan menoleh melihat Fira yang sudah tertidur nyenyak . Dafa mengusap kepala Fira lembut dan mencium kening istrinya dengan lembut.
Pria itu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar Elang yang bersebelahan dengan kamarnya . Dia membuka pintu kamar Elang dengan pelan takut membangunkan putranya, matanya menyapu seluruh ruangan. Hingga pandang mata Dafa jatuh pada figura foto dirinya.Dia mengambil figura foto tersebut dan tersenyum melihat di bawah pojok figura foto tersebut tertulis "Aku sayang ayah, cepat pulang ".
__ADS_1
Dafa meletakkan foto tersebut ke tempatnya . Dia mengusap kepala putranya dengan sayang dan mencium pipi Elang dengan lembut.
" Mimpi indah ya, nak "ucap Dafa dengan pelan setelah itu kembali lagi ke kamarnya.