Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Ngambek


__ADS_3

Sudut bibir Devia terangkat keatas membentuk senyuman yang tercetak jelas. Dia menatap dari atas balkon kamarnya ,mobil Skala sudah masuk ke area pekarangan rumah. Wanita yang memakai dress putih dengan panjang di atas lutut itu segera keluar dari kamarnya . Dia tidak sabar untuk menemui suaminya. Dengan tergesa-gesa Devia menuruni anak tangga dan berlari kearah pintu keluar tak memperdulikan dengan keadaannya yang sedang hamil .


"Mas Skala! " teriak Devia dengan suara yang melengking dan merentang kedua tangannya ingin memeluk suaminya yang baru masuk ke dalam rumah.


Skala baru masuk kedalam rumah dengan raut wajah yang nampak lelah. Penampilan pria itu juga sudah tidak rapi lagi , rambut yang tak tersisir rapi lagi terlihat acak-acakan dan dua kancing baju yang sudah terlepas memperhatikan bagian dada bidang pria itu.


"Kangen " rengek Devia dengan nada suara manja dan memeluk Skala. Pria itu menciumi pucuk kepala istrinya dan beralih mencium leher jenjang Devia yang beraroma minyak telon, wanita ini tiba-tiba sangat senang mengolesi minyak telon di bagian tubuhnya.


"Sudah makan? " tanya Skala menguraikan pelukannya dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.


"Belum, maunya di suapin sama kamu.Sepertinya bayi dalam perut aku ini maunya di suapin sama papahnya " ujar Devia dengan senyuman cerah.Skala menghela napas berat, dan menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 04:30 sore berarti istrinya tidak makan dari pagi hanya menunggu kedatangannya.


"Devia, Devia kenapa harus minta suapin aku makannya? Nanti kamu kena magh gimana? Kalau kebiasaan seperti ini terus. Aku juga sudah mulai sibuk mengurus perusahaan dan mengajar di kampus " ujar Skala memijit pelipisnya, kepalanya sudah sangat pusing dengan masalah perusahaan.Devia melengkungkan bibirnya kebawah dengan sorot mata yang sedih ,dia menganggap Skala sedang memarahinya.


"Kalau begitu kamu pergi sana!Balik lagi ke kantor! Aku cuma mau minta di suapin makannya tapi kamu malah marah-marah kaya gini. Padahal anak kamu, yang minta di suapin, bukan aku! " celoteh Devia sambil menggerutu.


"Bukan_... "


"Sudah, kamu tidak usah bicara lagi.Aku tau pasti kamu mau marahin aku lagi. Anak Mamah hari ini gak usah lagi ngidam minta di suapin Papah ya " ujar Devia mengajak bayi dalam perutnya bicara, tangannya mengusap perutnya yang sudah membuncit.


"Bukan begitu sayang, maksud aku kamu jangan biasa'kan makan nunggu aku pulang nanti kamu kena magh" jelas Skala menyentuh bahu Devia .Namun wanita yang sudah merajuk itu menyingkirkan tangan Skala di bahunya dengan kasar.


"ah, jangan sentuh aku!Dan ingat mulai menit dan detik ini aku gak mau kasih kamu ples-ples lagi . Biar kamu tersiksa! " ujar Devia segera beranjak pergi dari tempat itu. Skala yang mendengar itu berdecak dan langsung mengejar istrinya.


Tanpa aba-aba pria itu mengangkat tubuh Devia ala bridel style. Refleks wanita itu mengalungkan tangannya di leher Skala.

__ADS_1


"Turunin aku, lebih baik kamu kerja sana! Kerjaan kamu 'kan lebih penting dari pada aku " ujar Devia menatap kesal pada Skala yang menatap lurus membawanya ke kamar.


"Diam, sekarang kamu harus makan " sahut Skala. Devia bersorak senang dalam hatinya karna sangat mudah membuat suaminya menuruti ke maunya hanya mengancam tidak memberikan jatah lagi.


*********


Devia menerima suapan dari Skala dengan mengulas senyuman. Pria ini terus saja menghela napas berat , entah apa yang sedang dia pikirkan.


"Bian sama Vian, mana? " tanya Skala yang dari tadi tidak melihat dua putra kembarnya.


"Kamu lupa? Mereka nginap di rumah Mamah, besok baru pulang" jawab Devia kembali menerima suapan dari suaminya.Skala mengusap perut Devia dari balik kain .


"Mas, pasti anak kita kembar lagi " ujar Devia tersenyum manis pada Skala dan mengusap perutnya.


"Iya mas, aku sudah tidak sabar lagi menunggu anak kita lahir " sahut Devia. Skala menganggukkan kepalanya dan tersenyum hangat pada istrinya.


*******


"Lagi apa, mas? " tanya Fira yang sudah ada di sebelah suaminya.


"Enggak, aku cuma penasaran dengan minuman ini, baru pernah melihat" jawab Dafa memperlihatkan minuman botol dengan nama merek kiranti pada Fira.


"Itu minuman yang sering aku minuman kalau lagi nyeri haid " jawab Fira dengan senyuman yang terpatri di wajah cantiknya.Dafa yang mendengar itu tersenyum kikuk dan meletakkan minuman berbotol itu ke dalam kulkas.


Fira mengkerutkan keningnya melihat perubahan ekspresi wajah suaminya.

__ADS_1


"Kamu kenapa, mas? " tanya Fira menatap Dafa dengan lekat.


"Gak pa-pa, aku pikir itu minuman penyubur kandungan supaya kamu cepat hamil " jawab Dafa. Fira tidak bisa menahan tawanya, dia mengusap wajah Dafa dengan lembut dan menatap intens wajah suaminya, membuat pria itu salah tingkah di tatap seintens oleh istrinya.


"Kita juga baru sekali melakukanya mana bisa langsung jadi.Kecebong kamu belum langsung jadi dalam waktu satu hari, sayang. Dan waktu untuk pembuahan di rahim itu butuh waktu 2-3 minggu " ujar Fira terkikik geli dengan ekpresi suaminya yang nampak terlihat malu.


"Begitu ya? Ayo kita melakukan lagi supaya kamu cepat hamil dan bisa memberikan adik untuk Elang, kasihan Elang ,main sendirian terus " ujar Dafa mencium singkat bibir ranum Fira.Wanita itu mendorong pipi suaminya dengan pelan, tidak bisa menyembunyikan tawanya melihat wajah Dafa yang memelas dan membuat wajahnya sedemikian rupa.


"Nanti aja, ada Elang di kamar kita" bisik Fira di telinga Dafa.


"Memang Elang sedang melakukan apa di kamar kita? " tanya Dafa.


"Dia ketiduran pas lagi mijitin aku, mungkin kecapean " jawab Fira .


"Kalau begitu kita buatnya di kamar tamu " ujar Dafa dengan senyuman menyeringai dengan suara yang terdengar serak . Fira merinding mendengar suara serak suaminya apalagi dengan ekpresi wajah yang seperti itu.


"Gak bisa aku mau masak " ujar Fira menjauh dari Dafa yang nampak kecewa.


Greb


Fira kaget dan seketika tubuhnya menegang merasakan pelukan dari belakang oleh Dafa dan kecupan basah di lehernya. Wanita itu berbalik menghadap suaminya dengan tatapan sendu.


"Mas, aku mau masak jangan ganggu, lebih baik kamu bantu aku masak " ujar Fira melepaskan rengkuhan tangan Dafa di pinggang rampingnya. Pria itu menghela napas kasar dan membantu Fira menyiapkan bahan-bahan masakan yang akan di buat istrinya, entah apa yang akan di masak Fira.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2