
Skala memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Pria tersebut melepaskan salt beat pada istrinya hanya berjaga-jaga kalau di merem mendadak lagi. Devia hanya memasang wajah merengut dan melipat dua tangannya di dada.
"Ayo turun" ujar Skala.
"Nggak mau " tolak Devia.
"Nanti kamu di hukum sama dosen kamu yang ngajar hari ini kalau terlambat " ujar Skala.
"Biarin, paling -paling di suruh keluar kelas " sahut Devia dengan posisi yang masih sama, melipat tangannya di dada dan pandangan matanya lurus ke depan. Skala turun dari mobil, dia membuka pintu mobil istrinya dan menggendong Devia.
"Turunin, aku gak mau kuliah.Aku mau makan mie " ujar Devia memberontak saat Skala menggendongnya. Pria itu tak memperdulikannya , dia terus menggendong Devia membawa ke ruangannya .
"Turunin aku, mas " ujar Devia memukul dada Skala. Untung suasana kampus hari ini sepi jadi tidak ada yang melihat dia menggendong Devia.
"Diam Devia!! " bentak Skala yang sudah kelewat kesal dengan tingkat kekanak-kanakan Devia. Gadis itu terdiam , matanya berembun menjelaskan bahwa dia begitu sedih di bentak Skala untuk kedua kalinya. Pria itu tersebut masuk ke dalam ruangannya dan meletakkan tubuh istrinya di sofa.Skala memiringkan tubuhya.
Kleek
Bunyi tulang beradu membuat Skala meringis memegangi pinggangnya . Baru menggendong Devia dari parkiran sampai ke ruangannya membuat pinggangnya encok.
"Mau ke mana ? " tanya Skala melihat Devia bangkit dari sofa.
"Mau ke toilet "ketus Devia. Gadis itu masuk ke dalam toilet dengan menutup pintu cukup keras. Membuat Skala tersentak kaget mendengar suara bantingan pintu kamar mandi. Pria itu mengusap dadanya sabar menghadapi tingkah kekanak-kanakan Devia.
" Untung sayang "gumam Skala.
" Aaaaaaaaaa!!! "teriak Devia dari dalam toilet.
Skala yang mendengar teriakan istrinya langsung berlari ke arah toilet dan menggedor pintu toilet tersebut.
" Devia kamu kenapa? Devia jawab kamu kenapa? "Namun nihil tidak ada jawaban, dia memutar gagang pintu hendak membuka tapi tidak bisa karna Devia mengunci dari dalam .
__ADS_1
" Devia kamu kenapa ,sayang?buka pintunya Devia"ujar Skala.
Ceklek
Devia keluar dari toilet dengan keadaan basah kuyup sampai rambut. Gadis itu mengigil ke dinginan.
"Kamu kenapa jadi basah kaya gini? " tanya Skala .
"Keran di dekat closednya aku nyalain terus tiba-tiba joget-joget kaya ular. Kaya gini nih " ujar Devia memperagakannya, gadis itu meliuk-liukkan tubuhnya persis seperti penari ular . Skala yang melihat itu membuat adik di bawahnya tegang, apalagi baju putih yang di pakai Devia menerawang memperlihatkan bra hitam dengan tali tipis mempersatu bangsa.
"Sudah Devia jangan joget-joget terus " ujar Skala .Wajah pria tersebut memerah menahan sesuatu di bawahnya istrinya seperti wanita penari erotis di sebuah club apalagi dengan baju putih yang menerawang membuat Skala mudah terangsang.
"Kenapa, aku cuma contohin tau " ujar Devia.
"Lihat baju kamu itu, menerawang " ujar Skala. Devia menatap bajunya dan membuat gadis itu membulatkan matanya. Dia langsung menyilangkan tangan di dadanya.
"Kenapa baru bilang, kan mas jadi enak lihatnya" celetuk Devia.
"Apaan sih aku nggak apa-apain kamu? Kenapa harus tanggungjawab? " ujar Devia.
"Sini sayang " ujar Skala merentang kedua tangannya.
"Aku nggak mau " tolak Devia saat Skala hendak memeluknya . Gadis itu menghindari kejaran Skala yang terus mengejarnya.
Happ
Skala berhasil menangkap istrinya dan memeluknya erat.Devia menggerakkan tubuhnya di pelukan Skala karna ingin kabur.
"Lepasin aku nggak bisa napas " ujar Devia.
"Bohong pasti kamu mau kabur" ujar Skala.
__ADS_1
Skala mendorong Devia ke tembok dan merapatkan tubuhnya pada tubuh istrinya.
"Lepasin ,aku mau ke kelas " ujar Devia mendorong tubuh suaminya.
"Tanggungjawab dulu " ujar Skala mengangkat ke dua tangan Devia dan menciumi wajah Devia yang terus menghindarinya.
"Astaghfirullah!! " pekik Lili yang tiba-tiba masuk ke ruangan Skala.
"Aku gak lihat!Aku gak lihat ! " ujar Lili menutup matanya. Skala langsung menghentikan aksinya dan melepaskan Devia.
Dua orang tersebut sama-sama salah tingkah. Devia sudah memerah wajahnya karna malu. Skala menggaruk tengkuk yang tak gatal. Kenapa dia sampai lupa mengunci pintu?
"Ada apa kamu ke sini ? " tanya Skala membuka suara.
"Ini pak, mau kasih tugas yang kemaren yang belum saya kumpul" ujar Lili.
"Kalau begitu kamu boleh keluar, tapi biasakan sebelum masuk ke ruangan saya ketuk pintu dulu " tegur Skala.
"Iya pak maaf , silakan kalau mau di lanjutkan lagi " ujar Lili bergegas keluar dari ruangan itu sebelum diamuk dosennya.
"Mau kemana kamu? " tanya Skala melihat istrinya hendak keluar dari ruangannya.
"Mau ke kelas " jawab Devia.
"Ganti baju dulu, mana mungkin kamu pakai baju menerawang seperti itu ke kelas " ujar Skala .
"Pakai baju ini " ujar Skala memberikan baju kaos polos berwarna biru muda. Devia mengambilnya dan mengangkat baju itu ke udara .
"Mas, ini bajunya ke gedean buat aku " ujar Devia.
"Lebih bagus kalau gedean dari pada sempit " ujar Skala.
__ADS_1
"Ganti baju dulu sana " lanjutnya. Devia masuk. ke dalam toilet untuk mengganti pakaiannya.