
Dafa dan Fira masuk ke dalam untuk beristirahat karna sebelum pulang ke rumah baru , mereka menyempatkan untuk pergi jalan-jalan. Fira menatap sekeliling kamar yang sangat luas dan juga di meja rias sudah lengkap alat-alat make up membuat wanita itu berdecak kagum. Dia menoleh menatap Dafa yang melepaskan bajunya karna hendak mandi.
"Mas, kamu yang sudah menyiapkan alat make up untuk aku? " tanya Fira mendongak menatap Dafa yang tingginya melebihi istrinya.
"Iya, supaya kamu tetapi tampil cantik di hadapan aku. Tapi berhiasnya cuma boleh di depan aku ya bukan di depan pria lain " ujar Dafa mengecup bibir Fira sekilas membuat tubuh wanita itu membeku , sedetik kemudian senyuman mengembang di wajah cantiknya.
"Makasih ya, mas " ujar Fira memeluk Dafa, menenggelamkan wajahnya di dada telanjang suaminya. Dafa mengusap kepala istrinya dan mencium pucuk kepala Fira .
"Aku mau mandi dulu atau mau mandi bareng " ajak Dafa dengan tersenyum aneh pada Fira. Wanita itu langsung menggelengkan kepalanya cepat , seakan tau apa yang di pikirkan suaminya tersebut.
__ADS_1
"Ya sudah bila tak mau, aku sudah pesankan makanan untuk kita bertiga, mungkin sebentar lagi akan datang " ujar Dafa sambil mengambil handuk baru di dalam lemari.
"Kenapa harus pesan makanan, aku'kan bisa masak" ujar Fira. Tangan pria itu terhenti ketika hendak memutar gagang pintu kamar mandi, dia menoleh menatap Fira yang menunggu jawabannya.
"Kamu pasti capek, jadi aku memilih pesan makanan untuk kita bertiga. Lagi pula bahan keperluan dapur belum aku beli" ujar Dafa .Setelah mengucapkan itu pria tersebut masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang berkeringat.
Fira melihat sekitar kamar yang akan menjadi tempat tidurnya. Matanya fokus pada kotak merah yang terletak di meja rias. Wanita itu berjalan mendekati meja rias itu. Tangannya mengambil kotak merah kecil itu dan perlahan membukanya. Senyuman tercipta di bibir manisnya kala membuka kotak kecil itu.
"Cincinnya bagus, apa Dafa mau memberikannya pada aku tadi tapi dia lupa memberikannya" monolog Fira yang terus memperhatikan cincin yang ada di jarinya.
__ADS_1
******
Fira mempersiapkan makan malam untuk suami dan anaknya setelah pesanan driver makanan sudah datang. Dia hanya perlu menyediakan alat makan. Tidak berapa lama Elang berjalan mendekati Fira dan duduk di kursi walau sedikit kesusahan karna kursi tersebut terlalu tinggi untuk dirinya yang bertubuh mungil.
"Selamat malam, Mamah " ucap Elang menyapa Fira yang baru keluar dari dapur untuk mengambil sesuatu.
"Selamat malam, sayang. Elang makan dulu ya,sudah di pesankan ayah,kamu mau ayam asam manis, chicken wings atau nasi goreng seafood? " tanya Fira.
"Elang mau makan nasi goreng aja , bunda " jawab Elang. Fira mengambilkan nasi goreng seafood untuk putranya . Tak Lama Dafa keluar dari kamar dengan pakaian santai dan rambut yang lembam, karna dia juga keramas.
__ADS_1
"Selamat malam semuanya" ujar Elang mencium pipi anaknya dan beralih mencium sudut bibir Fira membuat wanita itu mendorong suaminya. Dafa hanya terkekeh melihat sikap Fira yang malu-malu saat dia dengan sengaja mencium di sudut bibir wanita tersebut.
Bersambung....