Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Kembali Kuliah


__ADS_3

"Sayang, bangun sudah pagi " ujar Skala .Devia hanya menggeliat dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Bangun sudah pagi, ayo bangun gak baik perempuan bangunnya kesiangan" ujar Skala menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya dan melemparkannya ke lantai.


"Aku masih ngantuk" ujar Devia dengan mata yang masih terpejam, tangannya meraba mencari selimut.


"Mana selimutnya? Aku kedinginan" ujar Devia meringkuk di kasur.


"Ayo sholat subuh dulu " ujar Skala mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Skala mendudukkan Devia di closed dan mata istrinya masih terpejam.


"Kenapa di bawa ke kamar mandi? Aku mau tidur ngantuk " ujar Devia berdiri dari closed hendak melanjutkan tidurnya.


"No sayang, sholat! " ujar Skala tegas. Devia melengkungkan bibirnya kebawah. Dia menyalakan keran dan mulai mengambil air wudhu tentu di awasi suaminya.Karna bisa saja Devia melanjutkan tidurnya di kamar mandi .


*******


"Mas, aku mau kuliah bosen di rumah terus. apalagi Azka udah gak tinggal lagi di sini, aku kan jadi kesepian " ujar Devia sambil memasang dasi Skala.


"Kamu bosen di rumah? " tanya Skala.


"Iya, mau kuliah kaya dulu, kamu juga masih jadi dosenkan di kampus aku " ujar Devia.


"Iya masih, tapi kamu sudah beberapa kali hampir keguguran akibat kecerobohan kamu itu. Dan hal itu yang aku takutkan kalau kandungan kamu kenapa-napa " ujar Skala menunduk menatap Devia yang hanya setinggi dadanya.


"Please lah, masa aku cuma di rumah terus berasa di kurung tau gak " ujar Devia.

__ADS_1


"Boleh ya , please honey" ujar Devia dengan wajah memelas . Skala terdiam sejenak , pria itu menghembuskan napas pelan dan menganggukkan kepalanya pelan.


"Yeyyy, kuliah!! " teriak Devia .


Cup


Devia mencium pipi Skala karna saking bahagianya sambil berjingkrak-jingkrak kesenangan seperti anak kecil.


"Jangan loncat-loncat kamu lagi hamil " tegur Skala .


"Maaf habisnya aku seneng banget, makin cinta deh aku sama kamu " ujar Devia mencolek dagu Skala.


"Kalau udah di turutin kemauannya baru bilang cinta " ujar Skala.


"Tunggu ya aku siap-siap dulu, jangan tinggalin aku ya ,mas sayang " ujar Devia bergegas membuka lemari mencari baju yang cocok untuk dia pergi kuliah.


******


"Mas, anterin sampai Kelas aku ya " pinta Devia dengan suara sedikit keras, jiwa-jiwa takabur Devia mulai muncul. Dia ingin memamerkan bahwa dia istri dosen, dan berharap semua siswi di sini menghormati dirinya.


Sedangkan Skala merasa risih dengan tatapan semua orang yang mengarah padanya dan Devia. Skala mengantarkan Devia sampai kelas ralat sampai dalam kelas.


"Aku ke ruangan aku dulu, jaga diri kamu baik-baik jangan ceroboh " peringat Skala.


"Iya gak bakal ceroboh kok " jawab Devia.Gadis itu mencekal tangan Skala saat akan pergi. Pria itu menatap istrinya dan mengkerutkan dahinya.


"Kenapa? " tanya Skala.

__ADS_1


"Cium belum " ujar Devia menujuk keningnya. Skala meneguk ludahnya kasar menatap ruangan kelas yang ada beberapa siswi di sini dan menatap dirinya.


Cup


Skala mencium kening Devia dengan cepat dan langsung keluar dari kelas istrinya. Sedangkan Devia tersenyum-senyum.


"Dunia berasa milik berdua yang lain pada ngontrak" cibir Rio.


"Apa iri kamu " celetuk Devia. Gadis tersebut berjalan ketempat duduknya .


"Devia, kamu beneran istrinya pak Skala? "tanya Nia, teman satu kelas Devia.


" Iya, gak percaya kamu "ujar Devia.


" Bukannya gak percaya kok bisa bapak Skala yang tampan, tegas dan jenius jadiin kamu istrinya padahal kamu gak pintar oops hehe.... maaf bukan menghina tapi cuma pengen tau aja "ujar Nia.


" Kenapa hah!! Aku tau kok kamu sebenarnya lagi menghina aku. Karna kamu gak suka pak Skala suami aku kan!! "bentak Devia yang sudah tidak bisa mengontrol emosi . Lili yang baru datang langsung menahan tubuh Devia yang hendak memukul Nia.


" Eh Nia sana kamu pergi, ketahuan bapak Skala mampus kamu "ujar Rion . Nia mendelik kesal dan pergi dari hadapan Devia.


" Sudah sabar Devia kendalikan emosi kamu"ujar Lili mengusap punggung sahabatnya.


"Dia yang mulai duluan apa salah bila aku istrinya dosen pak Skala " ujar Devia dengan napas terengah-engah.


"Baru masuk kuliah sudah di buat emosi, kalau gak ada kamu sudah aku jambak tuh Nia " ujar Devia.


Maaf bila cerita yang ini gak jelas, lagi gak mood nulis tapi banyak yang minta lanjut ya aku lanjutin.

__ADS_1


__ADS_2