Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Maaf


__ADS_3

Skala mengenggam tangan Devia, dan berjalan menuju kelas istrinya. Semua pasang mata menatap fokus dua sepasang suami-istri tersebut. Tidak menjadi rahasia umum lagi bahwa Skala dan Devia sudah menikah. Skala juga tidak mau menutupi pernikahan mereka lagi.


"Pagi pak Skala " sapa siswi wanita tersebut membuat langkah Skala dan Devia terhenti.


"Pagi " sahut Skala.


"Pak saya boleh nanya? Bapak bisa gak jadi dosen pembimbing saya . Soalnya saya butuh bimbingan buat nyelesaiin skripsi saya pak " ujar Mela, gadis centil yang berpakaian sexy.


"Kenapa harus saya yang jadi dosen pembimbing kamu? " tanya Skala.


"Soalnya saya maunya bapak yang jadi dosen pembimbing saya, tadi saya sudah bilang sama ibu Shinta katanya tanya langsung sama pak Skala " ujar Mela. Devia memeluk Skala erat, pria itu menunduk menatap istrinya yang hanya tinggi sedadanya. Devia juga menatap Skala dan menggelengkan kepalanya, agar menolak jadi dosen pembimbing kakak seniornya itu. Mana rela dia membiarkan cabe-cabean ini berduaan dengan suaminya.


"Maaf Mela bukannya saya menolak tapi saya sudah menjadi dosen pembimbing Devia " ujar Skala. Mela terlihat lesu mendengar jawaban dosen favoritnya itu.


"Ya sudah pak, nggak pa-pa, saya permisi " ujar Mela pergi dari sana.


"Makanya jangan ganjen sama suami orang" ujar Devia, tapi dengan cepat Skala membekap mulut istrinya itu.

__ADS_1


"Nggak boleh ngomong gitu, dia juga cuma nanya aku bisa jadi dosen pembimbing dia atau enggak " ujar Skala.


"Tapi sama aja, padahal masih banyak dosen yang lain tapi malah milih kamu, kan aku kesel jadinya. " ujar Devia mengerucutkan bibirnya.


"Ayo aku antar ke kelas kamu " ujar Skala menarik tangan Devia.


Skala sampai di depan kelas istrinya, dia melepaskan genggaman tangannya pada Devia.


"Belajarnya yang benar jangan main-main, supaya cepat lulus " ujar Skala.


"Iya, aku masuk dulu ya " ujar Devia mencium tangan Skala dan masuk kedalam kelas.


Aryo menilai tugas para siswi tapi aktivitasnya terhenti ketika pintu ruangannya terbuka. Pria itu berdiri dari kursi setelah tau siapa yang masuk. Aryo sudah berkeringat dingin dia tau maksud Skala datang ke ruangannya.Skala menatap tajam pada pria tersebut.


"Apa maksud pak Aryo berbuat kasar pada istri saya, Devia memang terlambat masuk kelas saat mata pelajaran bapak . Tapi bukan berarti pak Aryo berhak berbuat kasar pada Devia " ujar Skala tegas.


"Anda itu dosen seharusnya bisa memberi contoh yang baik pada siswi yang lain bukannya memperlihatkan kelakuan buruk pak Aryo pada siswi lain, sampai berbuat kasar, Devia itu juga hamil, bagaimana bila terjadi sesuatu dengan kandungannya? Apa bapak bisa bertanggung jawab. Bukannya pak Aryo juga memiliki dua anak perempuan, coba bayangkan bila orang lain berbuat seperti itu dengan anak perempuan anda pasti bapak tidak terima,kan?Sebelum berbuat kasar dengan seorang perempuan ingat pada anak perempuan anda yang di rumah " ujar Skala yang berusaha tenang walau emosinya sudah mau meledak. Semarah apapun, dia harus tetap menghormati Aryo yang lebih tua darinya .

__ADS_1


"Tapi Devia tidak mau keluar dari kelas, jadi saya terpaksa menariknya " ujar Aryo yang menundukkan kepalanya ketakutan karna dia tau Skala anak pemilik kampus ini .


"Tapi tidak harus dengan kekerasan seperti itu. Anda bisa menyuruh dia keluar dengan tegas, atau bisa beritahu saya, biar saya yang menghukum Devia. Kalau seperti ini saya terpaksa memecat bapak " ujar Skala menggertak.Aryo yang mendengar itu langsung bersujud di depan Skala.


"Saya mohon jangan pecat saya, pak Skala. Kalau saya di pecat bagaimana saya bisa menghidupi dua anak perempuan saya. Tolong jangan pecat saya" mohon Aryo menyatunya kedua telapak tangannya. Skala menarik Aryo untuk berdiri.


"Jangan karna tidak mau di pecat anda merendahkan diri anda, dengan cara bersujud di depan saya. Tidak semua kesalahan akan di maafkan dengan cara merendahkan diri anda sendiri" ujar Skala.


"Tapi saya mohon jangan pecat saya. Hanya perkerjaan ini saja yang membiayai kehidupan saya dan dua anak saya " ujar Aryo yang terus menyatukan telapak tangannya di depan Skala.


"Baik saya tidak akan memecat anda, tapi sekali lagi anda berbuat kasar dengan Devia atau pada siswi yang lain pun saya akan memecat anda dan tidak menerima lagi permohonan anda. Jangan di biasakan mencampur adukkan masalah pribadi dengan perkerjaan. Harus bisa profesional dalam bekerja apalagi anda menjabat sebagai dosen menjadi contoh bagi siswi yang lain.Devia biar saya yang mengajarkan mata pelajaran anda, karna saya masih belum percaya dengan anda sepenuhnya . Dan gunakan kesempatan kedua ini untuk mengubah diri anda menjadi lebih baik lagi dan jangan ulangi kesalahan yang sama" ujar Skala tegas.


"Terimakasih pak Skala, saya tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi " ujar Aryo yang terlihat senang.


"Saya pegang janji anda " ujar Skala.


"Iya, saya janji. Dan saya minta maaf telah berbuat kasar dengan Devia " ujar Aryo.

__ADS_1


"Minta maafnya bukan dengan saya tapi pada Devianya langsung" ujar Skala. Dan di angguki oleh Aryo.


__ADS_2