Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Mie


__ADS_3

Devia terbangun dari tidurnya, dia menatap Skala yang sudah tertidur nyenyak. Gadis itu memegangi perutnya yang tiba-tiba terasa lapar. Dia melihat jam dinding menunjukkan 02:00 malam. Devia turun dari ranjang , dia keluar dari kamar menuju ke dapur. Bau masakkan menyeruakan dalam indra penciumannya.Mata Devia berbinar melihat semangkok mie kuah yang masih panas bahkan masih ada kepulan asap.


"Mie siapa ini? Tapi di sini gak ada orang, aku makan aja lah lagi lapar juga " ujar Devia duduk di kursi. Satu suap masuk kedalam mulutnya dan rasanya benar-benar enak.


Azka datang dari dapur membawa sepiring telur mata sapi, dia merasa ada yang kurang bila tidak memakan telur dengan mie.


"Ya salam! Mie aku kenapa di makan! " ujar Azka setengah berteriak .


Devia terhenti menyuap mie ke mulutnya karna mendengar pekikan Azka . Gadis itu hanya cengengesan.


"Aku gak tau kalau ini punya kamu. Aku soalnya laper banget " ujar Devia.


"Tapi itu punya aku kak Devia. Aaaa! Gak mau tau gantiin pokoknya" ujar Azka.


"Ya sudah mana mienya biar aku masakin " ujar Devia.


"Mienya udah habis itu aja tinggal satu bungkus.Aku mana laper banget lagi " ujar Azka memegangi perutnya yang keroncongan.


"Terus gimana? Gak mungkin ada mini market buka jam segini " ujar Devia. Sedikit demi sedikit Devia mundur selangkah dan.


"Kabur!!! " ujar Devia. Gadis itu lari ke kamar meminta bantuan Skala dari amukan adik ipar nya.


"Eh!!kenapa lari tanggung jawab ! " teriak Azka yang mengejar Devia ke kamar.


Devia mengunci kamar dan langsung memeluk Skala yang masih tertidur. Suara gedoran pintu yang cukup keras membuat pria itu terbangun dari tidurnya dan juga pergerakan di sebelahnya .

__ADS_1


"Kamu kenapa? " tanya Skala menatap Devia yang menyembunyikan kepalanya di ketek Skala.


"Azka ngamuk " ujar Devia kembali memeluk Skala.


"Ngamuk kenapa? " tanya lagi Skala.


"Aku makan mie dia tadi abisnya laper banget terus mana aku tau mienya ada yang punya " ujar Devia.


"Kamu masih laper? " tanya Skala lagi.


"Iya.Aku masih laper pengen makan lagi " jawab Devia.


"Ayo ikut ke dapur aku buatkan mie lagi untuk kamu " ujar Skala. Melepaskan pelukan Devia dan turun dari ranjang di ikuti oleh Devia dari belakang. Saat membuka pintu Azka sudah mengambil ancang-ancang dan matanya langsung melotot melihat Skala yang membuka pintu.


"Aku gak marahi dia kok bang. Cuma minta pertanggungjawaban " ujar Azka.


"Kamu bisa buat lagi mienya tanpa harus mengejar Devia dan menggedor-gedor pintu kamar " ujar Skala tegas.


"Masalahnya mie instannya udah habis " jawab Azka. Skala berbalik menatap Devia yang berada di belakang punggungnya.


"Kamu mau makan mie instan lagi , sayang ? " tanya Skala, Devia membalasnya dengan anggukan karna masih sangat lapar.


"Ya sudah, Azka kamu jaga Devia biar abang yang beli mie instan. Semoga saja ada mini market yang buka 24 jam " ujar Skala meraih kunci mobilnya dan keluar dari apartemen. Kalau bukan karna istrinya yang ingin mie mana mau Skala bela-belain untuk mencari mie instan di pagi-pagi buta seperti ini.


"Tuhkan kasihan bang Skala sampai cari mie instan buat kak Devia. Mana ada mini market buka jam segini" ujar Azka.

__ADS_1


"Eh Mujaidi aku bilangin ya, abang kamu itu terlalu bucin sama aku makanya mau nurutin apa yang aku mau " ujar Devia membanggakan diri.


"Cih ,dilihat dari bentukkan kakak gak ada yang menarik . Dada rata ,pantat tepos ,dan kurus " ejek Azka.


Plakk


Devia langsung menampar Azka dengan kencang karna tidak terima di katakan seperti itu. Azka meringis mendapat tamparan dari Devia merasakan kebas dan panas di pipinya.


"Rasain kamu Mujaidi, aku laporkan ke komnas HAM atas dasar pelecehan dan pemesuman. Berani banget memperhatikan bentuk tubuh aku" ujar Devia.


"Eh Markonah binti Jaidullah . Komnas HAM itu hak asasi manusia kenapa laporannya ke situ " ujar Azka.


"Iyakah, tapi itu bukannya Komnas untuk melindungi para perempuan" ujar Devia. Azka ingin sekali membenturkan kepalanya sendiri kakak iparnya itu polos atau oon sih? Masa kaya gitu aja gak tau, fixs abangnya tertukar saat menikahi pengantinnya.


Skala masuk ke dalam apartemen dengan membawa kantongan kresek berisi mie instan untung saja masih ada mini market yang buka 24 jam. Devia langsung memeluk Skala dengan senyuman menyeringai untuk mengadukan perbuatan adik iparnya.


"Mas, tadi pas kamu gak ada Azka bilang aku dadanya rata, pantat tepos dan kurus " adu Devia.


"Baru nyadar kamu " celetuk Skala. Devia langsung mendorong Skala dengan mata yang sudah berair.


"Kamu jahat " ujar Devia berlari masuk ke kamar. Sedangkan Azka berguling-guling di lantai menertawakan kakak iparnya , realita tak sesuai ekspetasi dari Devia.


"Hahah... aduh sakit perut aku hahaha...." ujar Azka memegangi perutnya dan menyeka air mata yang keluar dari matanya.


Skala belum selesai bicara tapi Devia sudah salah paham duluan. Dia menatap adiknya yang dari tadi tertawa tidak ada hentinya persis seperti orang gila . Sampai berguling-guling di lantai dan memukul-mukul lantai juga.

__ADS_1


__ADS_2