Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Modus


__ADS_3

Skala meletakkan sajadah ke tempatnya dan mendekati Devia yang tengah memakai skincarenya di depan cermin. Tangan besarnya melilit di perut istrinya, dia juga mengusap perut buncit Devia.


"Kamu pakai apa, sayang? " tanya Skala menatap Devia dari pantulan cermin.


"Pakai skincare, supaya kulit ke lihatan cerah, glowing ,terawat dan supaya gak jerawatan " jawab Devia yang masih memakai cream wajahnya.


"Ooh ya, harus banget pakai skincare? Tapi aku lebih suka kamu cantik alami tanpa menggunakan skincare , cream wajah apalah itu namanya " ujar Skala menggesekkan hidung di leher Devia.


"Dasar buaya! Kamu ngomong kaya gitu karna aku masih terlihat cantik , coba kalau aku jelek pasti kamu gak akan mau sama aku " ujar Devia meletakkan creamnya di meja rias. Gadis itu berbalik menatap Skala yang juga menatap dirinya dengan intens.


"Kenapa lihatin aku kaya gitu banget, kaya mau makan aku hidup-hidup " ujar Devia. Dia sudah tau kalau tatapan Skala seperti itu pasti mau minta jatah.


"Cinta itu anugrah dan cinta itu suci. Tidak semua laki-laki mencintai perempuan karna kecantikan wajahnya .Sebagian laki-laki lebih mementingkan kecantikan hati perempuannya . Karna kecantikan hati seorang perempuan akan membuat aura wajahnya terlihat cantik walau dia memiliki paras wajah biasa saja. Akhlak perempuan sangat penting bagi laki-laki yang paham akan agama, karna apa? Karna perempuan akan menjadi mandrasah pertama bagi anak-anaknya. Aku mencintai kamu bukan karna kecantikan wajah kamu tapi karna kebaikan hati kamu dan kamu juga mudah aku bimbing untuk menjadi lebih baik lagi walau terkadang ceroboh" ujar Skala.


"Kamu pahamkan, sayang" ujar Skala mengusap pipi Devia lembut.


"Iya, aku paham " jawab Devia.

__ADS_1


Skala tersenyum lembut. Pria tersebut menggesekkan hidung mereka. Devia menahan napasnya dengan posisi seperti ini. Jantung berdetaknya lebih cepat . Tangan besar Skala mengusap pipi Devia dan menciuminya. Gadis itu meremas ujung bajunya. Dia tau pasti sekarang Skala sedang menginginkannya.


"Ma-s" panggil Devia gugup dan hanya di balas deheman oleh Skala karna masih menciumi pipi chubby istrinya.Ciumannya merambat ke bibir tipis Devia , memberikan ciuman selembut mungkin agar Devia ikut hanyut dengan ciuman yang di berikan Skala.


Devia berpikir sekeras mungkin mencari cara menolak keinginan suaminya . Pasti akan butuh waktu lama melayani suaminya sedangkan dia harus mengerjakan tugas kuliahnya.


Devia mendorong Skala hingga pria itu menjauh dari tubuhnya.Skala mengkerutkan dahinya bingung.


"Kenapa? " tanya Skala.


"Aku mau ngerjain tugas, jadi gak bisa layanin mas" ujar Devia. Gadis itu berjalan ke meja belajarnya dan mengeluarkan laptopnya. Skala hanya menghembuskan napas kasar, kenapa dia harus memberikan tugas pada siswinya termasuk Devia? Skala menjatuhkan tubuhnya kasar ke kasur . Dia terus menatap Devia yang tengah fokus mengerjakan tugasnya.


"Apa" sahut Devia yang masih berselancar dengan laptopnya.


"Besok kita pindah ke komplek perumahan" ujar Skala.


"Kenapa pindah? " tanya Devia.

__ADS_1


"Kita tinggal di apartemen ini hanya sebentara karna rumah yang akan kita tinggali kemaren masih di renovasi tapi sekarang rumahnya sudah selesai di renovasi. Jadi kita besok sudah bisa pindah kesana " ujar Skala.


"Ooh gitu, aku nurut aja sama mas . Aku mau tinggal di mana aja asalkan sama mas Skala " ujar Devia berbalik menatap suaminya.


"Modus " celetuk Skala.


"Aku gak modus ya, memang itu kebenarannya " ujar Devia.


"Kamu sudah selesai belum ngerjain tugasnya? " tanya Skala.


"Belum " jawab Devia.


"Kenapa lama banget, bisa-bisa aku ketiduran nungguin kamu. Mana besok harus berangkat pagi ke kampus " gerutu Skala.


"Salahin kamu sendiri, ngasih tugas banyak banget sama aku. Kamu kalau mau tidur, tidur aja gak usah nungguin aku " ujar Devia.


"Tapi aku lagi mau itu " tunjuk Skala pada dada Devia sontak gadis itu langsung melemparkan pulpen pada Skala .

__ADS_1


"Dasar mesum!!! " teriak Devia.


Bersambung...


__ADS_2