Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Suami siaga


__ADS_3

Devia baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya gadis itu membuka lemari mencari baju yang akan dia pakai untuk pergi kuliah. Skala yang duduk bersandar di bahu ranjang bangkit dari ranjang ketika melihat Devia baru keluar dari kamar mandi.


"Devia, kamu yakin hari ini kuliah? Kondisi kamu kan lagi hamil kalau kenapa-napa gimana ? " tanya Skala, sebenarnya dia ragu mengizinkan Devia kuliah apalagi kondisi istrinya yang tengah hamil muda.


"Iya aku mau tetap kuliah .Kondisi aku juga baik-baik aja walau masih Kadang-kadang mual" ujar Devia sambil memasang baju dan celananya.


Skala menarik pinggang Devia merapat ke tubuhnya dia mencium dan mengendus leher istrinya.Devia hanya diam dengan kelakuan Skala tanpa ada penolakan.


"Nanti pas jam istirahat kamu ke ruangan aku ya, kamu jangan terlalu banyak beraktivitas" ujar Skala menyingkirkan rambut Devia yang terurai menutupi wajahnya.


"Iya nanti ke ruangan kamu " ujar Devia memeluk suaminya, dia mencium aroma tubuh Skala dalam-dalam bau maskulin yang akhir-akhir ini membuat dia candu.


*****


Devia dan Skala keluar dari kamar dengan bergandengan tangan lebih tepatnya pria tersebut yang menggandeng tangan istrinya. Azka yang baru keluar dari kamar juga berpapasan dengan mereka berdua. Pria ber umur -20 tahunan tersebut membawa tas ransel yang di sangkutkan di pundaknya.

__ADS_1


"Kamu mau kemana? " tanya Devia.


"Mau pergi dari sini aku capek jadi babu kamu " ujar Azka. Karna semenjak Devia memakan nasi gorengnya tersebut, kakak iparnya jadi ketagihan minta di buatkan nasi goreng setiap hari.


"Yahh kok kamu pergi sih dari sini ? Gak ada lagi yang nemenin aku nonton horor, buatin nasi goreng ,yang bisa di suruh -suruh , terus yang diajak berantem" ujar Devia memasang wajah lesunya, dia mendongak menatap Skala agar tidak membiarkan Azka untuk pergi. Skala yang paham maksud istrinya itu menatap pada adiknya tersebut.


"Azka kamu tetap tinggal disini kasian Devia kesepian, abang juga biasanya malam baru pulang karna mengurus perusahaan" ujar Skala. Sakha menyuruh Skala untuk berhenti menjadi dosen dan fokus ke perusahaan .Tapi dia tidak mungkin berhenti menjadi dosen otomatis Skala tidak bisa mengawasi Devia lagi , apalagi istrinya tengah hamil. Jadi Skala setelah selesai mengajar di kampus langsung pergi lagi ke perusahaan.


"Tapi kakak Devia suka nyuruh -nyuruh aku terus " ujar Azka.


"Iya-iya aku mau " ujar Azka pasrah. Devia tersenyum senang karna Azka tak jadi pergi. Skala tersenyum melihat istrinya senang, apapun untuk Devia pasti dia akan kabulkan .


Azka kembali masuk ke kamar meletakkan ranselnya kembali dengan berjalan lesu , padahal dia sudah membeli apartemen tapi di suruh tetap tinggal di sini lagi.


********

__ADS_1


Skala membukakan pintu mobil untuk Devia ,seperti biasa gadis itu minta di turunkan di gerbang kampus .Sebenarnya sudah beberapa kali Skala menolak untuk tidak menurunkan Devia digerbang tapi istrinya itu sangat keras kepala tidak menuruti perkataannya dengan alasan takut ketahuan orang-orang kampus bila memiliki hubungan khusus.


Mungkin saat pembagian gen Devia lebih banyak mendapat gen Dinda . Sehingga keras kepalanya itu menurun dari mamanya,Dinda.


"Hati-hati jalannya takutnya kepeleset " ujar Skala.


"Mas kenapa gak masuk mobil? " tanya Devia.


"Tunggu kamu masuk ke kampus dulu baru aku masuk mobil " ujar Skala. Devia berjalan ke kampusnya dia berbalik kebelakang menatap Skala yang masih setia berdiri memperhatikan dirinya , pria itu tersenyum kearah Devia walau jarak mereka sudah jauh tapi tetap gadis itu bisa melihat suaminya yang tersenyum .


Setelah memastikan istrinya sudah masuk ke dalam kampus. Skala membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam. Dia mulai mengendarai mobil tersebut ke parkiran kampus.


Bersambung.....


***Maaf bila cerita yang ini kurang menarik karna lagi gak mood nulis.

__ADS_1


UNTUK VISUAL SKALA BAKAL AKU GANTI SAMA PRIA TURKI ATAU KOREA😁😁😁***


__ADS_2