Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Kemurkaan Skala


__ADS_3

Devia berjalan cepat ke ruangan suaminya tidak ada lagi tempat dia mengadu kecuali pada Skala . Tidak ada satu pun orang yang mau membela dirinya , dia tidak di beri kesempatan untuk menjelaskan pria yang ada di video tersebut.


Brakk


Devia membuka pintu dengan kasar dan langsung berlari ke arah Skala yang duduk di kursinya.Pria itu juga tersentak kaget ketika Devia membuka pintu dengan keras.Gadis itu duduk di pangkuan suaminya dia menenggelamkan wajahnya di pelukan Skala dengan air mata yang terus keluar deras.


"Sayang, kamu kenapa? " tanya Skala yang hendak melepaskan pelukannya namun Devia makin mengerat pelukannya pada Skala. Pria itu bisa merasakan air mata Devia yang membasahi baju kemejanya.Skala mengusap punggung Devia lembut dia biarkan dulu istrinya itu menangis setelah itu baru menanyakan penyebabnya Devia seperti ini.Sekitar sepuluh menit dengan posisi duduk di pangkuan Skala dan memeluk tubuh suaminya, Devia melepaskan pelukannya walau masih menangis sesegukan.


"Minum dulu " ujar Skala memberikan segelas air putih pada istrinya. Devia meminum air putih yang di berikan Skala sampai setengah gelas dia meminum.


"Kamu kenapa hmm? Kenapa nangis kaya gini, coba cerita sama aku " tanya Skala dengan selembut mungkin karna dia sangat tau wanita yang sedang hamil apalagi hamil muda sangat sensitif. Dia tau hal itu dari Google tentang masalah, gejala dan efek dari kehamilan .


Devia mengeluarkan ponselnya dari tas dan memutar video tadi. Skala menonton itu hanya memasang wajah biasa saja.


"Kenapa dengan video itu? Ada yang salah kita berciuman seperti itu " ujar Skala yang belum paham. Video yang di sebarkan Lesy adalah Video saat Devia dan Skala tengah berciuman di ruangan ini, entah bagaimana Lesy bisa mendapatkan itu.


"Kamu gak tau maksud aku? Lesy nyebarin video ini ke semua mahasiswa kampus. Dan mereka menuduh aku berbuat yang tidak -tidak sama kamu, mas. Aku di hina wanita murahan dan wanita penggoda hiks..... aku malu semua orang berfikiran buruk sama aku " ujar Devia.


Skala memejamkan matanya meredamkan amarah dia benar-benar tidak terima istrinya di rendahkan seperti itu . Mata Skala memerah antara marah dan kasian ketika sadar sudut bibir istrinya berdarah dan pipi yang memerah seperti habis di tampar.


"Pipi kamu, bibir kamu kenapa berdarah? " tanya Skala dengan wajah yang memerah karna emosi.


"Tadi di tampar Lesy, aku juga di dorong hampir jatuh " jawab Devia.


Brakk

__ADS_1


Skala mengebrak meja sangat kuat meluapkan emosinya, dia tidak terima istrinya di tampar bahkan mendorong Devia yang tengah mengandung, andai istrinya ke guguran akibat dorongan Lesy dia bersumpah akan membunuh wanita itu. Devia menutup matanya karna ketakutan melihat wajah suaminya yang menurutnya sangat menyeramkan saat marah.


"Berdiri Devia" titah Skala. Devia menurut dia bangkit dari pangkuan suaminya.


Skala bangkit dari tempat duduknya dan menarik pergelangan tangan Devia. Pria itu berjalan menuju pintu keluar dan berjalan di Koridor kampus dengan menggandeng tangan istrinya. Devia mendongak menatap Skala yang terlihat dari wajahnya yang marah.Gadis itu memilih diam tanpa ingin bertanya akan di bawa kemana dirinya.


Brakk


Skala membuka kasar kelas Lesy semua orang yang ada di dalam kaget ketika dosennya membuka pintu dengan keras. Jangan salahkan Skala yang tidak bisa bersikap sopan sebagai dosen tapi emosi dan amarahnya lah yang lebih mendominasi dirinya .


"DIMANA LESY!! " teriak Skala dengan suara yang menggelegar. Semua orang menatap takut pada Skala yang tidak biasanya seperti ini, segalak apapun dosennya itu tidak sampai membuka pintu secara kasar atau berteriak seperti ini.Devia memeluk lengan suaminya erat .


"Sudah mas kita balik ke ruangan kamu lagi, aku juga tidak pa-pa" ujar Devia. Dia tidak ingin ada keributan dan membuat citra suaminya sebagai dosen buruk.


"JAWAB PERTANYAAN SAYA DI MANA LESY!! " teriak lagi Skala.


"Lesy ada di kantin pak " jawab salah satu pria yang berada di dalam kelas tersebut.


Skala langsung menarik tangan istrinya namun dengan langkah pelan karna tahu kondisi Devia yang sedang hamil.


Brakk


Skala menggebrak meja tempat Lesy berkumpul di kantin dengan teman-temannya. Seketika wajah Lesy memucat melihat siapa yang mengebrak mejanya.


"Aahh, sakit pak lepaskan " ringis Lesy saat Skala mencengkram lehernya.

__ADS_1


"Mas udah lepasin Lesy " ujar Devia pada Skala.


"APA MAKSUD KAMU MENYEBARKAN VIDEO SAYA DENGAN DEVIA SAAT BERCIUMAN HAH? JAWAB!! " teriak Skala di depan Lesy.


Semua orang-orang yang berada di kantin berkumpul menonton Skala melakukan hal yang tak pernah dosennya lakukan.


"Saya cuma memperlihatkan pada semua orang bahwa Devia bukan wanita baik-baik dia wanita murahan yang dengan mudahnya berbuat seperti itu dengan bapak , berbuat mesum " ujar Lesy tersenyum miring walau Skala masih mencengkram lehernya seakan perkataannya itu benar . Skala melepaskan cengkeraman di leher Lesy kasar. Pria itu menarik tangan Devia dan menatap semua orang.


"KALIAN TAU SIAPA DEVIA HAH!! DEVIA ALISYA ADALAH ISTRI SAYA YANG BEBERAPA BULAN LALU SAYA NIKAHI DAN LIHAT CINCIN YANG KAMI PAKAI SAMA PERSIS!!! ujar Skala memperlihatkan jari manis dirinya dan Devia yang tersemat cincin yang sama persis.Semua orang yang ada di sana kaget mendengar pernyataan Skala. Mereka tak menyangka dosennya itu menikahi mahasiswanya. Lesy juga sama kagetnya dia juga tidak menyangka.


" VIDEO YANG KALIAN LIHAT SAAT SAYA BERCUMBU DENGAN DEVIA MEMANG BENAR. TAPI KITA BERDUA SUDAH SAH MENJADI SUAMI ISTRI JADI TIDAK ADA SALAHNYA KAMI BERDUA MELAKUKAN ITU. DAN HAPUS VIDEO ITU, DAN SAYA PERINGKAT KAN PADA KALIAN SEMUA JANGAN ADA LAGI YANG MERENDAHKAN ISTRI SAYA ATAU MENYAKITI NYA . BILA KALIAN MELAKUKAN ITU LAGI KALIAN AKAN BERURUSAN DENGAN SAYA "ujar Skala tegas sambil menunjuk Devia.


Skala beralih menatap Lesy yang ketakutan .


" Lesy saya pastikan masalah ini akan saya bawa ke jalur hukum atas penganiayaan dan pencemaran nama baik "ujar Skala. Lesy yang mendengar itu langsung memegangi kaki Skala memohon agar tidak di bawa ke jalur hukum masalah ini.


" Pak saya mohon jangan laporkan saya ke kantor polisi saya mohon pak Skala "ujar Lesy bersujud di kaki Skala. Devia meremas tangan suaminya membuat Skala menoleh ke arah Devia di sebelahnya .


" Mas jangan laporkan dia ke polisi kasihan dia"ujar Devia.


"Dia harus tetap di laporkan ke polisi untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya " ujar Skala mencium kening istrinya. Devia memejamkan matanya merasakan benda kenyal dan lembab itu menyentuh keningnya.


Skala menarik Devia untuk pergi dari tempat itu tanpa memperdulikan teriakan Lesy yang meminta agar tidak di laporkan ke kantor polisi. Lesy terduduk di lantai sekarang semua mahasiswa di sana berbalik menghujat dan menghinanya.


Setiap perbuatan buruk yang kamu lakukan pasti akan ada balasannya ~Skala ~

__ADS_1


__ADS_2