
Fira memasukkan perlengkapan baju El ,susu dan juga pampers kedalam tas kecil. Wanita itu menatap kearah putranya yang berbaring di kasur.
El, bayi itu menatap kearah Fira sambil mengemuti jarinya, kakinya menendang-nendang ke udara. Sesekali bayi itu tertawa ketika Fira menggesekkan hidungnya di pipi gembul El yang seperti bakpao menurut Fira .
"Kenapa hah,mau minum susu ya, El haus, sayang " ujar Fira meletakkan tas kecil tadi di atas kasur. Mereka berdua tinggal di kontrakan yang cukup kecil, dan juga pengap. Fira hanya bisa mengipasi putranya bila kegerahan. Terkadang El juga rewel ketika badannya terasa lengket karna keringat.
"Kamu bunda titipin sama ibu Mita ya. Soalnya bunda mau kerja dulu supaya bisa belikan El susu sama mainan" ujar Fira tersenyum menatap putranya. Semenjak kehadiran El dia tidak merasa kesepian,dia menganggap kehadiran El adalah anugerah dari Tuhan walau putranya hadir karna kesalahan. Fira menggendong bayinya dan berjalan ke pintu keluar dengan menenteng tas perlengkapan El, yang akan dia titipkan pada ibu Mita tetangga sebelah kontrakannya.
Tokk tokk
Suara ketukan pintu membuat ibu Mita menghentikan aktivitas menyapu. Dia berjalan ke pintu keluar dan membuka pintu tersebut.
"Eh, ada Fira" ujar ibu Mita.
"Maaf bu Mita saya mau nitip El lagi sama ibu " ujar Fira.
"Aduh, gak pa-pa Fira ibu juga senang jagain El jadi ada temannya. Sini El nya " ujar bu Mita. Fira mencium terlebih dahulu pipi El dan memberikannya pada ibu Mita. Bayi itu mencengram baju Fira karna dia seakan tau akan di tinggal bundanya.
Ueeeekkkkkk
Tangisan El pecah ketika dalam gendong ibu Mita,wajahnya memerah dengan air mata yang membasahi pipinya gembulnya . bayi itu merentangkan tangannya minta untuk di gendong lagi oleh Fira.
"Bunda kerja dulu ya, nanti bunda jemput lagi kalau sudah selesai kerjanya" ujar Fira mengusap kepala botak El yang hanya memiliki sedikit rambut.
"Mana perlengkapan El, Fira" ujar ibu Mita. Fira memberikan tas kecil berisi perlengkapan anaknya.
__ADS_1
"Maaf ya bu Mita jadi repotin karna jagain El " ujar Fira.
"Sudah Fira jangan gak enakan gitu, ibu senang jagain El . Anak kamu sudah ibu anggap kaya cucu ibu sendiri" ujar ibu Mita.
"Makasih ya bu, kalau gak ada ibu mungkin saya gak bisa kerja karna gak ada yang jagain El" ujar Fira.
"Iya Sama-sama Fira, sekarang kamu berangkat kerja nanti terlambat " ujar ibu Mita.
"Kalau begitu saya berangkat kerja dulu, assalamu'alaikum" ujar Fira berjalan meniggalkan El yang menangis kencang. Sebenarnya dia tidak tega meniggalkan putranya tapi untuk menyambung hidup dan untuk membeli susu dan pempers anaknya dia harus banting tulang dari pagi sampai sore.
Fira berjalan melewati sekumpulan ibu-ibu yang menatapnya dirinya sinis dan juga jijik.
"Sudah lahiran kamu Fira, perut kamu sudah kempes aja. Tapi sayang ya ayahnya gak ada, atau jangan-jangan yang kamu lahiran anak hasil jual diri kamu " ujar Erna tertawa puas dengan ibu-ibu yang lain.
"Atau anak dari kekasihnya tapi dia gak mau tanggung jawab . Kalau aku sih sudah di gugurin aja itu bayi dari pada buat malu" sahut Ani.Fira terdiam dengan tangan terkepal kuat mendengar hinaan yang pengarah padanya.
"Sok banget pakai baju seragam pegawai cafe padahal mah, mau jual diri " celetuk Erna. Air mata Fira tidak bisa di bendung lagi , dia menghapus air matanya kasar.
"DIAM KALIAN SEMUA!!! JANGAN MERENDAHKAN SAYA DENGAN SEBUTAN WANITA MURAHAN. KALIAN TIDAK TAU TENTANG KEHIDUPAN SAYA, SUDAH SAYA KATAKAN SUAMI SAYA SEDANG BEKERJA DI LUAR KOTA !! " teriak Fira dengan mata yang memerah.
Plakkk
Erna langsung menampar Fira dengan keras membuat wajah wanita itu terhempas kesamping.Fira memegangi pipinya yang terasa kebas dan panas yang menjalar di wajahnya.
"Berani kamu membentak kami, kamu itu pembohong , kamu sebenarnya tidak punya suami . Kalau pun ada mana, mana hah!!! Kamu jadi bencana tinggal di tempat kami, kamu itu wanita murahan, sangat menjijikkan dan hina " ujar Erna mendorong kasar Fira yang hampir terjatuh tapi seseorang menahan tubuhnya.
"Buk jangan dorong-dorong kaya gitu, kasar banget jadi emak-emak " ujar Azka yang tak sengaja lewat di jalan ini dan melihat perkumpulan ibu-ibu yang menggeromboli seorang wanita.
__ADS_1
"Kamu jangan ikut campur ya, mas. Atau kamu pelanggannya " ujar Esy menunjuk Fira. Azka mengangkat satu alisnya, dia tidak mengerti maksud dari ibu tersebut.
"Pelanggan, mbak jualan? " tanya Azka pada Fira. Wanita itu langsung pergi meniggalkan Azka tanpa menjawab pertanyaan pria asing yang menolongnya .
"Bukannya berterima kasih, malah pergi " ujar Azka menatap Fira yang menjauh dari pandangan matanya.
"Eh mas, kamu pasti pelanggannya , kan. Mau begituankan sama Fira " ujar Ani yang menggerakkan tangannya seperti orang ciuman,dan masih memaksa Azka untuk mengaku.
"Astaghfirullah hal Adzim, jangan suudzon sama orang. Saya kasih tau ya, menuduh orang tanpa bukti sama aja dosa bu. Jangan di biasakan langsung mengambil kesimpulan tentang orang lain tanpa tau yang sebenarnya" ujar Azka memasang helmnya dan menaiki motor sportnya.
Azka memarkirkan motornya di depan kontrakan dan melepaskan helmnya. Pria itu merapikan rambutnya dan turun dari motor .
"Assalamu'alaikum" teriak Azka di depan pintu coklat tersebut.
"Waalaikumsalam" jawab ibu Mita sembari membuka Pintu.
"Eh, ada Azka mau cari Madi, ya? " tebak ibu Mita.
"Iya bu, Madinya ada? " tanya Azka.
"Madinya sudah berangkat ke kampus pagi-pagi tadi " jawab ibu Mita.Mata Azka fokus pada bayi yang di gendong ibu Mita yang mengemuti jarinya.Dia langsung teringat dengan kakak iparnya saat melihat wajah bayi tersebut. Wajahnya persis seperti Devia tapi versi laki-laki.
"Azka kenapa ngelamun " ujar ibu Mita menepuk bahu pria tersebut. Azka langsung sadar dari pemikirannya.
"Gak buk, saya mau pergi dulu. Assalamu'alaikum" ujar Azka menatap El yang tersenyum kearahnya. Bahkan senyuman tersebut mirip dengan Devia. Pria tersebut langsung menjalankan motor sport.
"Ayo kita main lagi " ujar ibu Mita pada El. Wanita paruh baya itu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
**Ok, aku akan mengabulkan permintaan kalian membuatkan cerita Fira. Dari awal Fira bisa hamil anak kembaran Devia dan siapa pelaku yang tersangkut paut dengan ke hamilan Fira dan orang itu yang paling dekat dengan Mama Dinda. Tapi buat ceritanya setelah tamatin cerita ini ya.
Terimakasih 💞💗**