Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Ke supermarket


__ADS_3

Elang tak henti-hentinya berceloteh di dalam mobil . Dia sangat senang karna akan pergi ke super market tentu bersama ayah dan bundanya.


"Bunda, nanti Elang mau belikan Dea jajanan snack, boleh gak? " tanya Elang berdiri sambil memeluk leher Fira dari belakang .


"Boleh, apapun yang Elang mau pasti bunda turutin " ujar Fira tersenyum pada putranya yang terlihat senang.


"Makasih bunda, ayah nanti aku mau beli boneka barbie buat Dea , boleh? " tanya Elang pada Dafa yang tengah fokus menyetir mobil.


"Tentu boleh, nak " jawab Dafa menoleh menatap Elang ,mengusap kepala putranya dan kembali fokus mengendarai mobilnya.


"Makasih ayah, bunda " ujar Elang menghadiahkan ciuman pada Fira dan Dafa di pipi mereka secara bergantian. Pasangan suami-istri itu tertawa Bersamaan dengan sikap putranya.


Dafa mengenggam tangan Fira membuat wanita itu menoleh menatap suaminya dengan tatapan sendu.


"Terima kasih atas kebahagiaan ini " ujar Dafa mendekatkan wajahnya pada wajah Fira. Pria itu semakin memajukan wajahnya hingga mengikis jarak di antara mereka berdua. Fira menahan napasnya dengan jantung yang berdegup kencang saat Dafa makin mendekatkan wajahnya. Dia bisa mencium hembusan aroma napas suaminya yang beraroma mint.


"Ayah sama bunda ngapain? " tanya Elang memiringkan wajahnya menatap bingung pada kedua orang tuanya itu. Fira langsung mendorong dada bidang suaminya agar menjauh darinya dengan pipi yang memerah menahan malu dan juga salah tingkah.

__ADS_1


Sama halnya dengan Dafa yang menatap kearah lain sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia lupa bila di mobil ini bukan hanya ada dia dan Fira tapi juga ada Elang, anaknya.


"Gak ngapa-ngapain cuma tadi ada debu di rambut bunda, makanya ayah mau tiup supaya debunya hilang" ujar Dafa beralasan. Elang manggut-manggut paham dengan ucapan ayahnya.Anak itu kembali ke tempat duduknya dan memainkan robot-robotannya.


Suara ketukan di kaca jendela mobil membuat Fira dan Dafa menatap ke arah jendela mobil di dekat Dafa. Pria itu membuka kaca mobil dan menatap pada laki-laki yang memakai helm dengan sepeda motor vespa nya.


"Ada apa, pak? " tanya Dafa.


"Mas, cepat jalanin mobilnya di belakang pengendara lain sudah lama mengantri, nungguin mobil mas,gak jalan-jalan dari tadi . Lagian sudah lampu hijau " tegur pengendara vespa tersebut , setelah mengucapkan itu dia pergi mengendarai motor vespa nya. Dafa menatap lampu yang sudah berubah hijau, dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.


"Kamu kenapa jadi gak fokus, gitu " ujar Fira.


"Perasaan aku tidak mengganggu kamu, saat menyetir " ujar Fira.Dafa memberhentikan mobilnya saat lampu merah. Pria itu melirik Elang yang tengah asyik memainkan robot-robotannya dan dia beralih menatap Fira yang tengah menunggu jawabannya.


"Kamu sudah membuat aku ingin selalu menyentuh kamu . Kalau nikah senikmat ini sudah dari dulu aku menikahi kamu dan akan aku kurung kamu di kamar seharian hingga aku puas " ujar Dafa dengan suara serak dan napas yang memburu. Fira menatap Dafa yang juga menatap dirinya seperti akan memakannya hidup-hidup .Dia juga merasa merinding mendengar suara serak suaminya.


******

__ADS_1


Dafa membukakan pintu mobil belakang dan menggendong Elang yang memeluk lehernya. Tangan sebelah pria itu juga menggandeng tangan Fira dengan erat seakan takut terpisah. Mereka bertiga masuk ke dalam super market. Dafa mengambil troli belanjaan dan mendudukkan Elang di dalam troli yang terdapat tempat duduk khusus balita atau untuk anak kecil.


Fira mengambil makanan ringan, coklat dan snack-snack yang lainnya untuk stok di rumah . Wanita itu juga mengambil makanan ringan kesukaan Elang di rak khusus tempat makanan ringan dan snack-snack lainnya. Fira meletakkan belanjaan tersebut di troli. Dia menatap Dafa tengah bermain gunting batu kertas dengan Elang sembari menunggu dirinya berbelanja memilah-milah belanjaan yang akan di beli.Fira tersenyum melihat suami dan anaknya tertawa lepas. Sudah lama dia tidak melihat Elang tertawa selepas itu saat Dafa tidak ada disisi anaknya. Senyuman terbit di bibir manis Fira yang sangat bahagia bisa melihat orang-orang yang dia sayangi dan dia cintai berada di sampingnya dan bisa melihat mereka tertawa senang seperti itu.


"Ayah aku mau es krim " ujar Elang menunjuk tempat khusus es krim yang tak jauh dari tempat mereka berdiri .


"Kamu boleh makan es krim tapi bolehnya cuma satu ya karna kalau lebih dari itu ayah melarang nanti kamu batuk " ujar Dafa.


"Siap komandan" ujar Elang hormat pada Dafa membuat pria itu tertawa melihat tingkah putranya yang menurutnya lucu .


Dafa mendorong troli belanjaan ke tempat es krim tersebut hingga dia tidak sadar bila Fira tidak ada di sebelahnya . Wanita itu tengah sibuk mencari sesuatu yang akan dia beli. Fira menatap rak belanjaan hingga dia tidak sengaja menabrak seseorang yang tengah memilih-milih belanjaan.


Brakk


Meisya hampir jatuh, dia langsung menatap orang yang telah menabraknya.Gadis itu berdecih kesal dan menatap orang yang menabraknya dengan tatapan tidak suka pada Fira. Sedangkan Fira terlihat kaget dari ekspresi wajahnya setelah tau siapa orang yang dia tabrak.


"Kamu sengaja nabrak aku!! " ketus Meisya mendorong bahu Fira kasar. Wanita itu mundur beberapa langkah akibat dorongan Meisya.

__ADS_1


"Aku tidak sengaja, maaf" ujar Fira hendak beranjak pergi meninggalkan Meisya. Dia tidak ingin terlalu lama bersama Meisya bisa saja gadis itu mencari ribut dengannya. Meisya yang melihat Fira akan pergi langsung menarik syal yang menutupi leher wanita tersebut. Fira terperanjat kaget dan tubuhnya langsung berbalik menghadap Meisya yang sengaja menarik syal nya.


Mata Meisya terbelalak melihat bercak merah yang bukan hanya satu di leher Fira tapi banyak. Dia tau itu adalah kissmark berarti Dafa dan Fira sudah melakukan itu. Dia fikir Dafa menikahi Fira hanya sekedar tanggung jawab saja. Tapi jujur hatinya semakin sakit melihat wajah Fira apalagi tanda kemerahan itu membuat dia cemburu dan juga marah.


__ADS_2