
Skala keluar dari ruangan kelas di ikuti Devia dari belakang . Gadis itu menggandeng tangan suaminya dengan wajah cemberut.
"Kenapa aku nggak di gandeng tangannya, kamu masih marah ya, sama aku " ujar Devia mendongak menatap Skala.
"Bukannya marah tapi kesal karna kamu lebih banyak bercandanya daripada memperhatikan pelajaran yang aku ajarkan " ujar Skala. Devia langsung menghalang jalan Skala membuat pria itu terhenti melangkah.
"Kenapa hmm? " tanya Skala.
"Jangan marah, nanti nggak bercanda lagi kalau belajarnya" ujar Devia. Skala menatap istrinya yang tersenyum kepadanya.
"Baik, aku maafkan tapi kamu harus tidak serius belajarnya. Nanti aku suruh pak Aryo yang ngajarin kamu privat " ujar Skala bercanda. Devia menggelengkan kepalanya cepat , dia tidak mau belajar dengan dosen tukang marah itu .
"Aku nggak mau, dia suka marah-marah. Aku maunya sama kamu aja " ujar Devia memeluk Skala.
"Tapi yang serius belajarnya jangan bercanda lagi, ingat kalau di kampus dan sedang mengajar aku itu dosen kamu , di rumah baru suami kamu" ujar Skala mensejajarkan tinggi badannya dengan tinggi badan istrinya.
__ADS_1
"Kamu lapar ? " tanya Skala.Pria itu mengusap perut buncit Devia dan beralih menatap istrinya.
"Iya, aku lapar tapi lagi pengen makannya di luar, nggak mau di kantin . Mungkin dede bayinya bosen makan mie ayam terus " ujar Devia mengusap perut buncitnya.
"Memangnya dede bayinya mau makan apa? " tanya Skala sambil mengusap perut Devia.
"Mau makan tahu sumedang, papa " jawab Devia dengan nada suara anak kecil.Skala dan Devia tertawa bersamaan setelah itu.
"Aku antar ke ruangan aku dulu, baru beliinkan kamu tahu sumedang " ujar Skala.
"Tapi aku mau ikut " ujar Devia.
"Tapi aku duduk di mobil aja kok, please mau ikut " ujar Devia dengan wajah yang memelas. Skala hanya bisa memhela napas pelan, kalau sudah melihat wajah istrinya seperti itu mana mungkin dia bisa menolak .
"Iya, boleh" ujar Skala.
__ADS_1
"Terima kasih pak dosen " ujar Devia.
"Iya, murid ku tersayang" sahut Skala mencubit pipi Devia yang semakin tembem.
Skala merangkul pinggang istrinya dan berjalan menuju parkiran mobil.
******
Skala menyetir mobil sambil melihat kanan -kiri di pinggir jalan mencari penjual tahu sumedang . Seingat dia di tempat ini ada yang jual tahu sumedang. Pria itu menatap kesebelah , Devia tertidur dengan posisi kepala yang bersandar di jendela mobil. Skala menepikan mobilnya dan memberhentikan mobil tersebut.
"MasyaAllah, istriku ngantuk banget kayanya sampai nyenyak kaya gitu tidurnya" ujar Skala membenarkan posisi istrinya dan mengubah jok mobil menjadi posisi rebahan agar Devia tidak sakit pinggangnya. Gadis mengeliat dan mengubah posisi tidurnya menyamping. Skala mencium pipi Devia dengan gemas, semakin hari istrinya ini makin berisi dari pipinya yang tembem, dan jari-jarinya yang makin mengemuk. Dia lebih suka Devia yang seperti ini, lebih enak saat di peluk.
Skala menjalankan mobilnya kembali , mencari tahu sumedang ke inginan istrinya tersebut. Sekitar 15 menitan pria tersebut menemukan penjual tahu sumedang. Skala memberhentikan mobil, dan mengambil dompetnya di laci mobil. Pria itu turun dari mobil untuk membelikan tahu sumedang untuk Devia.
Sekitar beberapa menit Skala masuk kedalam mobil dengan membawa kantong plastik berisi dua kotak tahu sumedang, sengaja beli dua karna biasanya ibu hamil makannya banyak. Pria tersebut mengendarai mobilnya, dia memilih pulang kerumah mengatar Devia, setelah itu baru kembali ke kampus. Nanti Azka yang dia suruh untuk menjaga Devia, dia agak khawatir bila meninggalkan istrinya sendirian di rumah, walau dia tau Devia dan Azka tak pernah akur, tapi Skala bisa melihat bahwa sebenarnya mereka saling menyayangi walau sering berkelahi.
__ADS_1
Bersambung....
Kalau ceritanya jelek, maaf ya 🙏