Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Irfan


__ADS_3

Irfan mendongak menatap langit , hujan mulai mereda hanya rintik-rintik hujan. Dia menoleh kearah Fira yang duduk di bangku halte dengan memeluk El yang tertidur nyenyak dengan dodot di mulutnya.


Pria itu duduk di dekat Fira namun tetap menjaga jarak. Dia memperhatikan El yang tertidur dalam dekapan Fira. Dia jadi teringat dengan putrinya yang seumuran dengan El di rumah.


"Hujan sudah reda, apa kamu mau ikut ke rumah saya dulu ? Saya tidak mungkin meninggalkan kamu berdua di halte ini. Nanti kamu saya antar pulang, tapi saya mau ganti baju dulu. Rumah saya tidak jauh dari sini " ujar Irfan . Fira memperhatikan baju Irfan yang basah , dia menatap ke arah sepeda motor yang terparkir depan halte.


"Dokter pakai motor? " tanya Fira.Irfan hanya menganggukkan kepalanya.


"Jadi kamu mau ikut saya? Saya tidak akan berbuat macam-macan dengan kamu " ujar Irfan. Pria itu mengambil helm dan memberikan pada Fira. Gadis itu hanya menatap helm yang di sodorkan oleh Irfan.


"Ambil helmnya jangan melamun " tegur Irfan. Fira segera mengambil helm tersebut, tapi dia bingung harus bagaimana memasang helm tersebut sedangkan dia menggendong El . Irfan yang sudah memakai jaket dan helmnya menatap kearah Fira, dia lupa kalau gadis ini menggendong anaknya mana bisa memasang helm.


"Sini biar saya bantu pasang" ujar Irfan mengambil helm dari tangan Fira. Pria itu memasang helm di kepala gadis tersebut, matanya tak sengaja bertemu dengan mata Fira. Pandangan mata mereka terkunci beberapa detik. Irfan langsung memutuskan kontak mata mereka berdua.


"Astaghfirullahalazim " ucap Irfan pelan namun masih bisa di dengar Fira yang menundukkan kepalanya.Pria itu langsung menaiki sepeda motor dan Fira duduk di belakang jok motor.


"Sudah naik ? " tanya Irfan.


"Sudah " jawab Fira.


"Kamu pegangin anak kamu dengan erat, takutnya jatuh " ujar Irfan yang mulai menjalan sepeda motornya.


"Suami kamu mana? Kenapa sampai membiarkan kamu keluar malam-malam begini,apalagi kamu membawa anak kamu yang masih kecil ? " tanya Irfan , yang tetapi fokus mengendara.


"Suami saya lagi kerja di luar kota" jawab Fira bohong.

__ADS_1


"Berarti dari kamu melahirkan anak kamu sampai sekarang belum pulang, suami kamu itu? " tanya Irfan yang mulai penasaran..


"Iya " jawab Fira.


"Suami macam apa itu, membiarkan istri berjuang melahirkan sendiri tanpa mau mendampingi. Sepertnya dia gila kerja sampai tidak pulang-pulang " ujar Irfan .


"Dokter sudah menikah? " tanya Fira mengalihkan pembicaraan.Irfan terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan gadis yang dia bonceng ini.


"Iya, saya sudah menikah dan memiliki putri yang seumuran dengan anak kamu " jawab Irfan. Pria itu jadi merindukan istri dan juga putri kecilnya. Sepeda motor Irfan masuk kedalam pekarangan rumah yang cukup luas setelah satpam membuka pagar rumah tersebut.


Fira turun dari sepeda motor, dan Irfan melepaskan helmnya.


"Pak satpam masukkan sepeda motor saya ke bagasi" perintah Irfan.


"Baik tuan Irfan " jawab satpam tersebut.


"Ayo masuk ke rumah saya " ujar Irfan berjalan lebih dahulu dengan menggendong El yang sudah terbangun dari tidurnya. Bahkan bayi itu terlihat tenang dan anteng ketika dalam gendongan Irfan yang merupakan orang asing bagi El. Mungkin sudah ada ke cocokkan antara dua pria yang beda usia tersebut.


"Assalamu'alaikum" ujar Irfan mengucapkan salam.Ketika masuk kedalam rumah yang terlihat mewah dan luas.


"Waalaikumsalam" sahut bi Ina yang datang dari arah dapur.


"Bi, Naya sudah tidur? " tanya Irfan pada bi Ina.


"Itu tuan , nona Naya dari tadi nangis terus. Terus juga stok ASI sudah habis ,Mungkin nona Naya kehausan mau minum ASI " jawab bi Ina . Irfan menghembuskan napas panjang, dia sudah mencari-cari ibu susuan untuk putrinya tapi belum menemukan juga. Naya, putrinya alergi minum susu formula, putrinya lebih cocok minum ASI. Semenjak istrinya meninggal karena melahirkan Naya, dia harus pintar-pintar menjaga dan merawat putrinya. Naya, selalu menangis tidak mau lepas darinya, sudah dua atau tiga babby sister yang mengundurkan diri, karna tidak sanggup menjaga dan merawat Naya.

__ADS_1


Irfan melirik Fira yang berada di sebelahnya. Dia agak ragu-ragu menanyakan ini pada gadis tersebut. Takutnya, gadis ini salah paham dan menganggapnya dia tidak sopan .


"Ekkhmmm" dehem Irfan membuat Fira mendongak menatap dokter muda tersebut.


"Saya boleh bertanya? Tapi kamu jangan salah paham dulu ya. Apa kamu memiliki ASI ? " tanya Irfan . Fira refleks menyilangkan tangan di dadanya.Irfan meneguk ludahnya kasar, sudah dia duga gadis ini akan berpikiran dia akan melakukan hal macam-macam.


"Kamu jangan salah paham dulu, begini putri saya Naya. Dia kehausan mau minum ASI, anak saya itu tidak bisa minum susu formula karna alergi,dia hanya bisa minum ASI.Sedangkan stok ASI sudah habis. Saya juga sudah mencari-cari ke rumah sakit lain tapi tidak ada, ibu muda yang bersedia menjadi ibu susuan anak saya " jelas Irfan.Fira menurunkan tangannya dan menatap mata tajam Irfan.


"Iya saya mau, menyusui putri dokter" jawab Fira. Sebuah senyuman terukir di wajah tampan dokter muda itu.


"Bi tolong antarkan, dia ke kamar Naya.Dan kamu tidak usah khawatir, anak kamu saya yang jaga " ujar Irfan. Fira hanya mengangguk kepalanya.


"Ayo nona, saya antarkan ke kamar nona Naya " ujar bi Ina. Fira mengikuti wanita paruh baya itu untuk ke,kamar anak dokter Irfan.


"Papa ganti baju dulu ya, kamu ikut papa ke kamar " ujar Irfan menyebut dirinya papa di hadapan El. Pria itu mencium pipi chubby El dan berjalan menuju kamar tamu. Karna kamarnya, Fira guna untuk menyusui Naya, tidak sopan bila dia masuk ke kamar sana.


Irfan meletakkan El di kasur dengan pelan sebagaimana dia memperlakukan bayi itu seperti putrinya Naya. Pria itu mengganti pakaiannya , sembari mengajak El bercanda. Bayi itu tertawa , kaki mungilnya Menendang-nendang di udara. El memperhatikan ke arah Irfan yang mengambil sesuatu dalam lemari. Pria itu memberikan sebuah mainan bila di gerakan menghasilkan bunyi yang tentu di sukai anak kecil seperti El.


Ting ting ting


El menggerakkan mainan itu dan berbunyi membuat dia tertawa , memperlihatkan gusinya yang belum tumbuh gigi.


******


Fira menyingkap bajunya dan menyusui Naya yang terus menangis. Bayi cantik dan lucu itu terdiam dan mengisap dengan kencang yang bisa di rasakan Fira bahwa bayi ini benar-benar kelaparan dan kehausan. Fira mengusap kepala Naya lembut dan mencium kening bayi perempuan tersebut.

__ADS_1


Mata Fira menyapu keseluruhan ruangan kamar Irfan,hingga matanya terfokus pada figura besar. Foto pernikahan dokter Irfan dan istrinya yang juga bernama Naya. Pria itu sengaja menamai putrinya dengan almarhum istrinya, agar selalu mengenang dan mengingat mendiang wanita tersebut. Walau pernikahan Irfan dan Naya karna perjodohan, tapi mereka berdua benar-benar menjalankan rumah tangga mereka seperti pasangan suami- istri yang saling mencintai, sedangkan kebalikannya tidak ada cinta dia antara keduannya. Tapi mereka menganggap ini sudah takdir dan yakin suatu hari nanti cinta akan hadir di hati mereka berdua.


Tapi saat Naya sudah mencintai Irfan. Pria itu masih belum mencintainya . Irfan sudah berusaha mencintai Naya, tapi tetap tidak bisa. Hingga istrinya meninggal setelah melahirkan, Irfan masih belum bisa mencintai Naya.


__ADS_2