
Devia membuka matanya perlahan, dia melepaskan pelukan Skala pada tubuhnya. Devia bangun dari tempat tidurnya, dia bersandar di bahu ranjang. Gadis itu memegangi perut buncitnya yang terasa lapar. Devia melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 02:00 malam.
"Kamu lapar ya, nak" ujar Devia pada bayi dalam kandungannya, seakan bayi dalam perutnya mendengar apa yang dia ucapkan. Dia mengusap perut lembut.
Devia menoleh menatap Skala yang berada di sebelahnya yang tertidur nyenyak, dia tidak tega membangun suaminya untuk menyuruh membuatkan makanan untuknya.Devia turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu keluar.Gadis itu menuruni anak tangga dengan pelan dan hati-hati, tangannya berpegangan pada pagar tangga.Devia berjalan menuju dapur mencari makanan untuk mengganjal perut laparnya.
Dia membuka kulkas mencari makanan tapi hanya ada roti, buah-buahan dan telur.
"Yahh, gak ada makanan siap saji disini.Biasanya ada nugget tapi kayanya habis , pasti mas Skala lupa beliin nugget " ujar Devia mengerucut bibir.
"Kamu lagi ngapain? " Devia kaget ketika mendengar suara yang tak asing baginya. Dia langsung berbalik kebelakang dan mendapati Skala sudah berdiri di depannya dengan tangan di lipat di dada.
"Kamu lagi ngapain? " tanya Skala lagi.
"Aku lapar , mau makan " jawab Devia menggigit bibir bawahnya.Skala mendekati Devia dan mengusap perut buncit istrinya lembut.
"Adek lapar ya, kenapa gak bangunin papah " ujar Skala mengajak bicara pada anaknya yang ada dalam perut Devia dan untuk menyindir istrinya. Seharusnya istrinya bilang kalau lapar bukan hanya diam saja, dan keluar kamar sendirian, apalagi lampu ruangan ini tidak dinyalakannya hanya cahaya remang-remang ,bisa saja Devia jatuh saat menuruni tangga dengan lampu yang belum dinyalakan.
"Kenapa gak bangunin aku? " tanya Skala menatap Devia.
"Aku gak tega bangunin kamu, pasti kamu capek " jawab Devia sambil memainkan jarinya. Skala menghela napas panjang mendengar jawaban istrinya.
"Duduk di bangku, biar aku buatkan makan untuk kamu " suruh Skala. Devia berjalan menuju meja makan dan duduk di bangku. Gadis itu memperhatikan Skala yang membuka kulkas dan mengambil telur
__ADS_1
Pria itu menyiapkan teplon dan menanggarnya di kompor. Skala memotong bawang putih dan bawah merah.Beberapa menit berkutat di dapur membuatkan nasi goreng untuk istrinya,dan akhirnya jadi juga. Skala memindahkan nasi goreng ke piring.Dia berjalan kearah Devia dan meletakkan nasi goreng buatannya di meja .
"Makan " ujar Skala .Dia berjalan menuju wastafel dan mencuci tangannya dengan sabun.Devia meniup nasi goreng yang masih panas tersebut di sendok dan menyuapkan ke mulutnya. Skala duduk di sebelah Devia dan ngambil cangkir yang ada di meja dan menuangkan air putih dalam cangkir tersebut, meletakkan di dekat istrinya.Pria itu memperhatikan Devia memakan nasi goreng buatannya dengan lahap, terlihat sekali bahwa istrinya benar-benar lapar .
"Mau" tawar Devia dengan nasi goreng yang masih penuh di mulutnya.
"Kamu aja yang makan. Pasti kamu lapar apalagi kamu sedang mengandung dua bayi " ujar Skala mengusap kepala Devia. Iya, Devia mengandung dua bayi kembar . Sebelumnya dia sudah USG di klinik dokter Reni di temani Skala. Tapi Devia tidak mau mengetahui jenis kelaminnya, biar menjadi kejutan untuknya. Mau laki-laki ataupun perempuan yang penting sehat. Skala mengusap sudut bibir istrinya dengan lembut dan tersenyum pada Devia.
"Sudah kenyang atau mau dibuatin lagi nasi gorengnya ? " tawar Skala.
"Sudah kenyang, makasih ya mas, sudah mau buatin nasi goreng buat aku dan anak-anak kita. Pasti mereka sudah kekenyangan" ujar Devia yang bersandar di bangku sambil mengusap perutnya yang kekenyangan.Terkadang orang-orang mengira Devia sudah mengandung usia delapan bulan padahal enam bulan, mungkin karna dia mengandung bayi kembar.
Devia dibaringkan Skala di kasur dengan pelan seperti meletakkan barang yang begitu berharga.Pria itu menggendong istrinya karna takut Devia jatuh atau terpleset saat menaiki tangga, karna terlalu khawatir berlebihan membuat dia begitu menjaga istri dan anaknya yang di kandung Devia.
"Kamu mau kemana? " tanya Devia saat melihat suami hendak beranjak pergi darinya.
"Aku mau sholat tahajjud dulu " ujar Skala tersenyum pada Devia.
"Aku boleh ikut sholat tahajjud juga " ujar Devia.
"Tentu boleh kalau kamu mau " ujar Skala. Devia merentang tangannya minta di gendong pada Skala . Pria itu mengangkat tubuh istrinya dan membawanya masuk ke kamar mandi.
Skala memulai sholat tahajjud yang di imami olehnya dan Devia yang menjadi makmumnya. Mereka berdua sholat tahajjud dua rakaat dengan khusyuk dan damai. Skala mengakhiri sholat tahajjud tersebut dengan salam dan mengusap wajahnya. Dia menengadahkan kedua belah tangannya dan mengangkat ke atas langit-langit sejajar dengan dadanya.
__ADS_1
Skala berdoa dengan khidmat dan di aamiini oleh Devia. Setelah selesai berdoa Skala mengakhirinya dengan sholawat pada Rasulullah. Pria itu berbalik ke belakang menghadap istrinya. Devia mendekati suaminya dan mencium tangan Skala. Dan Skala mencium kening istrinya agak lama dan menjauh wajahnya dari Devia.
"Nikmat mana lagi yang bisa aku dustakan , sedangkan memiliki kamu adalah nikmat yang paling besar " ujar Skala mencium pipi Devia bergantian. Sedangkan Devia tertunduk malu mendengar gombalin dari suaminya , tentu dia tau itu arti dari Surah Ar-Rahman.
********
Devia menggerakkan tangannya memasang dasi di leher Skala dengan wajah serius. Pria itu menatap intens wajah istrinya, matanya memperhatikan mata, hidung dan bibir tipis berwarna pink alami milik Devia.Gadis tersebut tersenyum puas menatap hasil karya yang memasang dasi Skala dengan rapi.
"Sudah selesai" ujar Devia mendongakkan kepalanya menatap Skala dengan tersenyum lebar.
"Pinter banget sih, masang dasinya, istri siapa sih ini " ujar Skala mencubit pipi Devia gemas.
"Istrinya bapak Skala " jawab Devia terkekeh.Skala mendekatkan wajahnya pada Devia dan memiringkan wajahnya sedikit. Gadis tersebut memejamkan matanya ketika Skala semakin dekat dengan wajahnya.
Cup
Benda kenyal dan lembab itu menempel di bibir Devia. Skala mencium istrinya dengan lembut. Gadis tersebut membalas ciuman Skala dan mengalungkan tangannya di leher suaminya, sekitar satu menit Skala melepaskan tautan bibir mereka.Devia dengan wajah tidak rela melepaskan ciumannya.
"Kenapa cuma sebentar, aku mau lagi " rengek Devia menarik kerah baju Skala agar menunduk dan mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Kenapa jadi mau lagi? Nanti ya setelah aku pulang dari kantor, kita lanjut di ranjang " ujar Skala tertawa pelan.
Bersambung...
__ADS_1
Impas ya, yang minta lanjut di kolom komentar 😅🙈