Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Bahagia


__ADS_3

Azka yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa sambil memainkan game di ponselnya .Terpaksa terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar . Pria itu bangkit dari sofa berjalan menuju pintu keluar.


Ceklek


Skala dan Devia berdiri di depan pintu, mata Azka menatap tas belanjaan yang berisi cemilan di tenteng oleh abang. Devia mengikuti arah mata adik iparnya langsung merebut tas belanjaan dari Skala.


"Ini cemilan aku kamu gak boleh minta " ujar Devia yang seakan tahu pikiran Azka.


"Ya elah minta satu aja pelit amat, nanti kuburan sempit lho " ujar Azka.


"Azka gak boleh bicara kaya gitu " tegur Skala.


"Aku gak mau kasih kamu cemilan , enak aja biar kamu bilang kuburan aku sempit gak peduli" ujar Devia.


"Subhanallah mulutnya sayang , gak boleh ngomong kaya gitu " ujar Skala mencubit pelan bibir Devia.


"Dia yang mulai duluan, ini punya aku kok mau minta-minta aja " ujar Devia.


"Abang mau cemilan bang , aku dari pagi belum makan " rengek Azka pada Skala.


"Alah kamu bohong itu piring yang ada di meja tamu siapa yang makan kalau bukan kamu " ujar Devia menunjuk piring bekas di meja tamu.


Azka cengengesan tidak jelas karna ketahuan bohongnya .


"Kasih Azka nanti kita beli lagi " ujar Skala. Devia memberikan Taro makanan ringan pada Azka.

__ADS_1


"Lagi satu yang Chitatos " minta lagi Azka.


"Kamu ini udah di kasih hati minta jantung" celetuk Devia.


"Ngelunjak banget sih!! " lanjutnya lagi.


"Ini , awas minta lagi " ancam Devia. Gadis itu langsung membawa masuk tas berisi cemilannya ke kamar takut di ambil Azka. Skala menggelengkan kepalanya melihat istrinya selalu bertengkar bila bertemu Azka tapi akan mencari bila adiknya tidak ada.


"Kamu kenapa gak beli sendiri cemilannya sampai minta punya Devia? " tanya Skala.


"Lagi malas keluar dari apartemen " sahut Azka.


"Besok abang kerja ke kantor ,pulangnya mungkin agak malam jadi tolong jaga Devia ingat jangan bertengkar tapi mengalah dengan kakak ipar mu itu " ujar Skala meninggalkan Azka .


Ceklek


Pria itu melepaskan baju kemeja yang melekat di tubuhnya dan meletakkan kemejanya tersebut di tempat keranjang baju kotor. Devia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di tubuhnya. Gadis itu menatap Skala yang berdiri di depan pintu kamar mandi, sebuah senyuman muncul di bibir Devia, dia menundakan kepalanya saat melewati suaminya.


"Harumnya istri aku " ujar Skala membuat Devia berbalik menatap Skala yang mengedipkan matanya genit.


"Iih genit " celetuk Devia memalingkan wajahnya yang sudah memerah karna tersipu malu. Dia cepat-cepat pergi dari depan Skala jantungnya sudah tidak terkontrol lagi detakannya.Skala tertawa melihat wajah istrinya yang memerah sangat gampang membuat istrinya salah tingkah.


Devia sudah selesai memakai bajunya, dia menuangkan air putih ke gelas bening. Devia meneguk air putih tersebut karna dia sangat haus sekali.


"Astaghfirullah sayang, kenapa minumnya berdiri ,sini duduk di pangkuan aku " ujar Skala yang tiba-tiba muncul di sampingnya hampir saja dia tersedak. Dengan cepat Devia duduk di pangkuan suaminya tapi tiba-tiba berdiri lagi .

__ADS_1


"Kenapa aku duduk di pangkuan mas, padahal bisa duduk di sofa " ujar Devia .


"Sini duduk di pangkuan aku lagi " ujar Skala.


"Gak mau , pasti ada apa-apanya kamu nyuruh aku duduk di pangkuan kamu " ketus Devia.


"Iih istri aku galak banget " goda Skala.


"Aku gak galak ya " bantah Devia yang berdiri di depan suaminya.


Skala menarik pinggang Devia membuat istrinya duduk di pangkuannya . Pria itu mencium seluruh seluruh wajah Devia karna gemas. Dia menggendong istrinya menuju ranjang dan merebahkannya di sana.


"Iih mas udah geli tau " ujar Devia mendorong wajah Skala yang terus menciuminya.


"Harus nurut sama suami, lagi kepengen ini " ujar Skala.


"Iih bapak dosen tukang paksa " goda balik Devia.


"Gak pa-pa tukang paksa yang penting dapat jatah " sahut Skala.Devia mendorong pipi suaminya pelan disertai gelak tawa.


"Gak nyangka ya mahasiswa nakal, suka bolos dan suka gak ngerjain tugas sudah berhasil bikin dosennya jadi cinta dan jadi istri juga " ujar Skala.


"Devia gitu lho " ujar Devia membanggakan dirinya.Skala bangkit dari tempat tidurnya dan menarik Devia dalam pelukannya , dia meletakkan dagunya di atas kepala istrinya. Skala memberikan kecupan di kening Devia dan mengeratkan pelukannya.Gadis itu juga membalas pelukan suaminya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2