Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Kontraksi


__ADS_3

Devia menatap dirinya di pantulan cermin dengan memakai baju kaos yang kebesaran. Gadis itu menghembuskan napas pelan , apa suaminya tidak ada baju lain selain ini? Baju ini membuat tubuhnya nampak kecil. Devia keluar dari toilet dan berjalan ke arah Skala yang duduk di kursinya.



"Uluh-uluh lucunya istriku pakai baju ini, sini aku cium dulu " goda Skala merentangkan kedua tangannya hendak memeluk.Dia jadi gemas sendiri melihat Devia sangat lucu memakai baju kaosnya.


"Nggak lucu! Aku mau ke kelas " ketus Devia.Skala menarik pergelangan istrinya membuat Devia jatuh di pangkuan suaminya.


"Cium dulu baru ke kelas " ujar Skala. Gadis itu memutar bolanya, dia mencium bibir Skala singkat membuat pria tersebut tersenyum lebar.


"Salim dulu " ujar Skala. Devia mencium tangan Skala sesuai permintaan suaminya.


"Nanti Kalau sudah selesai kuliahnya tunggu di ruangan aku ya, sayang. Aku mau ke kantor dulu ada masalah di perusahaan jadi harus aku yang datang mengurusnya. Nanti kalau sudah selesai urusannya aku ke sini jemput kamu " ujar Skala sambil menyelipkan anak rambut ke telinga Devia.


"Kalau ada apa-apa telpon aku ya? Yang pintar belajarnya " ujar Skala mengusap kepala istrinya.


"Aku ke kelas dulu ya, mas " pamit Devia bangkit dari pangkuan Skala.

__ADS_1


"Iya sayang. Hati-hati jatuh atau kepeleset " ujar Skala . Devia menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju pintu keluar.


Pria tersebut mengambil kunci mobilnya di meja dan berjalan keluar ruangan setelah istrinya sudah pergi. Skala berjalan ke parkiran mobil dan masuk ke dalam. Dia merasa perasaannya tidak enak tapi dia tepis itu semua mungkin karna dia terlalu khawatir meninggalkan Devia. Kalau tidak penting tidak mungkin dia mau meninggalkan kampus. Skala mulai menghidupkan mesin mobil dan menjalankannya.


******


Tokkk tokkk


Devia mengetok pintu kelas membuat Aryo ,dosen yang sedang menerawang materi menatap ke arah gadis tersebut.Pria itu menatap remeh pada istri Skala yang tidak ada perubahan selalu datang terlambat .


"Maaf Pak baru datang ada masalah kecil tadi ja-" ucapan Devia langsung di potong Aryo.


"Pak saya bisa jelasin " ujar Devia.


"Saya bilang keluar dari sini" ketus Aryo telunjuknya mengarah pada pintu keluar agar Devia pergi dari kelas ini.


"Pak saya mohon" ujar Devia. Aryo menarik paksa pergelangan tangan Devia menyeret gadis itu keluar dari kelas .Aryo langsung menutup pintu kelas setelah berhasil menyeret Devia keluar kelas.

__ADS_1


"Bapak Aryo kejam banget sudah tua juga tapi masih suka nyakitin anak murid.Sebelum aku nikah sama mas Skala, dia gak pernah bentak atau nyeret aku keluar kelas kalau terlambat " ujar Devia.


"Aduh mana merah lagi pergelangan tangan aku, kasar banget sih jadi dosen " ujar Devia mengusap pergelangan tangannya yang memerah.


Devia meringis memegangi perutnya yang tiba-tiba mengencang dan nyeri.


"Aduh perut aku kenapa? Aww sakit " ujar Devia. Gadis itu berpegangan pada tiang.


"Sakit hiks.... " Devia sudah tidak bisa menahan tangisnya perutnya benar-benar sakit dan nyeri.


"Devia kamu kenapa? " tanya Rian panik. Dia tak sengaja lewat sini dan melihat Devia meringis kesakitan.


"Kakak perut aku sakit hiks... " lirih Devia memegangi perutnya. Pria tersebut memegang perut buncit Devia membuat Rian sedikit terkejut.Karna baju yang di pakai Devia kebesaran menbuat perut buncitnya tak nampak.


"K-kamu h-hamil? " tanya Rian terbata-bata. Devia menganggukkan kepalanya.Pria itu tersenyum miris, dia terlambat mengungkapkan perasaannya pada Devia . Gadis ini sudah di miliki pria lain . Karna saat masalah video Devia dengan Skala tersebar di kampus waktu itu Rian tidak ada di kampus , dia izin cuti karna neneknya yang berada di bandung meninggal dunia.


"Maaf Devia kalau tidak keberatan , aku gendong kamu . Kita ke rumah sakit " ujar Rian. Devia menganggukkan kepalanya pelan, dia juga tidak sanggup berjalan karna perutnya yang sakit . Rian menggendong Devia dan membawanya ke parkiran tempat dia memarkirkan mobilnya . Devia mengalungkan tangannya di leher Rian sambil meringis menahan nyeri di perutnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2