Istriku Mahasiswiku

Istriku Mahasiswiku
Alergi


__ADS_3

Devia menyuapkan makanan ke mulutnya , dengan lahap dia memakan, makanan yang di pesan oleh Skala melalu driver online.Skala mengusap sudut bibir istrinya lembut yang blepotan dan tersenyum pada Devia dan kembali melanjutkan makannya. Devia menatap udang asam manis milik Skala yang hendak di makan pria tersebut. Seakan sadar di perhatikan ,Skala menyuapi istrinya . Devia dengan senang hati menerima suapan suaminya.


"Enak? " tanya Skala.


"Iya, enak banget " ujar Devia sambil menggaruk tangan dan lehernya.Skala mengambil piring kotor Devia dan membawanya ke dapur.


Devia semakin menggaruk bintik-bintik merah yang tiba-tiba muncul di tangan, wajah dan mungkin seluruh tubuhnya.


"Kenapa badan aku gatal-gatal " ujar Devia yang terus menggaruk hingga tangan dan wajahnya memerah dan lecet akibat terus di garuk.


"Sayang " panggil Skala yang baru selesai mencuci piring.


"Astaghfirullah hal adzim, muka kamu kenapa merah kaya gini, ini kenapa tangannya sampai merah terus lecet " ujar Skala menatap Devia dengan wajah panik .


"Mas gatel banget " ujar Devia hendak menangis tapi dia tahan karna malu dengan Skala.


"Sudah jangan di garuk lagi, nanti luka " ujar Skala menahan tangan Devia yang terus menggaruk wajahnya.


"Tapi ini gatal hiks... " ujar Devia, runtuh sudah pertahanan gadis tersebut akhirnya dia menangis.


Skala mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar. Pria tersebut meletakkan Devia di kasur.


"Mas gatel, sama perih " ujar Devia.


"Kamu alergi udang " tanya Skala yang duduk di pinggir ranjang , karna yang mereka makan tadi udang asam manis .


"Iya " jawab Devia.


"Subhanallah sayang, kenapa gak bilang kalau alergi udang " ujar Skala .


"Aku lupa " ujar Devia kembali menggaruk tangannya.Skala membuka laci mencari obat alergi yang dia simpan. Pria tersebut mendapatkan obat tersebut dan membuka penutup obatnya dan memberikan satu pil pada Devia.


"Sekarang di minum obatnya" ujar Skala memberikan segelas air putih pada Devia. Gadis tersebut meminum obat yang di berikan suaminya.


"Mas kenapa masih gatal, padahal sudah minum obat " ujar Devia.

__ADS_1


"Kan baru diminum, tunggu sebentar nanti gatalnya hilang" ujar Skala.


"Jangan di garuk terus nanti kulit kamu lecet " ujar Skala .


"Tapi gatal " ujar Devia. Skala naik ke kasur dan meraih tangan Istrinya. Pria tersebut mengusap tangan istrinya lembut tanpa harus menggaruk karna dia takut kulit Devia iritasi.


"Devia jangan di garuk, kenapa susah banget di bilanginnya " omel Skala pada Devia yang ketahuan menggaruk wajahnya.


"Ini gatal tau, mas gak tau rasanya. Coba jadi aku pasti di garuk juga " omel balik Devia pada Skala.


"Bukan gitu, aku takut nanti wajah sama tangan kamu iritasi kalau di garuk terus. Coba lihat kuku kamu panjang kaya gitu. Kenapa kukunya gak di potong, apa harus aku yang motongin " ujar Skala yang terus mengusap tangan Devia secara bergantian.


"Bagus aja kalau kuku panjang , kuku panjang juga banyak manfaatnya" ujar Devia.


"Apa manfaatnya? " tanya Skala penasaran.


"Bisa ngupil" jawab Devia dengan gelak tawa.


"Ish, jorok banget kamu, padahal perempuan " ujar Skala.


"Gak mau, bagus tau kalau kukunya panjang kelihatan lentik " ujar Devia .


"Lentik matamu, harus dipotong " ujar Skala bangkit dari kasur,mengambil potongan kuku dan duduk di tempat semula.Pria itu memotong kuku panjang istrinya hingga benar-benar pendek. Devia hanya pasrah dan mengerucutkan bibirnya melihat kuku indahnya di potong Skala.


"Nah kalau kaya gini bagus di lihatnya " ujar Skala. Devia hanya menatap lesu pada suaminya, padahal besok mau perawatan kuku dengan Lili tapi sudah di potong duluan oleh Skala.


"Masih gatal ? " tanya Skala memperhatikan bintik-bintik merah mulai sedikit menghilang di wajah dan tangan Devia.


"Sudah gak gatal lagi " ujar Devia.


"Kamu itu kalau punya alergi itu bilang sama aku, biar aku tau mana yang bisa kamu makan atau yang tidak bisa kamu makan " ujar Skala.


"Aku lupa, soalnya lagi kepengen banget makan udang " ujar Devia.


"Ya sudah tidak pa-pa, sekarang tidur besok katanya mau kerumah mama " ujar Skala mengingatkan.

__ADS_1


"Tapi boleh nginap gak di rumah mama sama papa " ujar Devia.


"Iya boleh " ujar Skala tersenyum pada istrinya.


"Tapi kamu ikut nginap juga ya" ujar Devia meraih tangan suaminya.


"Iya, pasti aku ikut nginap . Aku gak bisa tidur kalau gak meluk kamu " ujar Skala.


"Iih, pasti gombal ya " ujar Devia.


"Aku gak gombal, aku memang gak bisa tidur kalau gak meluk kamu " ujar Skala. Devia mengulum senyumannya ,dia merasa kupu-kupu berterbangan di atas kepalanya karna mendengar ucapan Skala .Devia langsung membaringkan tubuhnya di kasur dan di susul oleh Skala. Pria tersebut memeluk istrinya dari belakang, dia menyingkap baju tidur Devia agar bisa lebih leluasa mengelus perut buncit istrinya.


Devia merasa hatinya menghangat merasakan usapan lembut di perutnya. Gadis itu menutup matanya karna dia juga sudah sangat mengantuk. Skala mengangkat kepalanya dan tersenyum melihat Devia sudah tertidur.


Cup


Ciuman mendarat di pipi Devia, dia sudah terbiasa mencium istrinya sebelum tidur. Skala makin mengeratkan pelukannya dan tangannya masih aktif mengelus perut istrinya. Dia merasa nyaman saat menyentuh perut buncit Devia.


Bersambung....


Aku mau promosikan novel ke lima aku.



**Mengisahkan seorang dokter yang mendekam dipenjara karna perbuatan jahatnya. Hingga pria paruh baya yang menawarkan untuk membebaskannya. Namun dengan satu syarat dia harus menikahi putrinya yang memiliki penyakit gangguan jiwa dan putrinya itu juga sedang hamil, dia di perkosa oleh teman kakaknya sendiri . Dokter tersebut menyanggupinya tapi , dia akan menyusun rencana untuk kabur dari pria paruh baya tersebut.Tapi rencananya gagal untuk melarikan diri karna banyaknya anak buah yang menjaga mansion tersebut.


"Kamu ngapai deketin saya terus!! " bentak Adrian. Keysa hanya tersenyum dan menggeser tubuhnya mendekati pria yang sudah sah menjadi suaminya.


"Main boneka yuk " ajak Keysa menyodorkan boneka Barbie pada Adrian.


"Gadis gila, kamu pikir saya mau main barbie kaya gitu. Sana menjauh dari saya sebelum bantal ini melayang ke wajah kamu " ujar Adrian yang sudah siap dengan bantal yang ada di tangannya.


"Aahh, mau main Barbie sama Adrian" ujar Keysa menghentikan kakinya karna merajuk.


Adrian hanya bisa menarik napas dalam-dalam, kenapa setelah keluar dari penjara dia harus terjebak pernikahan dengan gadis gila dan lebih parah lagi sedang mengandung. Ingin sekali dia mengajar orang yang telah menghamili gadis ini. Setidaknya walau gadis ini gila tapi masih perawan gitu**.

__ADS_1


__ADS_2