
Skala membereskan barang-barang Devia seperti baju, celana dan lainnya . Hari ini gadis tersebut di perbolehkan pulang karna keadaanya yang sudah pulih , dokter menyarankan Devia agar istirahat total di rumah agar kondisinya semakin membaik.
Devia duduk di sofa tengah memakan cilok yang baru Skala belikan.Entah mengapa dia ingin memakan jajanan yang biasa dia beli waktu SD. Skala melirik sekilas istrinya dan tersenyum tipis, istrinya terus memakan cilok tersebut sampai habis.
"Mas, haus mau minum" ujar Devia. Skala menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja Devia. Air mineral sudah dia sediakan di meja sebelah tempat Devia duduk.
"Itu di sebelah kamu " ujar Skala menunjuk ke meja sebelah Devia. Gadis itu cengengesan baru sadar air minumanya ada di sebelah.
Skala sudah berkemas dan mendekati Devia yang selonjoran sambil mengusap perutnya yang kekenyangan.
"Ayo kita pulang " ujar Skala meraih tangan Devia.Mereka berdua keluar dari ruangan dan berjalan ke pintu keluar rumah sakit. Sepanjang perjalanan di Koridor rumah sakit Devia terus bergelayut di tangan Skala. Beberapa orang menatap kearah Devia dan Skala ada yang tersenyum dan iri melihat kemesraan mereka berdua.
Mereka sudah sampai di depan rumah sakit. Skalar memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil dan menutup bagasi tersebut setelah semua telah di masukkan.Devia sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil karna tidak tahan berdiri lama menunggu Skala. Pria tersebut masuk kedalam mobil dia menatap Devia. Skala mendekati Devia hingga mengikis jarak di antara mereka.
"M-mau ngapain? " tanya Devia gugup karna wajah Skala sangat dekat dengannya.
"Pasang salt beat dulu bahaya kalau gak di pasang" ujar Skala memasang salt beat di tubuh istrinya.
"Kamu pasti mikir aku mau cium kamu? Nanti kalau sampai rumah bakal aku cium kamu " ujar Skala terkekeh.
"Siapa juga mau di cium sama kamu, kepedean banget " sahut Devia.
"Masa sih? Kalau mau cium bilang aja pasti kamu malukan bilangnya" ujar Skala mencolek dagu Devia.
"Apaan sih!Gak usah colek-colek genit banget jadi laki " ketus Devia. Skala hanya tertawa melihat wajah marah istrinya sangat lucu apalagi saat cemberut ingin dia lahap Devia hidup-hidup . Skala mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. Devia menatap jalan yang mereka lewati yang bukan jalan pulang .
__ADS_1
"Kita mau kemana? " tanya Devia.
"Nanti kamu juga tau " sahut Skala
Mobil terus melaju membelah jalan di keramaian dan tempat yang di tuju sudah sampai mobil yang di kendaraai Skala berhenti di sebuah pantai . Devia mengernyitkan dahinya bingung buat apa Skala membawanya ke pantai apalagi malam-malam seperti ini? Devia turun dari mobil setelah Skala membuka pintu mobil untuknya. Pria itu meraih tangan istrinya dan menggiringnya ke sesuatu tempat.
Langkah Devia terhenti melihat meja makan dan lili yang terletak di meja tersebut yang menurutnya sangat romantis, yang sudah di persiapkan oleh pria tersebut. Skala menarik Devia agar semakin mendekat ke tempat itu.
Skala memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipi Devia lembut.
"Selamat ulang tahun istriku " ujar Skala. Devia menengok kearah Skala ternyata suaminya tidak lupa dengan hari ulang tahunnya.Devia berbalik dan menatap Skala dengan mata berkaca-kaca.
"Apa yang tidak aku tau tentang istriku" ujar Skala. Pria itu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan berjongkok di depan Devia. Sebuah kontak hitam kecil dan saat Skala membukanya Devia menutup mulutnya dengan tangan melihat sebuah cincin yang dulu dia inginkan. Gadis itu tidak bisa menahan air matanya karna terharu.
Skala memasang di jari manis Devia dan tersenyum ketika cincin itu nampak cantik dan pas di jari istrinya. Skala berdiri dan menangkup pipi Devia lembut.
"Semoga di umur kamu yang 21 tahun ini makin tambah dewasa , selalu sehat, makin dimurahkan rezekinya, makin cantik dan berbakti pada suami" ujar Skala. Devia memeluk suaminya dengan isakan tangisan yang tidak bisa dia tahan lagi.
"Terima kasih mas, hadiahnya aku suka " ujar Devia.
"Makin cinta gak sama aku? " tanya Skala.
__ADS_1
"Iya, aku makin cinta secintanya sama mas Skala " ujar Devia melepaskan pelukannya dan mencium bibir suaminya sekilas membuat tubuh Skala mematung dan senyum mulai terbit di wajahnya .
"Berarti nanti di kasih jatah ya kan sudah aku kasih hadiah " ujar Skala yang sudah terjangkit dengan penyakit Devia yang selalu minta upah saat memberi atau melakukan sesuatu pada seseorang.
"Kamu gak ikhlas banget kasih hadiah buat aku sampai minta jatah sebagai imbalannya" ketus Devia. Hancur sudah suasana romantis karna Skala yang mengungkit-ungkit soal jatah.
"Saling menguntungkan metabolisme" ujar Skala menaik turunkan alisnya. Dia langsung memeluk Devia dan melepaskan pelukannya.
Skala mengangkat satu tangan istrinya untuk mengajak berdansa. Devia bermutar di depan Skala seperti pasangan-pasangan lainnya saat berdansa.
Devia terus bermutar di depan suaminya dengan senyuman bahagia yang tercetak jelas di wajah cantiknya dan Skala pun juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat wanita yang dia cintai bahagia. Devia merupakan cinta masa kecil Skala, pria itu telah menaruh hati pada Devia saat umur istrinya masih 10 tahun. Jadi ini alasan Skala baru menikah pada umur 32 tahun karna menunggu umur Devia menginjak 20 tahun baru dia menikahi gadis tersebut.
Skala menarik pinggang Devia dan merengkuh nya.
"Aku mencintai kamu Devia Alisya Ardiansyah" ujar Skala.
"Aku juga mencintai kamu Skala Fraya Sadewa" balas Devia. Karna dia tidak akan menutup-nutupi lagi bahwa dia juga mencintai suaminya.
Uluh uluh sudah bucin sejak kecil pak Skala sama neng Devia. So sweet💞
Selamat ulang tahun Devia 🎉🎊
End
__ADS_1